Refreshing Kader untuk Deteksi Dini Stroke dengan Metode Be-Fast

  • Maita Sarah Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Kesehatan Sumatera Utara
  • Dameria Br Ginting Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Kesehatan Sumatera Utara
  • Harsudianto Silaen Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Kesehatan Sumatera Utara
Keywords: deteksi dini, metode be-fast, kader, stroke

Abstract

Meningkatnya prevalensi stroke disebabkan karena rendahnya pencegahan stroke. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa di Indonesia mayoritas (65,7%) penderita hipertensi  (faktor resiko kejadian stroke) memiliki pencegahan stroke yang rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan stroke adalah pengetahuan dan kesadaran tentang stroke menjadi salah satunya. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang stroke akan bermanfaat untuk strategi pencegahan stroke yang lebih baik terutama untuk populasi beresiko. Pengetahuan tentang deteksi dini terkait stroke dan faktor resiko yang penting untuk mengurangi kejadian stroke serta mencegah kematian. Rancangan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan quasi experiment dengan metode pre dan post. Kelurahan Simpang Selayang terdiri dari 17 lingkungan. Total populasi ada sebanyak 25 orang, lakukan pemilihan sampel untuk mewakili setiap Lingkungan dengan purposive sampling sehingga terdapat 17 kader. Hasil setelah diberikan edukasi tentang skrining deteksi dini stroke, kader memiliki pengetahuan baik sebanyak 12 orang (71%) dan kader yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (29%). Pengetahuan yang meningkat tentang skrining deteksi dini stroke dengan metode be-fast dapat meningkatkan deteksi dini yang optimal bagi penderita serta mencegah angka kejadian stroke.

References

Benjamin, E. (2019). Heart disease and stroke statistics-2019 update: A report from the american heart association. Circulation, 139(10), e56-e528. https://doi.org/10.1161/cir.0000000000000659
Kementrian Kesehatan. (2018). Riskesdas 2018. Kementrian Kesehatan Retrieved 28 Desember from
Setyopranoto, I., Upoyo, A. S., Isworo, A., Sari, Y., & Vidyanti, A. N. (2022). Awareness of being at risk of stroke and its determinant factors among hypertensive patients in banyumas, indonesia. Stroke Res Treat, 2022, 4891134. https://doi.org/10.1155/2022/4891134
Khan, F., Gaowgzeh, R. A. M., Saif, A. A., Chevidikunnan, M. F., Soman, A., Mazi, A., BinMulayh, E., Sahu, K. S., & Anjamparuthikal, H. (2021). Effect of community education program on stroke symptoms and treatment on school and college students from south india: A longitudinal observational study. Healthcare (Basel, Switzerland), 9(12). https://doi.org/10.3390/healthcare9121637
Setyopranoto, I., Upoyo, A. S., Isworo, A., Sari, Y., & Vidyanti, A. N. (2022). Awareness of being at risk of stroke and its determinant factors among hypertensive patients in banyumas, indonesia. Stroke Res Treat, 2022, 4891134. https://doi.org/10.1155/2022/4891134
Brunström, M., Ng, N., Dahlström, J., Lindholm, L. H., Norberg, M., Nyström, L., Weinehall, L., & Carlberg, B. (2022). Association of education and feedback on hypertension management with risk for stroke and cardiovascular disease. Blood Pressure, 31(1), 31-39. https://doi.org/10.1080/08037051.2022.2041393
Zhong, X., Wang, J., He, L., & Xu, R. (2020). Recognition of stroke-related knowledge among community residents and the improvement after intensive health education: A cross-sectional study. BMC Neurol, 20(1), 373. https://doi.org/10.1186/s12883-020-01951-6.
Published
2023-10-28
How to Cite
Sarah, M., Ginting, D. B., & Silaen, H. (2023). Refreshing Kader untuk Deteksi Dini Stroke dengan Metode Be-Fast. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat, 3(2), 143-148. https://doi.org/10.37287/psnpkm.v3i2.2568