Pemberdayaan SD 2 Muhammadyah Denpasar dalam Revitalisasi Permainan Tradisional sebagai Wahana Edukasi Pembentukan Karakter Anak
Abstract
Fokus pengabdian ini adalah merevitalisasi permainan tradisional sebagai wahana edukasi pembentukan karakter anak sekolah. Bermain bagi anak memiliki arti yang sangat penting diantaranya menstimulasi perkembangan bahasa/kemampuan verbal, mengembangkan keterampilan sosial, dan meningkatkan kemampuan problem solving. Permainan tradisional merupakan suatu permainan warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal, serta menjadi stimulus membentuk karakter positif anak. Permainan tradisional memiliki aspek motorik, kognitif, emosi, bahasa dan spiritual. Pengabdian ini dilatarbelakangi beberapa persoalan, diantaranya anak cenderung bermain permainan game online yang dapat memicu perilaku agresif, individual, acuh tak acuh dan penurunan sopan santun. Guna mengatasi persoalan tersebut, dalam pengabdian ini dilakukan kegiatan sosialisasi, pendampingan, monitoring dan fasilitasi penyerahan peralatan permainan tradisional
Kata kunci: revitalisasi; permainan tradisional; edukasi; karakter; anak
EMPOWERMENT OF BASIC SCHOOL 2 MUHAMMADYAH DENPASAR IN REVITALIZATION OF TRADITIONAL GAME AS WAHANA EDUCATION FORMATION OF CHARACTER CHILDREN
ABSTRACT
The focus of this community is revitalizing traditional games as an educational tool for the formation of schoolchildren's characters. Playing for children has a very important meaning including stimulating language development / verbal ability, developing social skills, and improving problem solving abilities. The traditional game is a game of ancestral heritage that needs to be preserved because it contains the values of local wisdom, as well as being a stimulus to shape the positive character of children. Traditional games have aspects of motor, cognitive, emotion, language and spiritual. This service is motivated by several problems, including children who tend to play online games that can trigger aggressive, individual, indifferent behavior and decline in courtesy. In order to overcome this problem, in this service community activities include socialization, assistance, monitoring and facilitation of the delivery of traditional game equipment.
Keywords: revitalization; traditional game; education; character; children
References
Akbari, H., Abdoli, B., Shafizadeh, M., Khalaji, H., Hajihosseini, S., & Ziaee, V. (2009). The effect of traditional games in fundamental motor skill development in 7-9 year-old boys. Iranian Journal of Pediatrics, 19(2), 123–129.
Arifa, F. N. (2019). 13 pencegahan kekerasan melalui pendidikan karakter.
Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003. In Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Presiden Republik Indonesia.
Detiknews. (2019). HUT ke-74 kemerdekaan RI Bertema “Menuju Indonesia Unggul”, Begini Logonya. Retrieved from https://m.detik.com/news/berita/d-4597919/hut-ke-menuju-indonesia-unggul-begini-logonya
Elissa, R. A. (2017). Permainan Tradisional Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar. 1(1), 421–424.
Hendrowibowo, L. (2018). Implementasi permainan tradisional sebagai salah satu sarana pendidikan karakter di tk aba, jeruk wudel, gunung kidul. (0291), 266–271.
KPAI. (2016). KPAI Dukung Game Online Berbahaya bagi Anak Diblokir. Retrieved from https://www.kpai.go.id/berita/kpai-dukung-game-online-berbahaya-bagi-anak-diblokir
KPAI. (2019). DPR: Penggunaan Gadget oleh Anak Usia Dini Perlu jadi Isu Nasional. Retrieved from https://today.line.me/id/pc/article/DPR+Penggunaan+Gadget+oleh+Anak+Usia+Dini+Perlu+Jadi+Isu+Nasional-VgpNBl
Luh, N., Asri, M., Suryati, Y., Rudhiati, F., & Mediani, H. S. (2018). The Effect of Traditional Game of Magoak-Goakan To Theprosocial Behavior Among Preschool Children ( 5-6 Years Old ) At Maria Fatima Kindergarten Jembrana Bali. 7(5), 1–7. https://doi.org/10.9790/1959-0705020107
Misbach, I. H. (2006). Peran Permainan Tradisional Yang Bermuatan Edukatif Dalam Menyumbang Pembentukan Karakter Dan Identitas Bangsa. Universitas Pendidikan Indonesia, 1–24.
Mulyani, N. (2016). Super Asyik Permainan Tradisional Anak Indonesia. Yogyakarta: DIVA Press.
Mulyasa. (2013). Manajemen Pendidikan Karakter.
Samani, M. & H. (2013). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Saputra, N. E., & Ekawati, Y. N. (2017). Meningkatkan Kemampuan Dasar Anak Tradisional Games in Improving Children ’ S Basic Abilities. Jurnal Psikologi Jambi, 2(2), 48–53.
SD Muhammadyah 2 Denpasar. (2019). Visi dan Misi. Retrieved from https://sdm2dps.com/visi-dan-misi/
Supriyono, A. (2018). Olany Agus Widiyani Bacaan untuk Anak Tingkat SD Kelas 4, 5, dan 6 (Suladi, Ed.). Badan Pengembangan dan Pembinan BAhasa.
Yudiwinata, H. P., & Handoyo, P. (2014). Permainan Tradisional dalam Budaya dan Perkembangan Anak. Paradigma, 02, 1–5.



