Jurnal Peduli Masyarakat http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM <p>JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan <a href="http://u.lipi.go.id/1571725836" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN 2715-6524</a>&nbsp;dan <a href="http://u.lipi.go.id/1574266004" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN&nbsp;2721-9747</a> &nbsp; Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.</p> <p><img src="/public/site/images/admin/COVER_JPM_DEPAN_TUNGGAL.jpg" width="247" height="347"></p> en-US livana.ph@gmail.com (Livana PH) globalhealthsciencegroup@gmail.com (Global Health Science Group) Mon, 27 Jun 2022 18:40:53 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Meningkatkan Self-Efficacy Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus melalui Penyuluhan Kesehatan http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1009 <p><em>Diabetes Melitus (DM) memiliki banyak komplikasi namun dapat dikelola sehingga pasien terhindar dari berbagai komplikasi. Salah satu strateginya dengan mengelola diet. Kepatuhan dalam menjalankan diet diabetes membutuhkan suatu kesadaran dan niat (Self efficacy) dari pasien DM. Hasil penelitian Melda et al (2021) di RSUD Doloksanggul mendapatkan bahwa banyak pasien DM yang tidak mematuhi program diet yang dianjurkan memiliki self-efficacy rendah. Oleh karena itu, promosi kesehatan pada pasien DM perlu dilakukan untuk menyampaikan informasi yang benar terkait pentingnya kepatuhan diet. Pasien mengatakan pasrah dan tidak dapat mematuhi pola diet yang dianjurkan. Melalui&nbsp; program&nbsp; pengabdian&nbsp; masyarakat,&nbsp; kami merasa&nbsp; terpanggil&nbsp; untuk&nbsp; ikut&nbsp; membantu&nbsp; memberikan&nbsp; solusi&nbsp; terhadap ketidakpatuhan pasien dalam menjalankan program diet yang dianjurkan pada pasien DM di RSUD Doloksanggul. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan kesehatan tentang diet pasien DM. Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien DM yang rawat jalan di RSUD Doloksanggul sejumlah 15 orang. Self-efficacy kepatuhan diet pasien diukur dengan kuesioner The Diet Self Efficacy Scale versi Indonesia. Sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan, rata-rata jawaban pasien 19 (skala: 0-44), namun setelah penyuluhan kesehatan meningkat menjadi 36 (skala: 0-44). </em></p> <p>&nbsp;</p> Galvani Volta Simanjuntak, Janno Sinaga, Jek Amidos Pardede, Melda Parapat ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1009 Mon, 27 Jun 2022 18:40:28 +0000 Pemberian Terapi Bermain Magic Box untuk Menstimulasi Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1066 <p>&nbsp;</p> <p>Pada dasarnya orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab dalam tugas mendidik anak dengan memberikan berbagai hal menyangkut kepentingan anak-anaknya, seperti mengembangkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan menjaga Kesehatan anak. Hal ini dikarenakan aktifitas yang dilakukan oleh anak ketika dirumah lebih kepada penekanan kemampuan berbicara dan bercerita kegiatan yang dilakukan dengan metode tanya jawab. Sedangkan anak usia dini lebih mudah mengerti dan memahami jika pembelajaran diterapkan dengan langsung praktek/menggunakan media, anak akan gampang mengingatnya karena langsung terlibat dalam kegiatan belajar tersebut. Permainan magic box dapat menstimulasi perkembangan bahasa anak tertutama dalam berbicara, bercerita dan penambahan kosakata untuk anak. Karena tujuan permainan ini adalah menambah kosakata anak saat anak menjelaskan apa saja yang telah mereka sentuh. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah kosakata anak melalui pemberian terapi bermain magic box sehingga saat mereka dapat menjelaskan apa saja yang telah mereka sentuh. Anak-anak menggunakan indra peraba untuk mencari tahu dan mengevaluasi pengalamannya tersebut. Kegiatan ini berfokus pada kemampuan anak untuk merasakan, mengamati, dan menjelaskan pengamatan mereka. Peserta dari kegiatan ini merupakan anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 13 orang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, terapi bermain dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini adalah mampu menambah kosakata anak saat anak menjelaskan apa saja yang telah mereka sentuh.