Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Kesehatan Mata bagi Balita
Abstract
Melakukan pemeriksaan mata pada anak secara kontinu pada usia 3 -5 tahun sangat perlu dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan pada anak sejak awal. Pada umumya pemeriksaan mata dilakukan kalau orangtua menangkap gejala awal seperti ada gangguan penglihatan pada anak misalnya kesulitan melihat dari jarak dekat maupun jauh atau juga ada riwayat keluarga yang memiliki masalah mata. Sejatinya, pemeriksaan mata untuk anak-anak sebaiknya dilakukan untuk memastikan mata anak sehat dan tidak memiliki masalah penglihatan yang dapat mengganggu aktifitas anak khususnya saat belajar di sekolah dan berpotensi memengaruhi kesehatan anak dimasa kedepannya. Kegiatan deteksi dini kesehatan mata dengan menggunakan “kartu E” menjadi salah satu strategi sederhana dalam mendeteksi kesehatan mata dimana hal ini tidak pernah dilakukan di Posyandu RW I Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan. Untuk kelancaran dalam upaya sosialisasi “kartu E” terdapat beberapa kategori pada penyelenggaraanya yaitu terdiri dari ceramah, praktek dan evaluasi dengan sasarannya adalah kader posyandu RW I Kelurahan Palebon yang berjumlah 10 orang. Hasil dalam pemeriksaan kesehatan mata ini adalah rata rata Balita di Posyandu RW I Kelurahan Palebon ini baik, terdapat tambahan ketrampilan kader posyandu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan mata.
References
Buku Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak, Kementrian Kesehatan 2016
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Riset Kesehatan Dasar 2013.
Diseminasi hasil riset kemanusiaan tentang epidemiologi penyakit mata Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran UGM bekerjasama dengan Dria Manunggal dan Children Sight Foundation (CSF).
DwiSeptiwi . (2013) . Perancangan Kampanye Sosial Kesehatan Mata Anak Usia Dini, Hal : 1 - 56 . Diakses dari : http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/495/jbptunikompp-gdldwiseptiwi-24714-3-makalah-2.pdf
Dokter Anak Org. November. 2013. Macam – macam Pada Penyakit Mata Diperoleh 22 januari 2018.Dari https://dokteranak.org/macam-macam-penyakit-mata-pada-anak
Huang H M, Dolly Shuo-Teh Chang, Pei-Chang Wu. 2015. The Association between near work activities and myopia in children - A Systematic Review and Meta-Analysis. Plos One. 10(10):1–15.
Klik Dokter .September 2016 . Mata minus pada anak 5 tahun Diperoleh 22 januari 2018. Dari https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/2813445/mata-minus-padaanak-5-tahun
Lydia Elenovia . (2013) . Perancangan Kampanye Sosial Bagi Orang Tua Tentang Bahaya Tablet PC Bagi Anak Usia 2 Tahun ke Bawah , Hal : 1 - 11. Diakses dari : https://media.neliti.com/media/publications/87161-ID-none.pdf
Menkes RI. Situasi Gangguan Penglihatan dan Kebutaan: Infodation. Pusat Data Informasi Kementrian Kesehatan RI;2014.
Pedoman Umum Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga tahun 2016
Ramamurthy, D., Lin Chua, S. Y., & Saw, S.-M. 2015. A review of environmental risk factors for myopia during early life, childhood and adolescence. Clinical and Experimental Optometry. 98(6): 497–506.
Siti Kamalia . (2015) .Hubungan Dukungan Keluarga dengan Ketajaman Penglihatan Pada Anak Usia 3 - 6 Tahun Di TK Mahfilud Duror Desa Mojogemi Sukowono Jember , Hal : 1 -12 . Diakses dari :http://digilib.unmuhjember.ac.id/files/disk1/70/umj1x-sitikamili-3490-1-artikel-.pdf
Umiyarni , Dyah . (2018). Panduan Gizi Dan Kesehatan Anak Sekolah . Yogyakarta : Andi Publisher .
Wang, L., Du, M., Yi, H., Duan, S., Guo, W., Qin, P., Sun, J. 2017. Prevalence of and factors associated with myopia in Inner Mongolia Medical Students in China, a cross-sectional study. BMC Ophthalmology. 17(1): 1–7.
Yekti , Mumpuni .(2017). 45 Penyakit Pada Mata . Yogyakarta : Andi Publisher.



