Skrining Anemia melalui Pemeriksaan Hb pada Remaja

  • Heni Elmiani Sari Politeknik Borneo Medistra
  • Marcella Citra Ginanda Politeknik Borneo Medistra
  • Zainab Inayah Al Huda Politeknik Borneo Medistra
  • Ilma Nafiah Politeknik Borneo Medistra
  • Aulia Fitri Andriani Politeknik Borneo Medistra
Keywords: anemia, hemoglobin, remaja, skrining

Abstract

Anemia pada remaja khususnya remaja putri merupakan masalah kesehatan yang harus segera mendapatkan perhatian khusus karena remaja putri merupakan calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus bangsa. Kejadian anemia pada wanita usia produktif di Indonesia berada pada tingkat sedang yakni pada angka prevalensi 20-39.9%. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat adalah untuk mengetahui kesadaran akan pentingnta pemeriksaan HB di kalangan remaja putri. Metode yang digunakan utnuk memberikan edukasi tentang anemia pada remaja melalui media booklet dan pemeriksaan langsung dengan menggunakan alat GCHB di SMK N 2 Balikpapan. Kegiatan pelayanan pemeriksaan HB ini menunjukkan tanggapan yang positif dari pihak sekolah dan siswa dan aprtisipasi aktif dalam proses diskusi. Peserta pelaksanaan Skrining anemia remaja melalui pemeriksaan HB ini sebanyak 25 remaja putri, dengan hampir 90% remaja belum mengetahui pentingnya pemeriksaan anemia pada remaha. Diharapkan bahwa siswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang pelaksanaan dan manfaat pemeriksaan anemia.

References

Bahiyatun. (2010). Buku ajar bidan: Psikologi ibu dan anak. Jakarta: EGC

Farida, I. (2007). Determinan kejadian anemia pada remaja putri di Kecamatan Gebo

Gutema, B. T., Sorrie, M. B., Megersa, N. D., Yesera, G. E., Yeshitila, Y. G., Pauwels, N. S., De Henauw, S., & Abbeddou, S. (2023). Effects of iron supplementation on cognitive development in school-age children: Systematic review and meta-analysis. PLoS ONE, 18(6 June). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0287703

kabupaten Kudus. (2006). Tesis. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang

Kusmiran, E. (2012). Kesehatan reproduksi remaja dan wanita. Jakarta: Salemba Medika

Notoadmojo, S. (2007). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Renika Cipta

Pieter, HZ. (2011). Pengantar psikologi untuk kebidanan. Jakarta: Kencana Prenata Media Grup

Proverawati, A. (2011). Anemia dan anemia kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika

Paath, EF. (2004). Gizi dalam kesehatan reproduksi. Jakarta : EGC

Sayogo, S. (2006). Gizi remaja putri. Jakarta: Balai penerbit FKUI

Murti, B. (2010). Desain dan Analisis Penelitian Epidemiologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ummah, K. (2019). Nutritional status and anemia prevalence among adolescent girls in Indonesia. International Journal of Community Medicine and Public Health, 6(5), 2154–2160.

Warner, M. J., & Weyand, C. M. (2022). Iron deficiency anemia and its implications for adolescent health. Current Opinion in Pediatrics, 34(2), 170–177.

Abbaspour, N., Hurrell, R., & Kelishadi, R. (2014). Abbaspour N, Hurrell R, Kelishadi R. Review on iron and its importance for human health. J Res Med Sci 2014;19:164-74. Journal of Research in Medical Sciences, 19(February), 3–11.

Warner, M. A., & Weyand, A. C. (2022). The Global Burden of Anemia. Blood Substitutes and Oxygen Biotherapeutics, 53–59. https://doi.org/10.1007/978-3-030-95975-3_5

Sudfeld, C. R., Rai, R. K., Barik, A., Valadez, J. J., & Fawzi, W. W. (2020). Population-level effective coverage of adolescent weekly iron and folic acid supplementation is low in rural West Bengal, India. Public Health Nutrition, 23(15), 2819–2823. https://doi.org/10.1017/S1368980020000932

Kassebaum, N. J., Jasrasaria, R., Naghavi, M., Wulf, S. K., Johns, N., Lozano, R., Regan, M., Weatherall, D., Chou, D. P., Eisele, T. P., Flaxman, S. R., Pullan, R. L., Brooker, S. J., & Murray, C. J. L. (2015). Plenary Paper RED CELLS, IRON, AND ERYTHROPOIESIS A systematic analysis of global anemia burden from 1990 to 2010. Blood Journal, 123(5), 615–625. https://doi.org/10.1182/blood-2013-06-508325.The

Yuliani, N. N. S., Trinovita, E., & Ludjen, M. U. (2020). Analisis Determinan Status Gizi Dan Anemia Pada Remaja. Departemen Ilmu Gizi, Universitas Palangkaraya, 854–858.

Sri Wulandari Rahman, Usman, U., Umar, F., & Kengky, H. K. (2023). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja. Jurnal Gizi Kerja Dan Produktivitas, 4(2), 109–118. https://doi.org/10.52742/jgkp.v4i2.177

Amalia, L., Sulastri Afianti, Suparto, T. A., & Sumartini, S. (2024). Prevalensi Anemia dan Karakteristiknya pada Remaja Putri. Jurnal Keperawatan, 17(1), 203–210.

Harahap, N. R. (2018). Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Nursing Arts, 12(2), 78–90. https://doi.org/10.36741/jna.v12i2.78

Wirawanti, I. W. (2022). Kurang Energi Kronik (KEK) Berhubungan dengan Kejadian Anemia Remaja Putri. Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.33860/shjig.v3i1.1427.

Published
2025-03-26
How to Cite
Sari, H. E., Ginanda, M. C., Huda, Z. I. A., Nafiah, I., & Andriani, A. F. (2025). Skrining Anemia melalui Pemeriksaan Hb pada Remaja. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(2), 173-178. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i2.5852