Jurnal Peduli Masyarakat https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM <p><strong><img src="/public/site/images/nimda/COVER_JPM_DEPAN_TUNGGAL.jpg" width="195" height="274">JURNAL PEDULI MASYARAKAT</strong> merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan <a href="http://u.lipi.go.id/1571725836" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN 2715-6524</a>&nbsp;dan <a href="http://u.lipi.go.id/1574266004" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN&nbsp;2721-9747</a> &nbsp; Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.</p> <p>&nbsp;</p> Global Health Science Group en-US Jurnal Peduli Masyarakat 2715-6524 Edukasi Pentingnya Peran Keluarga terhadap Pemberian Mp-ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Masa Golden Age pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/3740 <p>Dalam praktiknya masih banyak masyarakat Indonesia yang memberikan MP-ASI kurang dari enam bulan. Hal inilah yang menyebabkan tingginya insiden infeksi seperti diare, infeksi saluran napas, alergi hingga gangguan pertumbuhan. Tingginya kejadian infeksi berdampak pada menurunnya kesehatan bayi balita sehingga kebutuhan gizi tidak optimal yang berujung pada kasus stunting. Salah satu penyebab tingginya kasus stunting di Indonesia adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan gizi anaknya. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif dengan memberikan edukasi pentingnya pemberian MPASI khususnya pada masa Golden Age usia 6-24 bulan agar masalah stunting tidak menjadi masalah yang selalu menghantui kesehatan anak di Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi Peran Keluarga Terhadap Pemberian MP-ASI Sebagai Upaya Pencegahan Stunting&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada Masa Golden AGE Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pemberian penyuluhan seputar MPASI dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk mengetahui pemahaman pentingnya pemberian MP-ASI dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi untuk menvegah stunting. Peserta pengabdian masyarakat ini sebanyak 30 ibu yang memiliki anak usia 6 bulan-24 bulan dan datang ke posyandu Dusun Mengalung dengan hampir 90% ibu belum memahami pentingnya MP-ASI namun setelah diberikan edukasi pemahaman ibu dapat dilihat secara aktif Membahas dan memecahkan masalah ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.Pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian edukasi kepada ibu balita dilakukan dengan baik dan peserta aktif berdiskusi dalam kegiatan tersebut. Kedepannya diharapkan pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan mempraktikkan pembuatan MPASI</p> Hasrun Ningsih Ismiati Ismiati Fuji Khairani ##submission.copyrightStatement## 2024-07-16 2024-07-16 6 3 841 848 10.37287/jpm.v6i3.3740 Edukasi Bahaya Paparan Pestisida Paraquat terhadap Kesehatan Wanita Tani Desa Bentakan, Baki, Sukoharjo https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/3722 <p>Paraquat (1,1-dimetil,4,4 bipirilidium) adalah pilihan utama para wanita tani di Desa Bentakan, Baki, Sukoharjo untuk mengatasi masalah gulma. Herbisida ini efektif dalam memberantas gulma tanpa merusak tanaman budidaya, memiliki aksi bunuh yang cepat, harga terjangkau dan banyak di pasaran. Kombinasi kelebihan ini membuat para wanita tani memilih paraquat sebagai andalan utama dalam meningkatkan hasil pertanian. Penggunaan paraquat yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis, ketidak sesuaian alat pelindung diri, dan rendahnya kesadaran kebersihan pribadi berisiko menimbulkan permasalahan kesehatan serius. Iritasi mata dan kulit, gangguan pernapasan, dan lemah otot adalah gejala awal keracunan paraquat. Risiko kesehatan lebih lanjut adalah adalah kerusakan organ paru – paru, hati, penyakit kardiovaskular dan kanker. Program ini penting dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para