Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Bantuan Hidup Dasar pada Relawan Bencana

  • Putra Agina Widyaswara Suwaryo Program Studi Keperawatan, STIKes Muhammadiyah Gombong
  • Zulfa Nur Ganda Sari Program Studi Keperawatan, STIKes Muhammadiyah Gombong
  • Barkah Waladani Program Studi Keperawatan, STIKes Muhammadiyah Gombong
Keywords: bantuan hidup dasar, keterampilan, pengetahuan, relawan bencana

Abstract

Korban henti jantung bisa dialami oleh siapapun dan kapanpun tanpa mengenal tempat kejadian. Salah satu faktor penyebab tingginnya kematian akibat henti jantung adalah terlambatnya pertolongan yang diberikan kepada korban segera setelah henti jantung. Mayoritas kasus henti jantung terjadi di pra-Rumah Sakit, mencapai 72%. Pengetahuan dan ketrampilan orang awam yang baik, meningkatkan angka kelangsungan hidup korban henti jantung sebelum mendapatkan penanganan lanjutan di Rumah Sakit. Relawan adalah orang atau tim yang paling sering menjumpai kejadian henti jantung dan korban tidak sadar ketika melakukan pencarian dan evakuasi korban. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan relawan bencana. Proses pengabdian masyarakat ini terdiri dari edukasi dan praktik dengan materi bantuan hidup dasar. Perubahan kognitif sebelum dan sesudah edukasi dievaluasi menggunakan pertanyaan, dengan nilai rata-rata 35 menjadi 85. Peserta sangat antusias dalam mengikuti program edukasi bantuan hidup dasar. Pengabdian masyarakat dengan memberikan pengetahuan untuk meningkatkan ketrampilan relawan dalam memberikan pertolongan kepada korban tidak sadar. Tindak lanjut dari pengabdian masyarakat ini yaitu membuat tim relawan kolaborasi dengan medis untuk menangani kasus medis diluar Rumah Sakit

Kata kunci: bantuan hidup dasar; ketrampilan; pengetahuan; relawan bencana


IMPROVEMENT OF KNOWLEDGE AND SKILLS BASIC LIFE ASSISTANCE IN DISASTER VOLUNTEERS

ABSTRACT

Victims of cardiac arrest can be experienced by anyone and at any time without knowing the scene. One of the factors causing the high death due to cardiac arrest is the late help given to victims immediately after cardiac arrest. The majority of cases of cardiac arrest occur in pre-hospital, reaching 72%. Good knowledge and skills of lay people, increase the survival rate of victims of cardiac arrest before getting further treatment at the Hospital. Volunteers are the people or teams that most often encounter cardiac arrest and the victim is unconscious when searching and evacuating victims. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of disaster volunteers. This community service process consists of education and practice with basic life support materials. Cognitive changes before and after education were evaluated using questions, with an average score of 35 to 85. Participants were very enthusiastic in participating in the basic life support education program. Community service by providing knowledge to improve volunteer skills in providing assistance to unconscious victims. Follow-up from this community service is to create a team of volunteers collaborating with the medical to handle medical cases outside the hospital.

Keywords: basic life support; disaster volunteer; knowledge; skills

References

Afiyan. (2013). Jalur Evakuasi Tepat, Semua Orang Selamat, Bagian 2. Retrieved Maret 2, 2018

Alkatri. (2010). Resusitasi Kardio Pulmoer edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departmen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 1730176

Endiyono & Prasetyo, Rachmar. (2018). Pengaruh Latihan Basic Life Support terhadap pengetahuan dan Ketrampilan Tim MDMC Banyumas, UMP

Hipgabi. (2012). Kumpulan materi pelatihan Emergency Nursing. Jakarta

Justine ,T. (2012). Memahami aspek-aspek pengolahan sumber daya manusia dalam organisasi. Jakarta: Gramedia Widiasrana Indonesia

Ngirarung, S., Mulyadi, A., & Malara, T. (2017). Pengaruh simulasi tindakan resusitasi jantung paru terhadap tingkat motivasi mahasiswa menolong korban henti jantung. E Journal Keperawatan, 5 (1), 1-8

Sawiji, & Suwaryo, PAW. (2018). Sosialisasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Mubaligh di Kabupaten Kebumen. URECOL, 592-600

Sudarman, A. (2019). Pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan siswa kelas XII di SMK Baznas Sulse. Universitas Muslim Indonesia

Sudiharto. (2014). Basic Trauma Cardiac Life Support in Disaster. Jakarta: Sagung Seto

Suwaryo, PAW., Yuwono, P. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan warga masyarakat dalam mitigasi bencana alam tanah longsor. URECOL, 305-314

Throits, P., & Hewitt, LN. (2019). Effect of basic life support training program on knowledge, perceived self-efficacy, and performance of village health volunteers. Nakhon Pathom Rajabhat University

Wawan, A., & Dewi, M. (2011). Teori dan pengukuran sikap dan perilaku manusia. YogyakartaL Nusa Medika

WHO. (2016). Fact Sheet: The top 10 cause of death. Retrivied from http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-cause-of-death pada 14 Januari 2019.

Published
2020-05-12
How to Cite
Suwaryo, P., Sari, Z., & Waladani, B. (2020). Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Bantuan Hidup Dasar pada Relawan Bencana. Jurnal Peduli Masyarakat, 1(1), 13-18. https://doi.org/10.37287/jpm.v1i1.86