Perbedaan Efektivitas Ekstrak Jahe dengan Ekstrak Kunyit dalam Mengurangi Nyeri Dismenorhea Primer pada Remaja

  • Jamiatul Hasanah STIKES Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan
  • Grido Handoko Sriyono STIKES Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan
  • Bagus Supriyadi STIKES Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan
Keywords: dismenore, estrak jahe, kunyit

Abstract

Dismenore merupakan gangguan ginekologi yang paling sering dialami oleh wanita pada fase menstruasi. Gangguan yang dirasakan berupa nyeri atau kram perut. Untuk mengatasi nyeri haid (dismenore) dapat dilakukan dengan pemberian obat analgesik dan anti inflamasi dan terapi ramuan herbal yang telah di percaya khasiatnya yang berasal dari bahan-bahan tanaman. Tujuan penelitian adalah Perbedaan Efektivitas Ekstrak Jahe dengan Ekstrak Kunyit dalam Mengurangi Nyeri Dismenorhea Primer pada Remaja di Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja  di Kecamata Grujugan sebanyak 187 orang. Besar sampel dalam penelitian ini sebesar 58 orang masing-masing perlakukan terdiri dari 29 orang berbeda yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner kemudian data diolah dengan menggunakan SPSS dengan menggunakan Uji Mann-Whitney U Test. Hasil analisis data diketahui  bahwa sebagian besar nyeri pada responden yang diberikan Ekstrak Jahe adalah nyeri ringan sebanyak 17 orang (58,6%) dan sebagian besar nyeri pada responden yang diberikan ekstrak kunyit adalah nyeri ringan sebanyak 19 orang (65,5%). Berdasarkan Uji Mann-Whitney U Test diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig) sebesar 0,012 < 0,05, artinya ho ditolak dan ha diterima, sehingga ada perbedaan Ekstrak Jahe dengan Ekstrak Kunyit dalam Mengurangi Nyeri Dismenorhea Primer pada Remaja di Kecamatan Grujugan  Kabupaten Bondowoso. Disarankan agar remaja dapat konsumsi kunyit manakala mengalami dismenore.

References

Abdul. (2016). Kejadian Dismenore berdasarkan Karakteristik Orang dan Waktu serta Dampaknya Pada Remaja Putri SMA dan Sederajat di Jakarta Barat tahun 2015. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ammar. (2016). Faktor Risiko Dismenore Primer Pada Wanita Usia Subur di Kelurahan Ploso Kecamatan Tambaksari Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 4 (1).

Anurogo dan Wulandari. (2017). Cara jitu mengatasi nyeri haid. P Hernita, editor. Yogyakarta: CV Andi Offset. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Diananda, A. (2018). Psikologi Remaja dan Permasalahannya. In ISTIGHNA (Vol. 1, Issue 1). https://e-journal.stit-islamic-village.ac.id/istighna/article/view/20.

Gunawati, A., & Nisman, W. A. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Dismenorea di SMP Negeri di Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 8. https://doi.org/10.22146/jkr.56294.

Herawati, R. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Nyeri Haid (Dismenorea) pada Siswi Madrasah Aliyah Negeri Pasir Pengaraian. Materniry and Neonatal Jurnal Kebidanan, 2(3), 161–172.

Indrayani, S., & Ningsih, I. S. (2018). Efektifitas Ekstrak Kunyit dalam Mengurangi Nyeri Disminorhea Pada Mahasiswa di Asrama Akademi Kebidanan Salma Siak. Menara Ilmu, XII(5), 165–170.

Joshi et all. (2015). Primary Dysmenorrhea and Its Effect on Quality of Life in Young Girls. Int J Med Sci Public Heal. [Internet]. 2015;4(3):381–5. Available from: Http://Www.Scopemed.Org/Fulltextpdf.Php?Mn O=172430.

Kojo, N. H., Kaunang, T. M. D., & Rattu, A. J. M. (2021). Hubungan Faktor-faktor yang Berperan untuk Terjadinya Dismenore pada Remaja Putri di Era Normal Baru. E-CliniC, 9(2), 429. https://doi.org/10.35790/ecl.v9i2.34433.

Larasati, T. A., A., & Alatas, F. (2016). Dismenore Primer dan Faktor Risiko Dismenore Primer pada Remaja. Majority, 5(3), 79–84.

Lestari, D. R., Citrawati, M., & Hardini, N. (2018). Hubungan Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Dismenorea pada Mahasiswi FK UPN “Veteran” Jakarta. Majalah Kedokteran Andalas, 41(2), 48. https://doi.org/10.25077/mka.v41.i2.p48.

Lowdermilk. (2016). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC.

Luh, N., Purnama, A., Katolik, S., Vincentius, S., & Surabaya, P. (2019). Perilaku makan dan status gizi remaja.

Mayangsari, R. N., Puri, Y. E., Fauziyah, M., & Annisa, A. (2020). Pemberdayaan Kepada Siswa di SMPN 11 Samarinda tentang Edukasi Penanganan Dismenorea Primer. Indonesian Journal of Community Dedication, 2(1), 22–26. https://doi.org/10.35892/community.v2i1.280.

Negara. (2020). Pengaruh Penggunaan Minyak Jahe Dalam Menurunkan Skala Nyeri Haid Pada Dismenore Primer Siswi Sma Di Kota Palu. Orphanet Journal of Rare Diseases, 21(1), 1–9.

Rahayu, K. D., & Nujulah, L. (2018). Efektifitas Pemberian Ekstrak Jahe Terhadap Intensitas Dismenore Pada Mahasiswi Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan. Embrio, 10(2), 70–75. https://doi.org/10.36456/embrio.vol10.no2.a1642.

Sartika dan Fitriani. (2021). Efektifitas Kunyit dan Asam Jawa Sebagai Terapi Slimming Body pada Ibu Postpartum di BPM Hj. Dewi Mulyati Kabupaten Majalengka. Jurnal Kesehatan Pertiwi Politeknik, 3, 66–70.

Saputro, K. Z. (2018). Memahami ciri dan tugas erkembangan masa remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1), 25– 32.

Published
2023-06-14
How to Cite
Hasanah, J., Sriyono, G., & Supriyadi, B. (2023). Perbedaan Efektivitas Ekstrak Jahe dengan Ekstrak Kunyit dalam Mengurangi Nyeri Dismenorhea Primer pada Remaja. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 1249-1254. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i3.1761

Most read articles by the same author(s)