Penatalaksanaan pada Tn. I Usia 29 Tahun dengan Konjungtivitis Bakterialis melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga

  • Anjar Junia Puspita Universitas Lampung
  • Reni Zuraida Universitas Lampung
Keywords: dokter keluarga, komprehensif, konjungtivitis bakterialis

Abstract

Di Indonesia, penyakit konjungtivitis menduduki urutan kedua dari 10 pola penyakit pasien rawat jalan, dengan total kasus baru sebanyak 68.026 kasus, terdiri dari 30.250 laki-laki dan 37.776 perempuan. Berdasarkan data tersebut penyakit ini penting untuk ditatalaksana secara komprehensif untuk mencegah kekambuhan dan  komplikasi. Dalam menerapkan pelayanan dokter keluarga secara holistik berbasis Evidence Based Medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patient centered dan family approach. Studi ini merupakan sebuah laporan kasus. Tujuan laporan kasus ini dalam penatalaksanaan secara  holistik sebagai upaya meningkatkan  pengetahuan serta merubah sikap dan perilaku pasien. Data primer diperoleh melalui anamnesis (autoanamnesis), pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah, untuk melengkapi data keluarga, data psikososial dan lingkungan. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitatif dan kuantitatif. Setelah dilakukan intervensi, terdapat peningkatan pengetahuan pasien dan keluarganya mengenai penyebab, faktor risiko, serta mencegah kekambuhan pada penyakit konjungtivitis bakterialis. Telah dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan dokter keluarga Tn.I usia 29 tahun dengan Konjungtivitis Bakterialis yang disesuaikan berdasarkan diagnostik holistik awal. Intervensi yang dilakukan telah menambah pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyebab, faktor risiko, serta mencegah kekambuhan pada penyakit konjungtivitis bakterialis yang ditunjukan dengan perbaikan dengan diagnostik holistik akhir.

References

Ahmad, AK, Alhamdan, FG., & Sadiq M. (2023). Combined medical and surgical approach in the management of ligneous conjunctivitis in a pediatric patient: A case report. International Journal of Surgery Case Reports.

Ahmad S. (2018). Diagnosis And Management of Bacterial Conjungtivitis. Acta Scientific Pharmaceutical Sciences. 2 (11): 80-85.

Alraddadi, R, et al. (2023). Incidence Of Conjunctivitis Adverse Event In Patients Treated With Biologics For Atopic Dermatitis: A Systematic Review And Meta-Analysis. JAAD International, 13: 46– 47.

American Academy of Ophthalmology Cornea/External Disease Preferred Practice Pattern Panel. (2018). Conjunctivitis Preferred Practice Pattern. San Francisco : American Academy of Ophthalmology.

Anggela, A. (2023). Hubungan Pemberian Ekstrak Bunga Kitolod (Isotoma Longiflora) Dengan Perbaikan Klinis Konjungtivitis Iritatif Mata Tikus Putih (Rattus Norvegicus).

Arshad MU, Zia S, Maqbool A, Bhatti RS, Hassan MU dan Munir MS. (2022). Occurrence Of Bacterial Conjungtivitis And Viral Conjungtivitis In Pakistan. Pakistan Journal of Medical & Health Sciences. 16 (1): 93-94.

Ashmi MF, Gurnani B, Benson S. Conjunctivitis. (2022). Konjungtivitis. StatPearls Publishing.

Azari AA, Arabi A. (2020). Conjunctivitis: A Systematic Review. J Ophthalmic Vis Res.15(3):372–95.

Dewi KLM, Suryaningsih NPA, Reganata GP. (2023). Persepsi Dan Perilaku Masyarakat Desa Suwug Terhadap Tanaman Kitolod Sebagai Obat Konjungtivitis. Bali: Journal Transformation Of Mandalika.

Dewi RP, Sangging PRA, Himayani R. (2023). Konjungtivitis: Etiologi, Klasifikasi, Manifestasi Klinis, Komplikasi, dan Tatalaksana. Agromedicine.

Edwar L, Bani A dan Aziza Y. (2017). Konjungtivitis. Jakarta : FK UI.

Himayani R, Ismunandar H, Zakiah Oktarlina R, Wahyuni A. (2020). Peningkatan Pengetahuan Dan Kesadaran Terhadap Kejadian Mata Merah Pada Anak. Prosiding PKM-CSR. 3: 373–5.

Ilyas S, Yulianti SR. (2022). Ilmu penyakit mata edisi ke-5. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.

Kanda, P, Ioannidis, S, Sim, W, Weston, B dan Koaik, M. (2023). Primary Meningococcal Conjunctivitis In An Adult Patient.

Kaur G, et al. (2022). Keeping An Eye On Pink Eye: A Global Conjunctivitis Outbreak Expert Survey,International Health.14(2):542-544.

Lewis N dan Bhamra GB. (2023). Bacterial Conjungtivitis: Diagnosis and Treatment. The Pharmaceutical Journal.

Lim, JT, Choo, ELW, Janhavi, A, Tan, KB, Abisheganaden, J dan Dickens, B. (2023). Density Forecasting Of Conjunctivitis Burden Using High-Dimensional Environmental Time Series Data. Epidemics.

Mangal, S, Bonyah, E, Sharma, VS, dan Yuan, Y. (2024). A Novel Fractional-Order Stochastic Epidemic Model To Analyze The Role Of Media Awareness In The Spread Of Conjunctivitis. Healthcare Analytics.

Morris JE. (2019). When”Patient Centered” is Not Enough: A Call for Community Centered Medicine. Ann Form Med. 17: 82-84.

Pippin MM, Jacqueline K. 2022. Bacterial Conjunctivitis. National Center for Biotechnology Information.

The Health Foundation. (2016). Persom Centred Care Made Simple: What Everyone Should Know About Person Centered Care. London UK: The Health Foundation.

Tehamen M, Rares L, Supit W. (2020). Gambaran Penderita Infeksi Mata di Rumah Sakit Mata Manado Provinsi Sulawesi Utara Periode Juni 2017 - Juni 2019. 8(28):5–9.

Septiana FG, Nugrahani I. (2022). Seorang Anak Perempuan Dengan Konjungtivitis Bakteri : Laporan Kasus A Girl with Bacterial Conjunctivitis : Case Report. Contin Med Educ.

Yeu S dan Hauswirt S. (2020). A Review of the Differential Diagnosis of Acute Infectious Conjunctivitis: Implications for Treatment and Management. USA: Dovepress. 14(1): 805-813

Yeung K dan Weissman B. (2023). Bacterial Konjungtivitis. Medscape.

Published
2024-09-10
How to Cite
Puspita, A. J., & Zuraida, R. (2024). Penatalaksanaan pada Tn. I Usia 29 Tahun dengan Konjungtivitis Bakterialis melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(5), 2509-2524. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i5.4251

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>