Duta Remaja Peduli Kesehatan Mental di Masa Pandemi

  • Betie Febriana Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung
  • Wigyo Susanto Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung
  • Muhammad Farhan Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung
Keywords: kesehatan mental, pandemi covid-19, remaja

Abstract

Upaya peningkatan kemampuan masyarakat terkait Kesehatan jiwa perlu ditingkatkan. khusunya di masa pandemic ini semua kalangan terdampak akan covid lebih lebih remaja. Sebagian besar, remaja mengalami hambatan dalam proses melewati masa krisis dalam dirinya. remaja merupakan entitas yang lebih menyukai berinteraksi dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang tua atau dewasa lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan ketrampilan remaja dalam menghadapi masa krisis selama pandemic covid-19. Program ini terdiri dari dua tahap yaitu ofline untuk pelatihan dan online untuk pemantauan dan konseling. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membentuk duta remaja terdiri dari 13 remaja kemudian diberikan pre test dan post test terkait pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan. Analisis deskriptif digunakan dalam pengabdian ini dengan menilai prosentase perubahan pengetahuan remaja terhadap Kesehatan  mental, serta ketrampilan untuk mengatasi kecemasan pada dirinya dan teman sebaya. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan 78% dan 100% remaja mampu mempraktekkan Tarik nafas dalam serta kemampuan menghargai diri sendiri.

References

Albert, C., & Garcı´a-Serrano, C. (2010). Cleaning the slate? School choice and educational outcomes in Spain. High Educ, 559–582. http://doi.org/10.1007/s10734-010-9315-9

Ardi, Z., Ibrahim, & Said .(2012). Capaian Tugas Perkembangan Sosial Siswa dengan Kelompok eman Sebaya dan Implikasinya Terhadap Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Konselor. 1(1) 1-9. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor

Brown, S. D., & Lent, R. W. (2013). Career Development and Counseling: Putting Theory and Research to Work. (2, Ed.)John Wiley & Sons (2nd ed., Vol.

Dewi, G. K., Cahyani , H. B. (2015). Resiliensi pada remaja yatim piatu yang tingal di panti asuhan. Jurnal SPIRITS. 5(2), 29-36.

Frutos, T. H., Vicen, N. D. (2014). Factors of risk and prktection/resilience in adolescent scholar bullying. Jurnal Revista Internacional DE Sociologia (RIS). 73(3), 583-608.

Heppner, P. P., Wampold, B. E., & Kivlighan, D. M. (2008). Research Design in Counseling, Third Edition. Belmont: Thomson Higher Education.

Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2015). Wong’s nursing care of infants and children (10th ed.). Elsevier.

Hurlock, E, B. (2005). Psikologi Perkembangan. Edisi ke 5. Erlangga: Jakarta.

Lee, T. Y., & Lok, D. P. P. (2012). Bonding as a positive youth development construct: a conceptual review. In The Scientific World Journal (Vol. 2012, pp. 1–11). https://doi.org/10.1100/2012/481471

Robbins, S. P. (2003) Perilaku Organisasi: Konsep Kontroversi Aplikasi. Edisi. Kedelapan. Trans..

Romeo RD. (2014). Perspectives on stress resilience and adolescent neurobehavioral function. . Neurobiol Stress Journal. Nov 8;1:128-33. doi: 10.1016/j.ynstr.2014.11.001. PMID: 27589663; PMCID: PMC4721430.

Smores. (2020). Mental Health Awareness of adolescent in covid-19. Counseling Newsletter.

Stuart G.W,.(2013). Principles and Practice of Psychiatric Nursing 9 th. St. Louis: Mosby

Susanti, Apriasih, Danesi. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Kader Posyandu Remaja Uswatun Hasanah Desa Cikunir. abdimas umtas . 3(2). https://journal.umtas.ac.id/index.php/ABDIMAS/article/view/579

Videbeck, S. L. (2011). Psychiatric-Mental health nursing (5th ed.). Lippincot Williams & Wilkins

Wampold, B. E., & Kivlighan, D. M. (2008). Research Design in Counseling, Third Edition. Belmont: Thomson Higher Education.

Published
2021-12-28
How to Cite
Febriana, B., Susanto, W., & Farhan, M. (2021). Duta Remaja Peduli Kesehatan Mental di Masa Pandemi. Jurnal Peduli Masyarakat, 3(4), 389-394. https://doi.org/10.37287/jpm.v3i4.709