Edukasi Penggunaan Minyak Kelapa dan Minyak Tawon dalam Penyembuhan Luka Lecet
Abstract
Dalam menghadapi kondisi yang tidak diinginkan seperti saat terjadinya kecelakaan, sehingga terjadinya luka dan sebagainya, maka yang terpenting adalah dilakukan perawatan luka segera. Akan tetapi, jika luka tidak dirawat dengan baik maka akan ada resiko terjadinya infeksi, maka yang penting dilakukan adalah mengunjungi tempat pelayanan Kesehatan terdekat untuk mendapatkan terapi dan pertolongan, saat dilakukan studi awal didapatkan wawancara dengan 5 warga diwilayah kerja Puskesmas Pasir Putih yang ada Riwayat luka lecet didapatkan bahwa Ketika terjadi luka lecet maka luka akan di rawat sendiri dirumah atau dibiarkan begitu saja tanpa berkonsultasi dengan pelayanan Kesehatan terdekat. padahal Jika dibiarkan terus menerus maka akan beresiko etrjadinya infeksi, dan bertambah parah jika tidak dirawat dengan baik. Jumlah responden pada kegiatan pengabdi adalah 30 responden. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang penggunaan minyak tawon dan minyak kelapa dalam penyembuhan luka lecet, metode yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner pre test, kemudian penyampaian materi dan posttest. hasil yang diperoleh pada saat preters 30 responden berpengetahuan kurang (100%). Hasil post test 5 responden berpengetahuan cukup (16,7%) dan berpengetahuan baik 25 responden (83,3%). Pelaksanaan edukasi dapat meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang manfaat penggunaan Minyak Tawon dan minyak kelapa dalam penyembuhan luka lecet.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Manokwari. (2023). Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Kerugian Material, 2022. https://manokwarikab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjIxIzI=/banyaknya-kecelakaan-lalu-lintas-dan-jumlah-kerugian-material.html
Fatimah, M. P., Fatrin, T., & Yanti, D. (2021). Pengaruh Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) Untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum. Jurnal Ilmu Keperatan Dan Kebidanan Nasional, 3(2), 1–12.
Gadekar, R., Saurabh, M., Thakur, G., Saurabh, A. (2012). Study of formulation, characterisation, and wound healing potential of transdermal patches of curcumin. Asian Journal of Pharmaceutical And Clinical Research, 5(4), 225–230.
Lam, N., Muravez, S. N., & Boyce, R. W. (2015). A comparison of the Indian Health Service counseling technique with traditional, lecture-style counseling. Journal of the American Pharmacists Association, 55(5), 503–510. https://doi.org/10.1331/JAPhA.2015.14093
Loihala, M., & Maryen, Y. (2021). Penanganan Nyeri dan Bengkak Gout Artritis dengan Kompres Kombinasi Daun Seledri dan Minyak Tawon. https://mybook.poltekkeskdi.ac.id/index.php/polkeskenpress/catalog/download/1/3/8?inline=1
Mujiburrahman, Riyadi, M. E., & Ningsih, M. U. (2020). Pengetahuan Berhubungan dengan Peningkatan Perilaku Pencegahan COVID-19 di Masyarakat. Jurnal Keperawatan Terpadu, 2(2), 130–140. https://doi.org/https://doi.org/10.32807/jkt.v2i2.85
Patimah, I., Yekti W, S., Alfiansyah, R., Taobah, H., Ratnasari, D., & Nugraha, A. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Penularan Covid-19 pada Masyaraka. Jurnal Kesehatan Poltekkes Tanjung Karang, 12(1). https://doi.org/https://doi.org/10.26630/jk.v12i1.2302
Rastika Dewi, N. K. D., Satriani, N. L. A., & Pranata, G. K. A. W. (2022). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Pada Masyarakat Di Kabupaten Buleleng. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 6(1), 67–73. https://doi.org/10.37294/jrkn.v6i1.360
Suaib, S., Pebrian, P., Saso, N. F. A., Savitri, R., Nur, R., Amboaha, W., Saputra, F., Lumpeng, P. I. A. S., & Lestari, P. (2024). Peran Masyarakat Dalam Perawatan Luka Dengan Metode Moist Wound Healing Di Desa Gunung Sari Dusun Bangun Sari. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 5691–5694.
Wakkary, Jacquelinej. & Kairupan, C. (2017). Pengaruh Pemberian Getah Bonggol Pisang (Musa Paradisiaca Var. Sapientu, L. Kuntze. AAB) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Kulit Tikus Wistar (Rattus Norvegicus). Jurnal E.Biomedik (EBm), 5(1).



