Program Sosialisasi Seks Bebas pada Kalangan Remaja di SMP Nurul Islam Semarang

  • Priharyanti Wulandari Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang
  • Dwi Nur Aini Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang
  • Mariyati Mariyati Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang
  • Menik Kustriyani Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang
  • Arifianto Arifianto Program Studi Ners, Universitas Widya Husada Semarang
Keywords: program sosialisasi, remaja, seks bebas

Abstract

Pergaulan yang salah akan berdampak terhadap perilaku seks bebas. Peran orang tua sangat penting untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi. Tetapi kenyataan yang banyak ditemukan bahwa karena kesibukan orang tua anak merasa kurang diperhatikan, terbatasnya waktu dalam memberikan pengawasan sehingga banyak anak remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas. Selain itu, pengaruh lingkungan (teman sebaya) dapat memberikan dampak negatif.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dengan memberikan penyuluhan tentang seks bebas di kalangan remaja, dan diharapkan terjadinya perubahan pengetahuan dan perilaku pada siswa-siswi terhadap seks bebas di kalangan remaja. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu mencari informasi terkait fenomena atau permasalahan pada remaja/siswa, menentukan alternatif pemecahan masalah, survei kelompok sasaran, identifikasi kebutuhan kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. dengan sasaran remaja di SMP Nurul Islam Semarang tentang seks bebas.  Melalui  pengabdian  kepada  masyarakat  diharapkan  remaja  di  SMP Nurul Islam Semarang dapat  mengetahui  dan memahami mengenai seks bebas meliputi pengertian, penyebab, bahaya dan pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan dua kali yaitu pertemuan pertama dengan memberikan penyuluhan tentang seks bebas di kalangan remaja, pertemuan kedua dengan membentuk peer group teman sebaya agar bisa saling memperhatikan dan mengingatkan sesame teman sebaya usia  remaja. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan respon yang positif peserta dan terbentukknya peer group teman sebaya.

References

Andi Nur Andriani Achmad. (2016). Peran Orang Tua Terhadap Pengetahuan Seks pada Anak Usia Dini Jurnal Equilibrium Pendidikan Sosiologi Volume IV No. 2 November 2016 Jurnal Equilibrium ISSN e-2477-0221 p-2339-2401

Astri Aprilia. (2015). Perilaku Ibu dalam Memberikan Pendidikan Seks Usia Dini pada Anak Pra Sekolah (Studi Deskriptif Eksploratif di TK IT Bina Insani Kota Semarang) Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 3, Nomor 1, Januari 2015 (ISSN: 2356-3346)

Boyke.Dr. (2000). Ginekologi dan Konsultan. Jakarta.

Diana, A., Yuviska, I. A., Iqmy, L. O., & Evayanti, Y. (2020). Penyuluhan tentang bahaya seks bebas mempengaruhi pengetahuan remaja. Kebidanan Malahayati, 6 (1), 99–103. http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebi danan/article/view/1732

Guse, K., Levine, D., Martins, S., Lira, A., Gaarde, J., Westmorland, W., & Gilliam, M. (2012). Interventions using new digital media to improve adolescent sexual health: a systematic review. Journal of Adolescent Health. http://www.jahonline.org/article/S1054-139X%2812%2900135-8/abstract

Keswara,U.R., &Wardiyah, A.(2017). Penyuluhan Tentang Mengenal Bahaya Seks Bebas Bagi Kesehatan Reproduk di Remaja Di SMP Negeri 14 Bandarlampung. Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 41(2), 84–93.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas/article/ download/35/pdf

Levine, D. (2011). Using Technology, New Media, and Mobile for Sexual and Reproductive Health. Sexuality Research and Social Policy, 8(1), 18–26. https://doi.org/DOI:10.1007/s13178-011-0040-7

Nurjanah. (2013). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Kecenderungan Perilaku Seksual Remaja. Diakses dari: http://eprints.ums.ac.id/25369/11/02._Naskah_Publikasi.pdf

Salisa Anna. (2013). Perilaku Seks Pranikah Di Kalangan Remaja (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Perilaku Seks Pranikah Di Kalangan Remaja Kota Surakarta). Skripsi Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta.

Sarwono,S. (2012). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Septiana. (2014). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan reproduksi Di SMP ISLAM RUHAMA CIPUTAT. Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta.

Strasburger, V. C., & Hogan, M. J. (2013). Children, adolescents, and the media. Pediatrics, 132(5), 958–961. https://doi.org/10.1542/peds.2013-2656

Sugiyanto. (2019). Bahaya Seks Bebas Pada Remaja. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/ tmp/ Bahaya Seks Bebas Pada Remaja.pdf

Widdice, L. E., Cornel, J. L., & Liang, W. (2006). Having Sex and Condom Use: Potential Risks and Benefits Reported by Young, Sexually Inexperienced Adolescents. Journal of Adolescent Health, 39(4), 588–595. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jadohe alth.2006.03.016

Wijayanto. (2008). Cinta Antara Realita Seks Pra-nikah. Jogjakarta. Lip

Published
2021-12-28
How to Cite
Wulandari, P., Aini, D., Mariyati, M., Kustriyani, M., & Arifianto, A. (2021). Program Sosialisasi Seks Bebas pada Kalangan Remaja di SMP Nurul Islam Semarang. Jurnal Peduli Masyarakat, 3(4), 437-442. https://doi.org/10.37287/jpm.v3i4.754