Edukasi Keluarga Berencana (KB) dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Pemilihan Alat Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS)”

  • Mustika Ayu Lestari Universitas Qamarul Huda Badaruddin
  • Dewi Mira Putryani Universitas Qamarul Huda Badaruddin
Keywords: alat kontrasepsi, edukasi, pengetahuan, keluarga berencana

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan harapan dapat menekan laju pertambahan penduduk. Peserta dalam kegiatan Edukasi Keluarga Berencana di hadiri oleh Wanita Usia Subur (WUS) dengan jumlah 10 orang . Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan metode pemberian informasi / Edukasi tentang Alat Kontrasepsi  kepada WUS akseptor KB di dusun Batrate. Hasil dari kegiatan Edukasi ini dilanjutkan dengan memberikan evaluasi kepada akseptor yaitu Tanya jawab seputar KB dan monitoring evaluasi. Peserta KB dapat menjawab dan menjelaskan dengan baik pertanyaan yang diajukan dan mau Menggunakan KB MKJP (IMPLANT dan IUD). Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dari sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Sebelum kegiatan pengabdian masyarakat diadakan, terdapat 26,64% pengguna MKJP (Implant dan IUD). Setelah diberikan penyuluhan, pengguna MKJP meningkat menjadi 39,50%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan sangat berdampak baik bagi WUS yang ada di wilayah setempat dan dapat menaikkan cakupan MKJP.

References

Anggarini, Dina Dewi, dkk. (2021). Pelayanan Kontrasepsi. Yayasan Kita Menulis : Medan

Dewi, P. H. (2014). Rendahnya Keikutsertaan Pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Pasangan Usia Subur.

Dewiyanti, dkk. (2020). Pengaruh Penyuluhan Kb Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Kontrasepsi Di Posyandu. Jurnal Fenomena Kesehatan. Volme 03

Depkes RI, (2010). Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (2021). Kesehatan Ibu dan Anak. Nusa Tenggara Barat: Dinas Kesehatan Provinsi NTB Kementrian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan

Kementrian Kesehatan RI

Gustikawati, D.A. (2014). Faktor Pendukung dan Penghambat Istri PUS dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant di Puskesmas 1 Denpasar Utara.

Jurnal Biometrika dan Kependudukan, Vol. 3, No. 1

Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 3 nomor 1

Kementrian Kesehatan RI. 2018. Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Ri .2019. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

KEMENTERIAN KESEHATAN RI. (2019). Laporan Provinsi Nusa Tenggara Barat

Manuaba, I. G. B, dkk. 2016. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC

Oviana, Athica. (2016). Penyuluhan Tentang Kb Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pada Pasangan Usia Subur (Pus).

Riskesdas. (2018). Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Ratnaningsih, E. (2018). Analisis Dampak Unmet Need Keluarga Berencana terhadap kehamilan Tidak Diinginkan di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang. Jurnal Kebidanan.

Ulle, A. J., Utami, N. W., & Susmini. (2017). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang KB Terhadap Motivasi Dalam Memilih Alat Kontrasepsi di Desa Bera Dolu Sumba Barat Nusa Tenggara Timur (NTT). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan.

Yanti, Lilis Candra. (2021). Pengaruh KB Suntik DMPA Terhadap Gangguan Siklus Menstruasi pada Akseptor KB. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada: Makassar.

Published
2025-03-01
How to Cite
Lestari, M. A., & Putryani, D. M. (2025). Edukasi Keluarga Berencana (KB) dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Pemilihan Alat Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS)”. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(2), 41-46. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i2.5488