Pengaruh Senam Otak terhadap Tingkat Kecemasan pada Remaja dalam Menghadapi Pembelajaran Online di Masa Pandemik Covid-19

  • Nur Alianatasya Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Ana Safitri Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Cindi Neni Amilia Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Jihan Febriyanti Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Rusni Masnina Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Keywords: covid-19, remaja, senam otak, tingkat kecemasan

Abstract

Pandemi COVID-19 mengakibatkan banyak perubahan salah satunyaperubahan pada bidang pendidikan.Sejak pemerintah menerapkan social distancing,Kegiatan pembelajaran yang biasanya dilakukan tatap muka secara langsung menjadI tidak dapat terlaksana, sehingga pembelajaran dilakukan secara online atau dari rumah. Dalam masa ini, remaja sangat rentan mengalami gangguan kecemasan. Kecemasan muncul sebagai akibat dari perubahan yang terjadi pada lingkungan belajar, tugas pembelajaran yang berat, tidak siap menghadapi gaya belajar yang baru, menurunnya minat dan konsentrasi dalam belajar. Maka dari itu hal yang dilakukan dalam mengurangi kecemasan adalah Senam otak yang merupakan latihan sederhana untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanan, otak tengah dan otak kecil untuk mengembangkan dan mengontrol emosi, otak depan dan otak belakang sebagai pemfokusan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan menggunakan pendekatan pemberian informasi dan pengetahuan tentang pengaruh senam otak terhadap pada remaja cemas. dari evaluasi hasil pengaruh senam otak terhadap kecemasan pada kata kunci bahwa senam otak dapat mengurangi kecemasan paran remaja dapat mengikuti pembelajaran online dengan lebih mudah.

References

Annisa, D. F., & Ifdil, I. (2016). Konsep kecemasan (anxiety) pada lanjut usia (lansia). Konselor, 5(2), 93–99.
Brazendale, K., Bit, M. W., Weaver, R. G., Pate, R. R., T.-, & McGrievy, G. M.,
Kaczynski, A.T., … von Hippel, P.T. (2017). Memahami perbedaan antara musim panas vs. perilaku obesogenik sekolah anak-anak: Hari-hari terstruktur hipotesa. Jurnal Internasional Nutrisi Perilaku dan Aktivitas Fisik,14(1). https://doi.org/https://doi.org/ 10.1186/s12966-017-0555-2
Brooks, S. K., Webster, R. K., Smith, L. E., Woodland, L., Wessely, S., & Greenberg, N., & Rubin, G.J. (2020). Tanpa judul. Dampak Psikologis Karantina dan Cara Kurangi Ini: Tinjauan Cepat Bukti, 395 (10227), 912-920. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/s0140-6736 (20)30460-8\
Dikir, Y., Badi’ah, A., & Fitriana, L.B. (2016). Senam Otak Berpengaruh terhadap Tingkat Stres pada Anak Usia Sekolah Kelas V di SD Negeri Pokoh 1Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 4(2), 70-74.
Furqoni, P.D., & Yuliani, Y. (2021). Pengaruh Senam Otak Terhadap Tingkat Stres Belajar pada Anak Usia Sekolah. MAHESA: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Malahayati, 1(1), 13–24. https://doi.org/10.33024/mahesa.v1i1.3930
Gumantan, A., Mahfud, I., & Yuliandra, R. (2020). Tingkat Kecemasan Seseorang terhadap Pemberlakuan New Normal Dan Pengetahuan Terhadap Imunitas Tubuh. Jurnal Ilmu dan Pendidikan Olahraga, 1 (2), 18-27.https://doi.org/10.33365/ssej.v1i2.718
Harirah, Z., & Rizaldi, A. (2020). Merespon Nalar Kebijakan Negara Dalam Menangani Pandemi Covid 19 Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik Indonesia, 7(1).
Kemendikbud. (2020). Learning secara Daring dan Bekerja dari Rumah untuk Mencegah Penyebaran Covid-19. https://www.kemdikbud.go.id/mai%0An/blog/2020/03/se-mendikbudpembelajaran-%0Asecara-daring-danbekerja-%0Adari-rumah-untukmencegah-%0Apenyebaran-covid19
Kılınçel, ., Kılınçel, O., Muratdağı, G., Aydın, A., & Usta, M. B. (2021). Faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan remaja di karantina rumah selama pandemi COVID-19 di Turki. Psikiatri Asia-Pasifik, 13(2), 1–6. https://doi.org/10.1111/appy.12406
Nomor, V. (2021). Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 3, 483–492.
Rahayu, K.I. (2017). Brain Gym Terhadap Tingkat Stres Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri. Dunia Keperawatan.
Ruskandi, J.H. (2021). Kecemasan Remaja pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(3), 483–492. https://doi.org/10.37287/jppp.v3i3.530
Sabir, A., & Phil, M. (2016). Gambaran Umum persepsi masyarakat terhadap bencana di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Sosial, 5(3), 304-326.
Septiarto, E., Nuraeni, A., & Supriyono, M. (2014). Pengaruh Senam Otak terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Siswa Kelas VI menghadapi Ujian Akhir
Sekolah di SD Negeri Karangjati 01. Dalam jurnal Keperawatan dan Kebidanan (Vol. 1, hlm. 614–624).
Sprang, G., & Silman, M. (2013). Gangguan stres pascatrauma pada orang tua dan remaja setelah bencana terkait kesehatan. Pengobatan Bencana dan Kesiapsiagaan Kesehatan Masyarakat, 7(1), 105-110. https://doi.org/https://doi.org/10.1017/dmp.2013.22
Suwandi, G. R., & Malinti, E. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Terhadap Covid-19 Pada Remaja Di SMA Advent Balikpapan. Jurnal Keperawatan Malahayati, 2(4), 677–685. https://doi.org/10.33024/manuju.v2i4.2991
Wang, G., Zhang, Y., Zhao, J., Zhang, J., & Jiang, F. (2020). Mengurangi efek dari selamaan rumah pada anak-anak wabah COVID-19. Lancet, 395 (10228). https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0140- 6736(20)30547-X
Published
2021-10-26
How to Cite
Alianatasya, N., Safitri, A., Amilia, C., Febriyanti, J., & Masnina, R. (2021). Pengaruh Senam Otak terhadap Tingkat Kecemasan pada Remaja dalam Menghadapi Pembelajaran Online di Masa Pandemik Covid-19. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat, 1(1), 79-84. Retrieved from https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/PSNPKM/article/view/626

Most read articles by the same author(s)