wanita tani tentang paraquat, sehingga risiko bahaya kesehatan berkurang. Sasaran kegiatan adalah 24 wanita tani Desa Bentakan, Baki, Sukoharjo. Kegiatan berlangsung 2 hari dengan pre test, pemaparan materi metode ceramah, dilanjutkan workshop pemeriksaan residu paraquat dalam urine, diskusi interaktif dan diakhiri post test. Tingkat kehadiran peserta mencapai 96 %. Hasil uji statistik paired samples T-Test menunjukkan nilai sig (2-tailed) 0,000 (&lt;0,005) berarti ada perbedaan pengetahuan secara signifikan sebelum dan sesudah pemaparan materi dimana rerata nilai post test lebih tinggi dibanding pre test.</p> <p>&nbsp;</p> Wimpy Wimpy Ardy Prian Nirwana Rahma Dewi Rhomadona Rahma Novita Sariningtyas Nonik Restu Putri ##submission.copyrightStatement## 2024-07-16 2024-07-16 6 3 849 858 10.37287/jpm.v6i3.3722 Edukasi Pencegahan Kecanduan Game Online pada Siswa di SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/3667 <p>Game online ialah sebuah permainan yang bisa dimainkan oleh orang banyak di waktu bersamaan dengan memanfaatkan jaringan internet. Game online di era digitalisasi sekarang sangat pesat mudah diakses menggunakan komputer atau smartphone. Pengguna game online secara berlebihan dapat menimbulkan kecanduan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan kecanduan game online pada siswa di SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2024 dan 19 Maret 2024. Edukasi dilakukan menggunakan metode ceramah dan evaluasi menggunakan kuesioner pre test dan post test. Media yang digunakan adalah power point dan LCD. Hasil tingkat pengetahuan pre test pada tanggal 14 Maret 2024 terdapat 20 (56%) siswa kategori baik, 8 (22%) siswa kategori cukup dan 8 (22%) siswa kategori kurang. Hasil tingkat pengetahuan post test kedua&nbsp; pada tanggal 19 Maret 2024 terdapat 32 (89%) siswa kategori baik dan 4 (11%) siswa kategori cukup. Kesimpulannya bahwa untuk mengurangi tingkat kecanduan pada game online dapat dilakukan dengan menggunakan teknik self management dan buku daily activity untuk mengatur aktivitas sehari-hari.</p> Lina Setiani Ita Apriliyani Arni Nur Rahmawati ##submission.copyrightStatement## 2024-07-16 2024-07-16 6 3 859 866 10.37287/jpm.v6i3.3667 Edukasi Oral Hygiene pada Anak Usia Pra Sekolah https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/3668 <p>Kesehatan gigi dan mulut pada anak usia pra sekolah merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal. Edukasi oral hygiene pada anak perlu dilakukan sejak dini untuk membentuk kebiasaan baik dalam merawat kesehatan gigi dan mulut. Edukasi oral hygiene pada anak usia pra sekolah bertujuan untuk mengevaluasi dam meningkatkan pengetahuan anak usia pra sekolah mengenai oral hygiene. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pembelajaran interaktif dalam bentuk ceramah dan demonstrasi yang dilakukan selama dua hari kepada 33 anak usia pra sekolah. Evaluasi pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hasil tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan dilakukan yaitu sebanyak 69.7% memiliki pemahaman yang tidak memadai tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut dan hanya 30.3% yang memiliki pengetahuan cukup atau baik. Setelah penyuluhan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan anak. Jumlah anak dengan tingkat pengetahuan sangat kurang dan kurang masing-masing menurun menjadi 21.2%, sementara jumlah anak dengan pengetahuan cukup meningkat menjadi 42.4%, dan yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 15.2%. Edukasi oral hygiene melalui metode pendekatan yang interaktif pada usia anak pra sekolah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak usia pra sekolah tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.</p> Ayu Afriani Panyuwa Sopia Della Tuapetel ##submission.copyrightStatement## 2024-07-16 2024-07-16 6 3 867 874 10.37287/jpm.v6i3.3668