Upaya Pencegahan Penyakit Leptospirosis dengan Menggunakan Bahan Alami Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Di Kelurahan Joyotakan Surakarta
Abstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan preventif yang bertujuan untuk memberikan informasi pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun salam sebagai pembasmi alami tikus. Sekaligus memberikan informasi pengetahuan masyarakat mengenai bahaya penyakit leptospirosis pada masyarakat di Kelurahan Joyotakan Surakarta. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi tanya jawab dan demonstrasi pembuatan produk. Materi penyuluhan terdiri dari beberapa materi meliputi pembuatan ekstrak daun salam sebagai pembasmi alami tikus penyebab penyakit leptospirosis. Awal kegiatan sebelum diberikan materi dan akhir kegiatan diberikan materi dilakukan test untuk mengetahui ada tidaknya kenaikan pengetahuan dari peserta terkait materi edukasi. Antusiasme peserta penyuluhan sangat baik dengan tingkat kehadiran 30 orang serta dapat dilihat dari pertanyaan yang diajukan saat sesi diskusi dan tanya jawab. Kemampuan peserta dalam menjawab soal pretest dan post test diuji dengan uji t-berpasangan dan diperoleh nilai p = 0,000 (0,0001), maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test sebelum dengan sesudah pemberian penyuluhan. Angket kepuasan peserta penyuluhan telah diuji dengan uji validitas menggunakan Bivariate Pearson (Korelasi Pearson Product Momment) korelasi antara item deng skor total 0,549-0,905 sehingga dapat dikatakan seluruh item valid dengan signikansi 0,01. Uji reliabiltas menggunakan Alpha Cronbach dengan hasil 0,925 sehingga angket yang diisikan oleh peserta ini dinyatakan reliable.
References
Ikawati, Bina & Marbawati, Dewi. (2010). Bakteri Leptospira Patoc I Merupakan Strain Bakteri Dalam Kelompok Non Patogen yang Sering Ditemukan Pada Penderita Leptospirosis. BALABA. Vol 5 No.01. 12-16.
Illahi, A. N., & Fibriana, A. I. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Prilaku Pencegahan Penyakit Leptospirosis (Studi Kasus Di Kelurahan Tandang Kecamatan Tandang Kota Semarang). Unnes journal off public health, 4(4), 126–135. https://doi.org/10.15294/Ujph.V4I.9688.
Mayer, F. (1981). Pemanfaatan Daun Salam. Rozhledy chirrugii, 60(2), 120–122.
Novira, P. P., & Febrina, E. (2019). Review Artikel: Tinjauan Aktivitas Farmakologi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyantum) (Wight.) (Walp). Jurnal kesehatan perintis (Perintis health journal), 16(1), 127–134.
Priyanto, D., Raharjo, J., & Rahmawati, R. (2020). Domestikasi Tikus: Kajian Prilaku Tikus Dalam Mencari Sumber Pangan Dan Membuat Sarang Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 67–78. https://doi.org/10.22435/blb.V161.2601.
Putri, E. S. (2017). Efektifitas Daun Citrus Hystrik Dan Daun Sixygium Polyanthum Sebagai Zat Penolak Alami Periplaneta Americana. Universitas Negri Semarang, I(1), 1–7.
Rahmadhani, T., Yunianto, B., Penelitian, B., Penyakit, P., & Bintang, B. (2011). 50-88-1-SM (1). 16.
Rampengan, N. H. (n.d.). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Leptospirosis. 2016.
Utami, T. P. A., & Sumekar, D. W. (2017). Uji Efektifitas Daun Salam (Sixygium Polyanthum) Sebagai Anti Hipertensi Pada Tikus Galur Wistar. Majority, 6(1), 77–81.