</p> <p>&nbsp;</p> Velga Yazia, Ulfa Suryani, Nurleny Nurleny, Hidayatul Hasni ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1066 Mon, 27 Jun 2022 22:39:15 +0000 Pengaturan dan Pendampingan Diit Pasien dan Kelompok Risiko Diabetes Mellitus http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1068 <p>Diabetes mellitus merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme tubuh. Pencegahan kesakitan dan kematian akibat DM menjadi penting karena penyakit tersebut merupakan penyakit yang dapat dikendalikan dengan mematuhi program pencegahan dan penatalaksanaan DM. Program pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman pasien DM dan kelompok risiko, meningkatkan kemampuan pasien DM dan kelompok risiko dalam mengelola pola makan, dan memastikan bahwa pasien DM dan kelompok risiko dapat secara mandiri melakukan pengaturan diit DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pemberian edukasi dan pendampingan langsung kepada peserta. Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien DM sebanyak 5 orang, kelompok berisiko DM 3 orang, dan kader kesehatan sebanyak 3 orang. Kegiatan dilaksanakan pada minggu pertama berfokus pada edukasi dilanjutkan pendampingan pada minggu kedua dan ketiga. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan kuesioner tentang diit DM yang dilakukan sebelum dan sesudah edukasi. Evaluasi kemandirian diberikan lembar menu makanan setiap hari selama pendampingan. Kegiatan edukasi dan pendampingan yang dilakukan melalui pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pemahaman tentang pengaturan diit DM sebesar 33,94% dan praktik pengaturan diit DM sebesar&nbsp; 88,89%. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman tentang pengaturan diit DM pada pasien dan kelompok berisiko DM sangat penting, diperkuat dengan proses pendampingan yang dapat meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan program pengaturan diit DM.</p> Trina Kurniawati, Eka Budiarto ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1068 Tue, 28 Jun 2022 05:28:54 +0000 Pendampingan Kaderisasi Siswa Konsumen Cerdas di Sekolah Dasar Negeri 10 Denpasar http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1067 <p>Kota Denpasar terbagi menjadi beberapa desa atau kelurahan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada pemegang program kesling di wilayah kota Denpasar, terdapat beberapa&nbsp; kantin dengan higienitas dan sanitasi yang masih kurang di beberapa sekolah di daerah kelurahan Pemecutan. Sekolah Dasar No 10 Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat memiliki kantin yang menjadi tempat membeli makanan jajanan di sekolah dan menjadi salah satu tempat untuk melakukan pendampingan. Permasalahan yang didapatkan kurangnya pengetahuan mengenai makanan dan jajanan yang sehat, aman dan bergizi, belum memiliki kader siswa konsumen cerdas di sekolah tersebut, belum dilakukan pendampingan terhadap kader siswa mengenai pemilihan jajanan dan makanan anak sekolah yang sehat. Pendampingan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai makanan jajanan sehat dan siswa dapat memilih makanan jajanan sehat yang dikonsumsi sehingga dapat mencegah&nbsp; timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh makanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, pengabdian dilakukan dengan pembentukan kader siswa konsumen cerdas, penyuluhan dan pendampingan kader siswa konsumen cerdas yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 10 Pemecutan, Denpasar. Pembentukan kader dilakukan pada siswa kelas 5 berjumlah 38 siswa yang dipilih oleh guru sekolah&nbsp; sejumlah 6 siswa sehingga dapat memberikan pengetahuan mengenai konsumen cerdas kepada adik kelasnya. Pembentukan kader ini bertujuan agar siswa yang menjadi kader dapat mensosialisasikan dan memberikan informasi makanan jajanan sehat ke siswa di lingkungan sekolah. Penyuluhan dilakukan dengan melibatkan puskesmas sebagai narasumber&nbsp; cara menjadi konsumen cerdas. Pendampingan kader dilakukan dengan fasilitator oleh anggota peneliti kepada kader siswa konsumen cerdas yang telah terbentuk dengan menunjukkan cara memberikan pemahaman dalam pemilihan makanan jajanan yang sehat kepada teman-temannya. