Penatalaksanaan Holistik pada Perempuan dengan Tumor Payudara, Katarak, dan Diabetes Melitus melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga
Abstract
Tumor payudara adalah kondisi sel-sel payudara abnormal tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor. Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada pankreas yang menyebabkan resistensi insulin. Katarak adalah kekeruhan lensa akibat hidrasi lensa atau denaturasi protein lensa sebagai proses penuaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine dengan mengidentifikasi faktor resiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien dengan pendekatan patient centered dan family approach. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis dan alloanamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal hingga akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien Ny.P usia 68 tahun dengan tumor payudara, katarak, dan riwayat Diabetes Melitus. Faktor risiko yang mempengaruhi adalah usia lanjut, kurangnya pengetahuan terkait penyakit, ketidakpatuhan pengobatan, asupan gizi tidak seimbang, dan kurangnya pengawasan keluarga. Penatalaksaan holistik dapat meningkatkan pengetahuan dan perbaikan pola hidup pasien dalam menjaga kesehatan. Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan, perbaikan gejala klinis, peningkatan kepatuhan pengobatan, gula darah terkontrol, asupan gizi seimbang, dan peningkatan pengawasan keluarga.
References
Ahsani RF, Machmud PB. (2019). The Association of Reproductive History with Breast Tumor in Young Women in Indonesia (Analysis of Riset PTM 2016). Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 15(3):237–244. https://doi.org/10.30597/mkmi.v15i3.6278
Bonacho T, Rodrigues F, Liberal J. (2019). Immunohistochemistry for diagnosis and prognosis of breast cancer: a review. Biotechnic & Histochemistry. 0(0):1–21.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Lampung. Bandar Lampung: Dinkes Provinsi Lampung
Harmawati, Etriyanti. (2019). Upaya Pencegahan Dini Terhadap Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Abdimas Saintika. 2(2), 43–46.
Hero SK. (2021). Faktor Resiko Kanker Payudara. Jurnal Medika Hutama. 3(1): 1533–1537. https://www.jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/download/310/212
Ilyas S, Yulianti SR. (2015). Ilmu Penyakit Mata. Edisi 5. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.
Kementerian Kesehatan RI. (2015). Panduan Nasional Penanganan Kanker Payudara. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PNPKPayudara.pdf
Kementrian Kesehatan RI. (2018a). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar. Kementerian Kesehatan RI, 1–582.
Kementrian Kesehatan RI. (2018b). Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan di Indonesia Tahun 2017-2030. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular: Jakarta Pusat.
Kementrian Kesehatan RI. (2020). Tetap Produktif, Cegah dan Atasi Diabetes Mellitus. Dalam: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Mpasaha M, Mothiba T, Skaal L. (2022). Family support of DM type 2 patients’s perspective of Limpopo Province. BMC Journal of Health. 22(2421):1-8.
Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). (2018). Tatalaksana Katarak. Jakarta: PERDAMI.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI.
Purnamasari D. (2016). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi keenam. Editor : Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, et al. Jakarta Pusat : Interna Publishing.
Purnamasari V, Murti D. (2022). Peran Keluarga Pada Lansia Yang Memiliki Resiko Jatuh Di Dusun Selur Desa Tangkil Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. SPIKesNas,01(02):2963–1343. https://spikesnas.khkediri.ac.id/SPIKesNas/index.php/MOO
RNAO. (2017). Preventing falls and reducing injury from falls. In Registered Nurses’ Association of Ontario. Available at: https://rnao.ca/sites/rnao-ca/files/bpg/FALL_PREVENTION_WEB_1207-17.pdf.
Shi Y, Jiang N, Bikkannavar P, et.al. (2021). Ophthalmic sensing technologies for ocular disease diagnostics. Analyst. 146(21):6416–6444.
Sofa T, Wardiyah A, Rilyani. (2024). Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Wanita. Jurnal Penelitian Perawat Profesional.2(5474):1333–1336.
Suharni, Zulkarnain A, Kusnadi DT. (2021). Kadar HbA1C pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi neuropati diabetik di rsi siti rahmah padang tahun 2019-2020. Baiturrahmah Medical Journal. 1(2):32-36.
Wati L, Atrie UY, Widiastuti L, et al. (2023). Pencegahan Katarak dengan Penyuluhan Kesehatan dan Deteksi Dini Kejadian Katarak pada Nelayan Pesisir Daerah Kawal Pantai Bintan Kepulauan Riau. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia. 3(4):1117–1124. https://doi.org/10.54082/jamsi.761
Widyawati S. (2018). Buku Ajar Oftalmologi. Jakarta: Badan Penerbit FKUI
WHO. (2017). Noncommunicable Disease. http://www.who.int/news-room/factsheets/detail/noncommunicable-diseases.
WHO. (2019). World Report on Vision. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2020). Breast Cancer. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/breast-cancer
WHO. (2022). Blindness and vision impairment. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/blindness-and-visual-impairment



