Pembentukan Posbindu Institusi “POSBINI” dalam Upaya Mendukung Kampus Sehat pada Civitas Akademik Universitas Harapan Bangsa
Abstract
Kampus merupakan salah satu institusi yang perlu mendapatkan perhatian dalam penanggulangan PTM. Untuk memperluas kegiatan kampus sehat yang telah terbentuk di Universitas Harapan Bangsa (UHB) serta mencegah serta menurunkan PTM maka dilakukanlah kegiatan Pembentukan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) PTM Institusi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta civitas akademika Universitas Universitas Harapan Bangsa dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan dari sosialisasi, pembentukan dan pelatihan kader, tahap pelaksanaan dilakukan dilakukan bersama antara tim pengabdian masyarakat, Prodi Kebidanan dan Puskesmas Kembaran I serta Puskesmas Purwokerto Selatan. Pelaksanaan dilakukan pada bulan September sampai dengan November. Tahap evaluasi dilakukan dengan melihat antusiasme para civitas akademik dalam memeriksakan diri ke POSBINI (Posbindu Institusi) yaitu sejumlah 121 responden. Kegiatan selanjutnya POSBINI akan dilakukan selama 1 bulan sekali untuk mengidentifikasi tindak lanjut dari hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan berupa pemahaman civitas akademik tentang Posbindu-PTM, terbentuknya Posbindu Institusi dan deteksi dini terhadap 121 responden dengan status tekanan darah rata-rata 123/80.25, Indeks Massa Tubuh (IMT) rata-rata dalam batas normal sejumlah 47,1% meskipun terdapat yang mengalami overweight 15,7% dan obesitas 23,5%. Pada pengukuran lingkar perut sebagian besar mengalami obesitas sentral sejumlah 58,8% dan pemeriksaan gula darah sewaktu sebagian besar dalam batas normal sejumlah 57%. Kegiatan Posbindu Institusi merupakan kegiatan efektif untuk mengendalikan kejadian PTM.
References
Asmin, E., Tahitu, R., Que, B. J., & Astuty, E. (2021). Penyuluhan Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 940–944. https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2769
Badriyah, L. (2021). Hubungan imt dan aktifitas fisik dengan kadar kolesterol. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Manusia, 1(1), 25–30.
Besar, J., Delitua, N., & Serdang, D. (2018). Pengaruh Predisposisi , Enabling Dan Reinforcing Terhadap Utilitas Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Institut Kesehatan Deli Husada Delitua 1(1), 1–8.
Chayati, N., Marwanti, M., Ats-tsaqib, M. B., & Munarji, R. P. (2023). Identifikasi Nilai Indeks Massa Tubuh, Lingkar Perut, dan Konsumsi Buah Sayur sebagai Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular. Media Karya Kesehatan, 6(1), 130–141. https://doi.org/10.24198/mkk.v6i1.39292
Darsini, D., Hamidah, H., Notobroto, H. B., & Cahyono, E. A. (2020). Health risks associated with high waist circumference: A systematic review. Journal of Public Health Research, 9(2), 94–100. https://doi.org/10.4081/jphr.2020.1811
Dhawan, D., & Sharma, S. (2020). Since January 2020 Elsevier has created a COVID-19 resource centre with free information in English and Mandarin on the novel coronavirus COVID- 19 . The COVID-19 resource centre is hosted on Elsevier Connect , the company ’ s public news and information . January.
Gunawan, S., & Rahmawati, R. (2021). Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Hipertensi dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Tugu Kecamatan Cimanggis Kota Depok Tahun 2019. ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat), 6(1), 15–22. https://doi.org/10.22236/arkesmas.v6i1.5829
Kemenkes. (2018). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018.
Kemenkes, R. (2016). Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jurnal Kesehatan, 11(2), 52–64.
Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. In Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.
Kholifah, S. H., Budiwanto, S., & Katmawanti, S. (2020). Hubungan antara Sosioekonomi, Obesitas dan Riwayat Diabetes Melitus (DM) dengan. Donesia, 1(2), 157–165. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmiURL:https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmi/article/view/41419/173
Oktaviana, E., Nadrati, B., Supriyatna, L. D., & Zuliardi, Z. (2023). Pemeriksaan Gula Darah Untuk Mencegah Peningkatan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal LENTERA, 2(2), 232–237. https://doi.org/10.57267/lentera.v2i2.201
Oktaviarini, E., Hadisaputro, S., Suwondo, A., & Setyawan, H. (2019). Beberapa Faktor yang Berisiko Terhadap Hipertensi pada Pegawai di Wilayah Perimeter Pelabuhan (Studi Kasus Kontrol di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang). Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 4(1), 35. https://doi.org/10.14710/jekk.v4i1.4428
Sekarrini, R. (2022). Gambaran Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Umban Sari Kecamatan Rumbai Pekanbaru Menggunakan Pendekatan Stepwise WHO. Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia, 1(8), 1087–1097. https://katadata.co.id/berita/2020/01/06/baru-83-peserta-bpjs-kesehatan-per-akhir-2019-
Septyaningrum, N., & Martini, S. (2014). Lingkar perut mempunyai hubungan paling kuat dengan kadar gula darah. Jurnal Berkala Epidemiologi, 2(1), 48–58.
Sundayana, I Made, I. D. A. R., Devi, Ida Ayu Putu Desta Candra Amaliyyah, R., Hidayah, Nurul Qurhtuby, Muhammad Fahira, D. N., Agustina, E., Gene Day, D., Wei Shi, S., Hermawan, A. D., Rachman, T., Jayabaya, Petrus & Mediawati, P. N., Korhonen, L., Penelitian, P., Berkelanjutan, P., Cfrsd, C. M. G., Gahlot, V. K., Kalla, P., Dahale, P. P., Sipil, D. T., & (2021). Penurunan kadar gula darah pasien DM tipe 2 dengan aktivitas fisik. Journal of Business Theory and Practice, 10(2).