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar setelah mendapatkan materi pemilihan makanan jajanan yang sehat dan terbentuknya kader konsumen cerdas bagi teman sebaya di sekolah.</p> Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari, Putu Arya Suryanditha ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1067 Tue, 28 Jun 2022 00:00:00 +0000 Pelaksanaan Vaksinasi dan Edukasi Covid-19 di SMU DU 1 Ponpes Darul Ulum Jombang http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1015 <p>Pesantren merupakan tempat potensial untuk&nbsp; terjadinya penularan Covid-19. Sehingga upaya preventif dengan vaksinasi sangat diperlukan. Tujuan&nbsp; dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu pemerintah dalam program vaksinasi sebagai upaya untuk menciptakan <em>herd immunity</em> dan mengedukasi masyarakat pesantren tentang vaksinasi dan pentingnya untuk menjaga protokol kesehatan ditengah pandemi Covid 19. Vaksinasi dosis 1 ini dilakukan di SMA DU 1 pondok pesantren Darul Ulum&nbsp; pada tanggal 8 dan 10 Juli 2021. Jumlah peserta adalah sebanyak 379 putri dan 174 putra berasal dari lingkungan pesantren Darul Ulum. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah persiapan dan koordinasi, pelaksanaan meliputi kegiatan vaksinasi dan edukasi dan kegiatan terakhir adalah evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah kegiatan vaksinasi dapat berjalan dengan sesuai perencanaan dan edukasi dapat dilaksanakan dengan baik karena sebelumnya sudah membagikan kuesioner mengenai pengetahuan dan gambaran perilaku santri mengenai protokol kesehatan. Sehingga ketika pelaksanaan kegiatan edukasi topik yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan cakupan vaksinasi dosis pertama, meningkatan pengetahuan mengenai pencegahan Covid 19.</p> Herin Mawarti, Athi Linda Yani, Nasrudin Nasrudin, Khotimah Khotimah, Mukhoirotin Mukhoirotin, Suyati Suyati ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1015 Thu, 30 Jun 2022 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Kader Sehat Santri di Ponpes Darul Ulum Jombang http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1025 <p>Pesantren merupakan tempat tinggal yang berbasis komunitas, segala aktifitas dilakukan secara bersama. Hal ini yang menjadi sebab mudahnya penyebaran transmisi penularan virus jika ada yang sakit. Sehingga diperlukan pembinaan kader sehat santri yang nantinya dapat dilatih ketrampilannya dalam meningkatkan kesehatan santri. Posyandu santri merupakan pos pelayanan kesehatan yang diperuntukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan santri yang ada di lingkungan pesantren. dengan upaya promotif dan preventif nantinya tim abdimas bertujuan dapat membina santri untuk sadar terhadap nilai kesehatan dan dapat melakukan pencegahan penyakit sedini mungkin dengan membentuk kader sehat santri di pesantren. Adapun langkah yang dilakukan dengan melakukan persiapan dan perencanaan progam, membentuk posyandu santri, menerapkan kegiatan rutin posyandu santri di pesantren, dan melakukan pendampingan serta evaluasi kegiatan selama proses pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan terbentuk posyandu santri sebanyak 84 anggota di pesantren Darul Ulum Jombang, 40 orang&nbsp; kader santri yang sudah terlatih dapat menjalankan pelaksanaan kegiatan posyandu santri di kantor P2KS (pusat pelayanan kesehatan santri), kegiatan posyandu rutin dilakukan setiap bulan, proses pelatihan dan pendampingan kader sehat santri dilakukan selama dua bulan dan setiap minggu 2x kader melakukan pertemuan dengan tim abdimas untuk latihan melakukan pemeriksaan fisik secara umum seperti TD, BB, TB dan LILA serta diberikan pendidikan kesehatan secara umum.</p> Athi Linda Yani, Arifa Retnowuni, Herin Mawarti ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/1025 Thu, 30 Jun 2022 12:17:43 +0000