Terapi Aktivitas Kelompok “Tebak Benda” di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah” Paniki – Manado
Abstract
Lanjut Usia mengalami perubahan fungsi dari sistem tubuh, salah satunya penurunan fungsi kognitif. Terapi aktivitas kelompok merupakan suatu jenis terapi modalitas yang dapat dibuat oleh perawat pada suatu kelompok lansia untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia. Tebak benda menjadi salah satu pilihan terapi aktivitas kelompok pada lansia yang meningkatkan fungsi kognitif. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan terapi aktivitas kelompok tebak benda ini adalah untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia di Balai Penyantuan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah Paniki Manado. Peserta kegiatan ini adalah lanjut usia di Wisma Proklamasi yang berjumlah 12 orang Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan para lansia terlibat secara aktif dan antusias dalam kegiatan ini serta dapat menebak benda dan fungsinya dengan benar. Dapat disimpulkan kegiatan ini dapat membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif pad lansia lewat terapi aktivitas kelompok tebak benda.
References
Amtonis, I., & Fata, U. H. (2014). Pengaruh Senam Otak Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif. Jurnal Ners Dan Kebidanan, 1(2).
Astuti, W., Susanti, E., Nurhayati, L., Marhamah, E., Rusminah, R., Susanti, I., & Bagus, F. (2023). Upaya Peningkatan Fungsi Kognitif dengan Permainan Teka Teki Silang Pada Lansia Demensia. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat, 3(1 SE-Articles). https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/PSNPKM/article/view/1623
Bahtiar, R. F. (2023). Mampukah Latihan Otak Meningkatkan Fungsi Kognitif pada Lansia? Kementrian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
BKKBN. (2023). Generasi Muda Peduli Dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Lansia. Go Lansia Tangguh.
BPS. (2010). Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik.
Emilia, N. L., Susato, D., Anggreyni, M., & Sarman, J. N. R. (2022). Terapi Bermain Untuk Meningkatkan Kekuatan Motorik dan Kognitif pada Lansia Binaan Stikes Bala Keselamatan Palu di Kota Palu. Idea Pengabdian Masyarakat, 2(3).
Ibda, F. (2015). Perkembangan Kognitif : Teori Jean Piaget. Intelektualita, 3(1).
Krisnawati, A. (2020). Pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok Stimulasi Sensori Terhadap Psikososial Lanjut Usia Di Panti Werdha Himo-Himo Kota Ternate Tahun 2019. Jurnal Kesehatan, 13(2).
Kurniawati, U. (2022). Asuhan Keperawatan Pada Lansia Gangguan Neurosensori dengan Masalah Keperawatan Gangguan Memori di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Magetan. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO.
Meilisa, K. (2016). Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stumulasi Persepsi dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Lansia. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
Sigalingging, G., Nasution, Z., Pakpahan, H. M., & Tafona, N. (2021). Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok dan Senam Lansia sebagai Upaya Pengendalian Demensia pada Lansia. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(4).
Sujiono, Nurani, Y., Zainal, Rofiah, O., Rosmala, Rita, Tampiomas, & Leony. (2014). Metode Pengembangan Kognitif, Hakikat Pengembangan Kognitif. Universitas Terbuka Jakarta.
Sujiono, Y. N. (2018). Hakikat Pengembangan Kognitif. Universitas Terbuka.
Wahyni, A., & Nisa, K. (2016). Pengaruh Aktivitas dan Latihan Fisik terhadap Fungsi Kognitif pada Penderita Demensia. MAJORITY, 5(4).
Widari, N. P., Dewi, E., & Astawa, I. K. (2022). Pengaruh Senam Otak Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di RW VI Perumahan Medokan Asri Barat Surabaya. Jurnal Keperawatan, 7(1 SE-Articles). https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/324



