Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia < 5 Tahun
Abstract
Berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi yang terlahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Berat badan lahir rendah sebagai faktor utama peningkatan mortalitas, morbiditas, serta disabilitas bayi dan juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupanya dimasa depan, salah satu efek jangka panjang pada bayi berat badan lahir redah yaitu gangguan perkembangan salah satunya adalah stunting. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di Posyandu Krajan Desa Wonosari Kecamatan Grujugan yaitu sejumlah 90 balita dan jumlah sampel sebanyak 74 Balita. Tehnik sampling Simple Random Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi kemudian data diolah dengan menggunakan uji spearman rank Hasil analisis riwayat berat badan lahir sebagian besar tidak BBLR yaitu 64 anak (86,5%) dan anak usia < 5 Tahun Sebagian besar tidak stunting yaitu sebanyak 53 anak (71,6%). Hasil analisis berat badan lahir rendah (BBLR) dengan stunting sebesar 0,001 (lebih kecil dari 0,05) maka terdapat hubungan linear secara signifikan antara variable berat badan lahir rendah dengan stunting pada anak < 5 tahun.
References
Aryastami, N. K., Shankar, A., Kusumawardani, N., Besral, B., Jahari, A. B., & Achadi, E. (2017). Low birth weight was the most dominant predictor associated with stunting among children aged 12–23 months in Indonesia. Dalam BMC Nutrition (hal. 1-6).
Badjuka, B. Y. M. (2020). Hubungan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Desa Haya-Haya Gorontalo. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 23-32.
BAPPENAS & UNICEF. (2017). Laporan Baseline SDG tentang Anak-Anak di Indonesia. Diambil kembali dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dan United Nations Children’s Fund: https://www.unicef.org/indonesia/id/SDG_Baseline_report.pdf
DINKES Bondowoso. (2022). Epidemologi Komunitas FKUP. Diambil kembali dari http://pustaka.unpad .uc.id/wpcontenc/uploads/2013/07/pustaka_unpad_analisis_sebaran_dan_faktor_resiko_stunting
Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. (2019). Pembangunan Gizi di Indonesia. Jakarta.
Fitri, L. (2019, 09 25). Hubungan BBLR dan Asi Ekslusif dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Lima Puluh Pekanbaru. Jurnal Endurance 3(1), 131-137. Diambil kembali dari https://ejournal.kopertis10.or.id/index.php /endurance /article/view/1767
Fitriahadi, E. (2018). Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24 -59 bulan. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 15–24. doi:https://doi.org/10.31101/jkk.545
Karisma, G. D., Fauziyah, S., dan Herlina, S. (2022). Pengaruh Antropometri Bayi Baru Lahir dan Prematuritas dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Baturetno. Jurnal Kedokteran Komunitas, 1-10.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Situasi Stunting di Indonesia: Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Pusat Data dan Informasi.
Khasanah, U. (2022). Hubungan Antara Berat Badan Lahir Rendah dan Air Susu Ibu Eksklusif Dengan Kejadian Stunting. Tunas Medika Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 4-11.
Lestari Titik . (2016). Asuhan Keperawatan Anak. Yogyakarta: Nuha Medika.
Mahayu P. (2016). Imunisasi dan Nutrisi. Yogyakarta: Buku Biru.
Maineny, A., Rifkawati, Silfia, N. N., dan Usman, H. (2022). Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting Pada Balita Umur 12-59 Bulan. Jurnal Bidan, 9-14.
Mugianti, S., Mulyadi, A., Anam, A. K., dan Najah, Z. L. (2018). Faktor Penyebab Anak Stunting Usia 25-60 Bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners dan Kebidanan, 268-278.
Nianggolan. (2019). Hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun. Nutrik Jurnal vol. 3.
Rahmawati, L.A., Hardy, F. R., dan Anggraeni, A. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting Sangat Pendek dan Pendek pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Sawah Besar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(2), 68-78.
Sari, I. P., Ardillah, Y., Rahmiwati, A. (2020). Berat bayi lahir dan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan di Kecamatan Seberang Ulu I Palembang. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol. 8, No. 2, 110-118. Diambil kembali dari https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgi
Setiawan, E, Machmud, R, dan Masrul. (2018). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Padang: Puskesmas Andalas.
World Health Organization ( WHO ). (2018, 09 23). Levels and Trends in Child Malnutrition: Key findings of the 2018 Edition of the Joint Child Malnutrition Estimates. Diambil kembali dari www.who.int/nutgrowthdb



