Penanganan Kegawatdaruratan Sehari-Hari di Desa Rurukan Satu Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon
Abstract
Kejadian gawat darurat yang berlangsung cepat dan tidak dapat diprediksi memerlukan upaya yang konkrit dalam penangangnnya. Pemberian edukasi melalui kegiatan penyuluhan kesehatan tentang penanganan kegawatdaruratan sehari – hari dilakukan kepada masyarakat desa Rurukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga masyarakat dalam mengatasi masalah henti jantung tiba-tiba sehingga dapat mencegah terjadinya kematian. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan diskusi. Setelah diberikan Pendidikan kesehatan dan demonstrasi para peserta dapat melakukan simulasi pemberian bantuan hidup dasar dengan benar.
References
Ambohamsah, I., Arfa, F., Tanjung R. 2021. Penyuluhan Dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Kecamatan Mapili Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Abdidas Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Vol. 2 No. 6; doi: https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i6.481
American Heart Association. AHA Guideline Update for CPR and ECC. 2015. Circulation Vol. 132
Endiyono & Prasetyo, Rachmar. (2018). Pengaruh Latihan Basic Life Support terhadap pengetahuan dan Ketrampilan Tim MDMC Banyumas, UMP
Herlina, S., Winarti, W., Wahyudi, C.T. 2018. Meningkatkan Pengetahuan Dan Kemampuan Kader Kesehatan Melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar. Riau Journal of Empowerment; Vol. 1; No. 2; doi: https://doi.org/10.31258/raje.1.2.11
International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. 2011. International First Aid and Resuscitation Guidelines. Prancis
Manik, J.M., Natalia, S., Sibuea, R., Theresia, T. (2018). Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Masyarakat. Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility.
Nofzinger,J .R., Kakish,E., Bahhur,N.O., Ryno, J., Pillai, M.,DeBelly, J., & Jones, C. (2019). Effectiveness of Hands-Only Cardiopulmonary Resuscitation Teaching on Lay Bystander Attitudes Toward Future Resuscitation. SMRJ, 4 (1).
https://doi.org/10.51894/001c.8749
Ngirarung, S., Mulyadi, A., & Malara, T. (2017). Pengaruh simulasi tindakan resusitasi jantung paru terhadap tingkat motivasi mahasiswa menolong korban henti jantung. E Journal Keperawatan, 5 (1), 1-8
Perkins, G. D., Handley, A. J., Koster, R. W., Castrén, M., Smyth, M. A., Olasveengen, T., … Greif, R. (2015). European Resuscitation Council Guidelines for Resuscitation 2015. Section 2. Adult basic life support and automated external defibrillation. Resuscitation, 95, 81–99. https://doi.org/10.1016/j.resuscitation.2015.07.015
Putri, R., Safitri, F., Munir, S., Hermawan, A., & Endiyono, E. (2019). Peltihan Bantuan Hidup Dasar dengan Media Phantom Resusitasi Jantung Paru (Prejaru) Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar Pada Orang Awam. Jurnal Gawat Darurat, 1(1), 7-12. Retrieved from http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/JGD/article/view/503
Sudiharto. 2014. Basic Trauma Cardiac Life Support in Disaster. Jakarta: Sagung Seto
Suparta, K. 2018. Hipgabi Bali sosialisasi kasus henti jantung mendadak. Bali
Widyarani, L. (2018). Analisis Pengaruh Pelatihan Resusitasi Jantung Paru RJP Dewasa terhadap Retensi Pengetahuan dan Ketrampilan RJP pada Mahasiswa Keperawatan di Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Soedirman, 12(3), 143. https://doi.org/10.20884/1.jks.2017.12.3.718
Suwaryo, PAW., Yuwono, P. (2017). Faktor - faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan warga masyarakat dalam mitigasi bencana alam tanah longsor. URECOL, 305 - 314



