Skrining Resiko Jatuh pada Lansia di Puskesmas Medan Johor
Abstract
Resiko jatuh adalah suatu kondisi seseorang yang mengalami gangguan keseimbangan dikarenakan gangguan vestibulum, penurunan kekuatan otot, penurunan penglihatan, dan lingkungan fisik seperti penerangan ataupun lantai licin. Kondisi ini menyebabkan seseorang mudah terjatuh dan membutuhkan pertolongan medis. Skrining resiko jatuh pada lansia marupakan satu metode pencegahan agar para lansia tidak mengalami cedera akibat jatuh. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan melatih kepada kader lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Johor. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini terdiri dari tahap pendekatan, persiapan, pelaksanaan, dan pematauan. Pelatihan skrining resiko jatuh pada lansia ini melibatkan 12 kader dan 50 lansia. Pelatihan skrining diberikan selama 1 hari dengan menggunakan media laptop, LCD dan papan flipchart untuk memaparkan materi. Hasil dari kegiatan pelatihan adalah sebanyak 12 orang kader (100%) mampu melakukan skrining kepada lansia. Hal ini dapat dilakukan karena materi pelatihan yang mudah dipahami, demonstrasi dari pelatih yang berulang-ulang serta pendampingan yang dilakukan ketika kader melakukan skrining kepada lansia.
References
Carpenito, L. J. (2007). Rencana Asuhan dan Pendokumentasian Keperawatan Edisi 2. Jakarta: EGC.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Pedoman Pembinaan Kesehatan Lanjut Usia Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Komunitas
Kemenkes. R.I. 2010. Pedoman Pembimbingan Kesehatan Lanjut Uisa Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta Direktorat Bina Kesehatan Komunitas
Kozier, B., Erb, G., Berman, A., Snyder, S. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep Proses & Praktik (7th ed.). Jakarta: EGC.
Lueckenotte, A.G. (2000). Gerontologic Nursing. USA: Mosby.
Miller, C. A. (2004). Nursing for Wellness in Older Adults: Theory and practice (4th ed). Philadelphia: Lippincott Williams & Wolkins
Morse, J. (2009). Preventing Patient Falls: Establishing a Fall Intervention Program . 2nd ed., New York. Springer Publishing Company 2(2), 24–29.
Moorhead, Sue., Johnson, Marion., Maas, Meridean L., Swanson, E. (2016). Nursing Outcomes Classification (NOC) 5th Indonesian Edition. Singapore: Elsevier Science.
Mupangati, Y.M. (2018). Jatuh pada Lansia. Retrieved from http://www.yankes. kemkes.go.id/read-jatuh-pada-lansia-4088.html
Nurhasanah Aan, Nurdahlia, (2020): “Edukasi Kesehatan Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Keluarga Dalam Pencegahan Jatuh Pada Lansia”: JKEP. Vo. 5 No 1 Halaman 84-100. ISSN: 2354-6050: https: C:/Users/HP/Downloads/359-
Utami. (2017). Hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan risiko jatuh pada lanjut usia di desa jaten kecamatan juwiring klaten.
Stanley, M., & Beare, P. G. (2012). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC.
Rokhima. (2016). “Faktor-faktor yang berhubungan dengan resiko jatuh dengan kejadian resiko jatuh pada lansia di unit pelayanan primer Puskesmas Medan Johor.”
WHO. (2015). Mental health and older adults. Diakses pada tanggal 30 Mei 2021 dari http://www.who.int/mediacentre/facts heets/fs381/en/.



