Penatalaksanaan Holistik Pasien Wanita Usia 25 Tahun dengan Ektima melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga
Abstract
Ektima merupakan suatu pioderma kutaneus yang ditandai dengan adanya erosi atau ulserasi krusta yang padat. Penatalaksanaan ektima secara holistik bertujuan untuk mencegah kekambuhan dan mencegah timbulnya gejala komplikasi yang lebih berat. Tujuan dilakukannya studi ini untuk menerapkan pendekatan dokter keluarga secara holistik dan komprehensif dalam mendeteksi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berbasis evidence based medicine dan bersifat family-approached, patient-centered, dan community-oriented. Data primer diperoleh dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien di Puskesmas. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Sebelum dilakukan intervensi, pengetahuan keluarga tentang ektima masih rendah, personal hygiene yang kurang baik, tingkat kelembaban kaki yang tinggi. Setelah dilakukan intervensi, didapatkan peningkatan skor pengetahuan keluarga sebanyak 30 poin, pasien mulai membiasakan diri menjaga personal hygiene, memperhatikan kelembaban kaki agar tidak terlalu lembab. Intervensi yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan pasien dan mengubah beberapa perilaku pasien dan keluarganya.
References
Azwar S. (2022). Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Craft N. (2019). Superficial Cutaneous Infectious and Pyoderma. In: Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 9th Ed. Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leff ell DJ, Wolff K, editors. New York: McGraw Hill Medical.
Davis, LS. (2019). Echtyma. Online at https://emedicine.medscape.com/article/1052279-overview?icd=login_success_gg_ match_norm#a7, accesses 15 September 2023.
Esposito S, et al. (2017). Diagnosis and Management of Skin and Soft Tissue Infections (SSTI) a Literature Review and Consensus Statement: An Update. J of Chemother. 1–18.
Hashim M. J. (2018). A Definition of Family Medicine and General Practice. Journal of the College of Physicians and Surgeons. JCPSP. 28(1): 76-77.
Latifah AD. (2023). Profil Pasien Pioderma Primer di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2019-2021. Universitas Lambung Mangkurat : Banjarmasin.
Mary, Q. (2016). Ecthyma. Online at https://dermnetnz.org/topics/ecthyma#:~:text=Other%20factors%20that%20increase%20the,scratches%2C%20insect%20bites%20or%20dermatitis, accesses 26 September 2023.
McWhinney I, and Freeman T. (2016). Textbook of Family Medicine. Ed 4. Oxford : Oxford University Press. 17-20.
Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia. (2006). Standar Pelayanan Dokter Keluarga. Depok: PDKI.
Perdoski. (2017). Pioderma. Panduan Praktik Klinis. Bagi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Indonesia. Jakarta: Perdoski.
Rifki N. (2017). Diagnosis Holistik. Ed 3. Jakarta : Departemen IKK FKUI.
Vos T, Lim SS, Abbafati C, Abbas KM, Abbasi M, Abbasifard M, et al. (2020). Global burden of 369 diseases and injuries in 204 countries and territories, 1990–2019: a systematic analysis for the global burden of disease study 2019. Lancet. 396:1204–22.
Wolff K , dan Johnson RA. (2017). Fitzpatrick’s Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. 8th ed. New York: McGraw Hill Medical.



