Pemberian Ekstrak Temulawak sebagai Terapi Komplementer dalam Menurunkan Nyeri Dysmenorrhea pada Remaja Putri

  • Eva Nurlina Aprilia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta
Keywords: ekstrak temulawak, penurunan nyeri, dysminorrhoe, remaja putri

Abstract

Dysminorrhoe merupakan nyeri pada perut yang mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan haid, salah satu penanganan yang dapat dilakukan adalah pemberian temulawak berupa ekstrak temulawak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak temulawak terhadap penurunan nyeri Dysminorrhoe dan mengetahui tingkat perubahan penurunan nyeri Dysminorrhoe sebelum dan setelah diberikan ekstrak temulawak. Metode penelitian menggunkan Pre eksperimen dengan pendekatan one group pre test dan post test design. Sampel dengan Non Random Sampling dan random sampling (accidental sampling). Jumlah sampel yang digunakan ada 30 remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan sebelum meminum ekstrak temulawak, kategori nyeri ada 3, yaitu nyeri ringan sebanyak 17 orang (56,6%), nyeri sedang 12 orang (40%) dan nyeri berat 1 orang (3,33%). Sedangkan setelah meminum ekstrak temulawak kategori hanya ada 2, yaitu nyeri ringan sebanyak 25 orang (83,3%) dan nyeri sedang sebanyak 5 orang (16,6%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu temulawak merupakan salah satu alternatif intervensi dalam menurunkan tingkat nyeri menstruasi. Kandungan dalam temulawak berupa kurkuminoid, minyak atsiri dan fitokimia berfungsi sebagai analgetik dan mengurangi prostaglandin sebagai hormone yang menciptakan rasa sakit. Adanya kandungan tersebut membuat temulawak memiliki sifat yang dingin sehingga membuat tubuh rileks dan perlahan dapat menurunkan dan menghilangkan nyeri menstruasi.

References

Asroyo, T., Nugraheni, T. P., & Masfiroh, M. A. (2019). Pengaruh Pemberian Minuman Kunyit Asam Sebagai Terapi Disminore terhadap Penurunan Skala Nyeri. Indonesia Jurnal Farmasi, 4(1), 24-28.
Balaha, M., H., Amr, M. A., Moghannum, M. S., & Muhaidab, N. S. (2010). The Phenomenology of Premenstrual Syndrome in Female Medical Stundents: A Cross Sectional Study. King Faisal University, Al-Ahsa. Pan African Medical Journal.
Bare, B. C., & Smeltzer, S. C. (2014). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC.
Costa, J. D., Turwewi, serlibrina W., & Goa, M. Y. (2018). Gambaran Respon Fisik dan Psikologid Dysminorrhoe pada Remaja Putri Usia 13-15 tahun di SMP N 5 Kota Kupang. CHMK Midwifery Scientific Journal, 2(3).
Dehghanzadeh, N., Khoshnam, E., & Nikseresht, A. (2014). The Effect of Weeks of Aerobic Training on Primary Dysmenorrheal. Europian Journal of Experimental, 4, 380-382.
Ekawati, H. (2017). Perbedaan Efektivitas Minuman Jahe dan Kunyit Asam Terhadap Penurunaan Dismenorha pada Mahasiswi Semester VII Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lamongan. SURYA, 9(1).
Hayani, E. (2008). Analisis Kandungan Kimia Rimpang Temulawak. Temu Teknis Nasional Tenaga Fungsional Pertanian. 309-312.
Irianti. (2018). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dysminorrhoe pada Remaja. Jurnal Penelitian Dan Kajian Ilmiah Menara Ilmu Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Kozier. (2018). The Association of Parity and Maternal Age with Small for Gesatsional Age, Preterm, and Neonatal, and Infant Mortality: A Meta analysis. . . BMC Public Health.
Kusmiran, E. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Salemba Medika.
Larasati, T., & Alatas, F. (2016). Dysminorrhoe Primer dan Faktor Risiko Dysminorrhoe Primer pada Remaja. Majoriti, 5(3), 80.
Laudermilk, B., & Jense. (2011). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. EGC.
Manalu, A. B., Siagian, N. A., Ariescha, P. A. Y., Yanti, M. D., & Melinda, N. (2020). Pengaruh Pemberian Jamu Temulawak (Curcuma Zanthorrhiza) terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi (Disminorea) pada Remaja Putri. Jurnal Kebidanan Kesehatan (JKK)., 2(2). https://doi.org/10.35451/jkk.v2i2.346
Naldi, T. (2018). Efektifitas Pemberian Minuman Rebusan Kunyit Asam untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Bustanul Muttaqin Suban, Lampung Selatan. Universitas Lampung.
Nasution, S. S., & Yessa, D. A. (2018). Efektivitas Pemberian Temulawak Terhadap Dismenore pada Remaja di SMP Negeri 4 Tanjung Pura. TALENTA Conference Series: Tropical Medicine (TM), 1(1), 024–03.
Novia, I. N. (2008). Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Disminorrhoe Primer. Indonesian Journal of Public Health.
Proverawati, A., & Misaroh, S. (2009). Menarche Menstruasi pertama penuh makna. Nuhamedika.
Rahayu, K. D., & Nujulah, L. (2018). Efektifitas Pemberian Ekstrak Jahe terhadap Intensitas Disminore pada Maahsiswi Akademi Kebidanan. Embrio, Jurnal Kebidanan, X(2).
Sukini, Y., & Aryanti. (2017). Efektifitas Pemberian Lidah Buaya (Aloe Vera) dan Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) terhadap Penurunan Nyeri Disminore. Jurnal Ilmiah Bidan., 1(1).
Suparyanto. (2011). Tumbuh Kembang dan Imunisasi. EGC.
wahyuni, R. (2014). Faktor—Faktor Yang Berhubungan Dengan Nyeri Menstruasi (Dismenorea) Pada Remaja Putri Di Beberapa Sma Di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2013. Jurnal Maternity and Neonatal, 1(4), 185–196.
Published
2022-05-01
How to Cite
Aprilia, E. (2022). Pemberian Ekstrak Temulawak sebagai Terapi Komplementer dalam Menurunkan Nyeri Dysmenorrhea pada Remaja Putri. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(2), 441-450. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i2.926