Mengembangkan Kemampuan Petani dalam Mengatasi Nyeri Otot melalui Self Emotional Freedom Technique (SEFT)
Abstract
Pertanian merupakan sektor terpenting dalam suatu Negara khususnya di Indonesia yang menjadi salah satu Negara penghasil beras terbesar di dunia. Sektor pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Selain menyediakan pangan bagi seluruh penduduk di Indonesia, sektor pertanian juga menyumbangkan devisa serta menyediakan kesempatan kerja bagi masyarakat pedesaan dan bahan baku bagi kegiatan industri. Sebagian besar petani mengeluhkan nyeri akibat sikap kerja dari petani yang tidak sesuai dengan konsep kerja ergonomi dan durasi kerja petani yang beresiko mengakibatkan kelelahan pada tubuh yang mempengaruhi kinerja para petani yang banyak menggunakan kemampuan otot-otot secara fungsional dalam melakukan setiap aktivitas pekerjaannya. Self emotional freedom technique merupakan salah satu tindakan yang dapat mengurangi nyeri otot. Edukasi tentang self emotional freedom tehnique sebagai upaya mengurangi nyeri otot pada petani yang dikemas dalam bentuk penyuluhan merupakan bentuk kegiatan dari pengabdian kepada masyarakat. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah petani di wilayah Mojoparon Pasuruan Jawa Timur sebanyak 25 petani. Diskusi dan tanya jawab mewarnai kegiatan penyuluhan agar terjadi komunikasi yang efektif dengan harapan tujuan dari kegiatan dapat tercapai. Sebagian besar petani memiliki pengetahuan yang kurang dan bahkan ditemukan pengetahuannya sangat kurang, namun setelah dilakukan edukasi dalam kegiatan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, yaitu sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang baik dan tidak ditemukan pengetahuan yang kurang tentang penatalaksanaan menejemen nyeri otot.
References
Batham, C., & Yasobant, S. (2016). A risk assessment study on work-related musculoskeletal disorders among dentists in Bhopal, India. Indian Journal of Dental Research, 27(3), 236–241. https://doi.org/10.4103/0970-9290.186243
Cho, K., Cho, H. Y., & Han, G. S. (2016). Risk factors associated with musculoskeletal symptoms in Korean dental practitioners. Journal of Physical Therapy Science, 28(1), 56–62. https://doi.org/10.1589/jpts.28.56
Donham, K. J., & Thelin, A. (2006). Agricultural medicine : occupational and environmental health for the health professions.
Ida Zuhroidah, Mokh Sujarwadi, M. T. (2022). Empowering Coastal Communities in Emergency Response Through Basic Life Support Training. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 1564–1571.
Notoatmodjo, S. (2015). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (Cetakan V). In Jakarta: Rineka Cipta.
Rauw, L. esther. (2015). Perbandingan Keuntungan Usahatani Padi Sawah Dengan Teknik Tanam Pindah Dan Teknik Tanam Benih Langsung Di Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. E-J Arotekbis, 2(1), 1–15.
Siregar, W. A., Murdy, S., & Saputra, A. (2015). Komparasi Usahatani Padi Sawah Sistem Tapin Dan Sistem Tabela Di Kecamatan Geragai Kebupaten Tanjung Jabung Timur. Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis, 18(2). https://doi.org/10.22437/jiseb.v18i2.2826
Sujarwadi, M., & Toha, M. (2022). Peningkatan Kemampuan Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada Pengungsi Korban Erupsi Gunung Semeru. Prosiding …. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/PSNPKM/article/view/1037%0Ahttp://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/PSNPKM/article/download/1037/765
Tella, B. A., Akinbo, S. R. A., Asafa, S. A., & Gbiri, C. A. (2013). Prevalence and impacts of low back pain among peasant farmers in South-West Nigeria. International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health, 26(4), 621–627. https://doi.org/10.2478/s13382-013-0135-x
Zainudin, & Faiz, A. (2015). Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) for Healing, Success, Happiness, Greatness. Afzan Publishing.
