Implementasi Murottal Al-Mulk untuk Mengurangi Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea
Abstract
Sectio caesarea adalah prosedur bedah yang melibatkan pembuatan sayatan pada dinding perut dan rahim untuk memudahkan keluarnya janin. Nyeri persalinan termasuk sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dengan melakukan terapi murottal Al-Mulk diharapkan tingkat nyeri dapat berkurang. PkM ini bertujuan untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea menggunakan terapi murottal Al-Mulk. Mitra yang dituju adalah pasien beragama islam dengan tindakan post operasi sectio caesarea berjumlah 30 peserta di RSU Muhammadiyah Siti Aminah BumiAyu. Metode PkM diselenggarakan pada 28 Mei – 5 Juli 2024, setelah itu pelaksanaan observasi pasien, dengan mengukur nyeri sebelum terapi, melakukan implementasi murottal Al-Mulk lalu mengukur skala nyeri kembali setelah 15 menit dilakukan implementasi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), hasil Program Kegiatan Masyarakat (PkM) menunjukkan penurunan skala nyeri peserta. Sebelum penerapan murottal Al-Mulk, sebagian besar peserta mengalami nyeri sedang, yaitu 21 peserta (70,0%). Setelah terapi murottal Al-Mulk, terdapat penurunan dalam skala nyeri, dengan 14 peserta (46,7%) mengalami nyeri yang berkurang menjadi kategori ringan.
References
Sectio caesarea adalah prosedur bedah yang melibatkan pembuatan sayatan pada dinding perut dan rahim untuk memudahkan keluarnya janin. Nyeri persalinan termasuk sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dengan melakukan terapi murottal Al-Mulk diharapkan tingkat nyeri dapat berkurang. PkM ini bertujuan untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea menggunakan terapi murottal Al-Mulk. Mitra yang dituju adalah pasien beragama islam dengan tindakan post operasi sectio caesarea berjumlah 30 peserta di RSU Muhammadiyah Siti Aminah BumiAyu. Metode PkM diselenggarakan pada 28 Mei – 5 Juli 2024, setelah itu pelaksanaan observasi pasien, dengan mengukur nyeri sebelum terapi, melakukan implementasi murottal Al-Mulk lalu mengukur skala nyeri kembali setelah 15 menit dilakukan implementasi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), hasil Program Kegiatan Masyarakat (PkM) menunjukkan penurunan skala nyeri peserta. Sebelum penerapan murottal Al-Mulk, sebagian besar peserta mengalami nyeri sedang, yaitu 21 peserta (70,0%). Setelah terapi murottal Al-Mulk, terdapat penurunan dalam skala nyeri, dengan 14 peserta (46,7%) mengalami nyeri yang berkurang menjadi kategori ringan.