Penatalaksanaan secara Holistik pada Ny. R 39 Tahun dengan Skizofrenia melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga

  • Muhammad Primawan Mukmin Suratinojo Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Irna Wijaya Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: dukungan keluarga, pelayanan kedokteran keluarga, skizofrenia

Abstract

Masalah kesehatan jiwa masih menjadi permasalahan yang serius di dunia, termasuk di Indonesia. Tingginya kasus depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, hingga skizofrenia masih belum bisa diatasi. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan prevalensi gangguan jiwa berat seperti skizofrenia dari 1,7 per 1.000 rumah tangga menjadi 70 per 1.000 rumah tangga. Pada kegiatan ini dilakukan pemeriksaan dan penatalaksanaan secara komprehensif dengan pendekatan kedokteran keluarga. Menerapkan prinsip pendekatan kedokteran keluarga secara holistik dan komprehensif dalam mendeteksi faktor risiko internal dan eksternal serta menyelesaikan masalah bersifat family focused, patient centered dan community based.  Studi ini merupakan studi deskriptif tentang laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis dan alloanamnesis, pemeriksaan status mental dan kunjungan ke rumah, serta rekam medis pasien sebagai data sekunder. Pasien Ny. R, usia 39 tahun yang secara klinis pasien didiagnosis mengalami skizofrenia paranoid. Dilakukan penatalaksanaan dengan pendekatan kedokteran keluarga dengan menggunakan alat berupa poster dan sosialisasi kepada pasien dan keluarga. Pada evaluasi didapatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai penyakit pasien yang lebih baik dan perubahan perilaku yang berdampak positif bagi pasien. Penetalaksanaan secara komprehensif dengan pendekatan kedokteran keluarga penting untuk mengidentifikasi berbagai aspek guna penegakan diagnosis demi mendukung keberhasilan terapi dan memperbaiki kualitas hidup pasien.

 

References

World Health Organization. (2022). Mental Disorders. Published from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders

Kemenkes RI. (2019). Laporan Provinsi Lampung Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Sadock BJ, Sadock VA.(2010). Kaplan & Sadock Buku Ajar Psikiatri Klinis. Jakarta: EGC

Riskesdas. (2018). Situasi Kesehatan Jiwa Di Indonesia. InfoDATIN. Published online 2018:12.

Maslim R. (2013). