Pengenalan Aneka Ragam Tanaman Obat Keluarga dan Manfaatnya dalam Mengendalikan Gula Darah Penderita Diabetes Melitus di Area Pegunungan

  • Ida Zuhroidah Fakultas Keperawatan, Universitas Jember
  • Mukhammad Toha Fakultas Keperawatan, Universitas Jember
  • Mokh. Sujarwadi Fakultas Keperawatan, Universitas Jember
  • Nurfika Asmaningrum Fakultas Keperawatan, Universitas Jember
Keywords: diabetes mellitus, petani tengger, tanaman obat keluarga

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolisme kronis multi etiologi dimana kadar gula darah meningkat serta terjadi gangguan metabolisme baik pada karbohidrat, lemak serta protein hal ini dikarenakan ketidakcukupan fungsi dari insulin. Diabetes mellitus pada Tahun 2022 terbanyak di ASEAN, jumlah di Indonesia mencapai 41,8 ribu orang. Wilayah Tengger merupakan wilayah perkebunan yang sangat subur, budidaya tanaman obat keluarga sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Kegunaan dari obat tradisional adalah menjaga kadar glukosa darah tetap stabil sehingga membantu proses pemulihan dari kondisi sakit. Tanaman obat yang bersumber dari buah, bunga, daun dan akar merupakan salah satu contoh dari pengobatan tradisional dari penyakit diabetes mellitus. Kegiatan dalam pengabdian masyarakat tengger dilaksanakaan melalui ceramah dan diskusi dengan menggunakan leafleat dan X-Banner. Subyek dalam kegiatan adalah petani yang mengalami  diabetes mellitus di Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur sebanyak dua puluh warga. Pengabdian kepada masyarakat diawali dengan penyampaian tujuan dari kegiatan penyuluhan, ceramah serta diskusi tentang diabetes mellitus serta tanaman obat keluarga. Hasil dari penyuluhan ini adalah terjadi peningkatan yang signifikan pengetahuan petani tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mengendalikan kadar gula darah pada petani yang mengalami diabetes mellitus. Tanaman obat keluarga yang banyak terdapat di wilayah tengger bisa dimanfaatkan petani sebagai salah satu alternatif mengendalikan glukosa darah pada petani dengan diabetes mellitus.

References

Alinejad-Mofrad, S., Foadoddini, M., Saadatjoo, S. A., & Shayesteh, M. (2015). Improvement of glucose and lipid profile status with Aloe vera in pre-diabetic subjects: A randomized controlled-trial. Journal of Diabetes and Metabolic Disorders, 14(1). https://doi.org/10.1186/s40200-015-0137-2
Aziz, Y. S., Abd Khadir, M. Bin, & Sukmawati, D. A. (2022). Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Tepung Otot (Borreria Laevis (Lamk) Griseb) Terhadap Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Aloksan. Cerata Jurnal Ilmu Farmasi, 13(2).
Aziz, Y. S., Peranginangin, J. M., & Sunarni, T. (2019). Ethnomedicin Studies and Antimicrobial Activity Tests of Plants Used in The Tengger Tribal Community. Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology, 160–164.
Batoro, J., Setiadi, D., Chikmawati, T., & Purwanto, Y. (2013). Pengetahuan Tentang Tumbuhan Masyarakat Tengger di Bromo Tengger Semeru Jawa Timur. WACANA, Jurnal Sosial Dan Humaniora, 14(1), 1–10. http://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/article/view/234
El Qahar, H. A. (2020). Pengaruh Lidah Buaya Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 798–805. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.408
Haskas, Y., Permadani, T. Y. N., & Restika, I. (2021). Literature Review: Tanaman Obat Dengan Multiple Effect Pada Penderita Diabetes Mellitus. (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat), 6(1). https://doi.org/10.37887/jimkesmas.v6i1.16183
Indriyani, S., Batoro, J., & Ekowati, G. (2012). Etnobotani Tanaman Obat Masyarakat Tengger, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Journal of Health and Environtmental Science,(3), 222.
Indriyani, S., Batoro, J., Ekowati, G., & (Malang)., U. B. (2007). Inventarisasi jenis dan potensi tanaman obat Suku Tengger, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru: laporan hasil penelitian fundamental II/I. https://books.google.co.id/books?id=gNpQMwEACAAJ
Paramitha, M. D., & Rahamanisa, S. (2016). Ekstrak etanol herba sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai antidiabetik terhadap mencit wistar terinduksi aloksan. Majority, 5(5), 75–79. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/927
Sudarko, S., Sofia, S., Hariyati, Y., & Winarso, S. (2022). Pengaruh Pelayanan Penyuluhan terhadap Tingkat Hilirisasi Produk Hortikultura di Wilayah Pegunungan Tengger Jawa Timur pada Saat Pandemi Covid 19. Jurnal Ilmiah Respati, 13(2), 142–150. https://doi.org/10.52643/jir.v13i2.2643
Sujarwadi, M., Toha, M., & Huda, N. (2019). the Effect of Infrared Ray and Counseling on Diabetic Foot Ulcer Healing Process. Nurse and Health: Jurnal Keperawatan, 8(2), 134–139. https://doi.org/10.36720/nhjk.v8i2.124
Susilawati, N. L. P. A., Cahyaningrum, P. L., & Wiryanatha, I. B. (2021). Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Mengatasi Penyakit Diabetes Melitus Di Kota Denpasar. Widya Kesehatan, 3(2), 1–6. https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v3i2.2079
Toha, M., Sujarwadi, M., & Zuhroidah, I. (2019). Effect of Aloe Vera Extract and Discharge Planning To Accelerate Wound Healing of Older Adult Hernia Surgery Patients. Nurse and Health: Jurnal Keperawatan, 8(2), 124–133. https://doi.org/10.36720/nhjk.v8i2.121
Wuliyani, T. (2007). Pengaruh Jus Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Tikus Putih (Rattus Novergiccus) strain wistar. In Tesis Universitas Muhammadiyah Malang.
Published
2023-11-09
How to Cite
Zuhroidah, I., Toha, M., Sujarwadi, M., & Asmaningrum, N. (2023). Pengenalan Aneka Ragam Tanaman Obat Keluarga dan Manfaatnya dalam Mengendalikan Gula Darah Penderita Diabetes Melitus di Area Pegunungan. Jurnal Peduli Masyarakat, 5(4), 1111-1118. https://doi.org/10.37287/jpm.v5i4.2402