Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan melalui Pelatihan Kegawatdaruratan Kesehatan Jiwa

  • Cucu Rokayah Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Raden Siti Jundiah Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Eki Pratidina Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Susan Irawan Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Haerul Imam Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
Keywords: kader, kegawatdaruratan jiwa, kesehatan jiwa

Abstract

Orang dengan gangguan jiwa berat yang terdata di Puskesmas Ciwaruga berjumlah 40 penderita terbagi di desa 23 orang di Desa Ciwaruga, 11 di Desa Sariwangi dan 6 orang di Desa cigugur Girang.  Kemungkinan masalah yang terjadi dengan banyaknya masyarakat yang mengalami masalah gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Ciwaruga merupakan suatu kondisi yang harus ditangani Bersama baik dari Puskesmas bersama masyarakat, beserta kader yang merupakan perpanjangan tangan pihak Puskesmas yang lebih dekat dengan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak Puskesmas belum pernah ada penyuluhan ataupun pelatihan pada kader tentang kegawatdarutan Kesehatan jiwa. Tujuan  Kegiatan pengabdian pada Masyarakat  ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang kegawatdauratan Kesehatan jiwa. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Ciwaruga yang mencakup 3 desa yaitu Desa Sariwangi, Desa Ciwaruga dan Desa Cigugur Girang melalui 3 tahapan yaitu sosialisasi, edukasi dan simulasi. Materi edukasi  meliputi tentang gangguan jiwa, kegawatdaruratan jiwa dan penangan yang dapat dilakukan kader. Pre test dan post test menggunakan kuesioner sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Hasil pre test dimana hasil tertinggi 75 % kader belum memahami tentang tanda dan gejala gangguan jiwa serta penanganannya, sedangkan hasil post test kader terdapat peningkatan menjadi 85 % pada pengetahuan tentang gangguan jiwa dan kegawatdaruratan Kesehatan jiwa, tetapi untuk penanganan kader masih memerlukan tenaga Kesehatan dan kader hanya ke arah pelaporan ke pihak Puskesmas saja. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulan bahwa kegiatan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan para kader Kesehatan tentang kegawatdaruratan kesehatan jiwa.

References

Keliat, Budi Anna (2013). Manajemen kasus gangguan jiwa. Jakarta: EGC

Mathis (2002). Modul Pelatihan Kader Posyandu. Jakarta: Salemba Medika

Susanti, ED (2014). Pengaruh Pemberdayaan Kader Posyandu Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita dalam Pemberian Nutrisi di Posyandu Dusun Tambakrejo Desa Sobo Kecamatan Paliyan Gunugnkidul. Yogyakarta.

Simanjuntak (2005). Pelatihan Kader Posyandu. Jakarta: PT Rineka Cipta Jakarta

Sadimin, (2020) Pelatihan kader posysndu. Jurnal Kesehatan gigi 7. No.2 Hal 127 – 132

Stuart Gail. W (2016) Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart. Elsevier.

Stuart, G.W & Laraia, M.T. (2009). Principles and practice of psychiatric nursing. St. Louis: Mosby Year Book.

Videbeck, S.L. (2008). Buku ajar keperawatan jiwa (psychiatric mental health nursing). Jakarta: EGC.

Widodo (2020). Perbandingan Pengaruh Pelatihan dengan Terhadap Diskusi Pengetahuan, Kelompok Sikap dan Keterampilan kader Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD) dalam Meningkatkan Cakupan Kegiatan, Tesis tidak dipublikasikan: Universitas Gadjah Mada.

Yosep, Iyus. (2009). Keperawatan Jiwa Edisi Revisi. Bandung: Refika Aditama

Published
2024-02-13
How to Cite
Rokayah, C., Jundiah, R. S., Pratidina, E., Irawan, S., & Imam, H. (2024). Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan melalui Pelatihan Kegawatdaruratan Kesehatan Jiwa. Jurnal Peduli Masyarakat, 6(1), 153-158. https://doi.org/10.37287/jpm.v6i1.2685