Upaya Penurunan Kejadian Penyimpangan Perilaku Seksual Remaja melalui Komunikasi Efektif antara Orangtua dengan Remaja
Abstract
Kejadian kehamilan remaja tidak hanya terjadi di dunia maupun di kota-kota besar di Indonesia, akan tetapi juga banyak terjadi di daerah pedesaan, salah satu contohnya adalah daerah Gunungkidul di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpangan perilaku seksual remaja melalui komunikasi efektif antara orangtua dengan remaja. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan dengan acara tatap muka dan roleplay. Pelaksanan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan oleh 1 orang pelaksana yaitu dari Dosen STIKES Notokusumo Yogyakarta. Komunikasi efektif orangtua dengan remaja sebagai bentuk pencegahan penyimpangan perilaku seksual dengan remaja menjadi meningkat dan hanya terdapat 2 (dua) kategori saja yaitu baik dan cukup. Adapun kategori baik yaitu 11 (68,75%). Setelah remaja mendapatkan penyuluhan dan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan yang baik sebesar 37,5% dari hasil sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan adalah 31,25% menjadi 68,75%. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan, setelah orangtua remaja mendapatkan penyuluhan dan pelatihan terjadi peningkatan sikap yang baik adalah 68,5% dari hasil sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan hanya terdapat 1 (6,25%) yang kategori baik dan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan meningkat menjadi 12 (75%).
References
Arikunto. (2018). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta.
Astuti, D., & Suharso, S. (2021). Perilaku Asertif Dalam Menolak Ajakan Penyalahgunaan Narkoba Ditinjau Dari Gender (Assertive Behavior in Refusing Drug Abuse Taxed From Gender ). Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, vol 8.
Heriana, E. D. (2012). Memahami Perkembangan Fisik Remaja. Katalog Dalam Terbitan.
Khairani, A., Martunis, & Fajriani. (2017). Pelaksanaan Teknik Sertif untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Siswa di SMPN 2 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 2(3), 65–72.
Kusmiran, E. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Salemba Medika.
Lumban Gaol, Stefanus M. Marbun, and K. S. (2019). Pendidikan Seks Pada Remaja. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 2(2), 325–343.
Notoatmodjo. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta.
Papalia, F. dan M. (2012). Human Development. Mc-Graw Hill.
PILAR PKBI Jawa Tengah. (2017). Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD).
PKBI. (2012). Kasus seksual pranikah remaja dan KTD.
PKBI DIY. (2013). Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Remaja, S. (2012). Dampak nyata perilaku seks pranikah. http://sosbud.kompasiana.com/2012/08/12dampak-nyata-perilaku-seks-pranikah-530864.html. 10 februari 2013
Rober & Debbie. (2018). The Blessed Marriage. Gateway Publishing.
Saifudin AB. (2011). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Situmorang, Z. R., Hastuti, D., & Herawati, T. (2016). Pengaruh Kelekatan dan Komunikasi dengan Orang Tua terhadap Karakter Remaja Perdesaan. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 9(2), 113–123. https://doi.org/10.24156/jikk.2016.9.2.113
Soetjiningsih. (2010). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. SagungSeto.
Stevanus, K., Setyorini, H., Yunianto, ;, Tinggi, S., & Tawangmangu, T. (2022). Efektivitas Pendampingan Orang Tua Terhadap Tingkat Pemahaman Seksual Remaja. Caraka, 1407(April), 2722–1393.
Sunariani, N. N., Suryadinata, A. O., & Mahaputra, I. I. R. (2017). Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (umkm) melalui program binaan di provinsi Bali. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 2(1), 1–20.
Supratiwi, M., Makmuroch, & Andayan, T. R. (2011). Perilaku Seksual Remaja Ditinjau Dari Efektivitas Komunikasi Dengan Orang Tua Dan Kontrol Diri Di Sma 5 Surakarta. Wacana, 000, 17. jurnalwacana.psikologi.fk.uns.ac.id/index.php/wacana/article/view/45/45
Yulianti, P. D. (2019). Profil Asertivitas Mahasiswa. EMPATI-Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(1). https://doi.org/10.26877/empati.v6i1.4116



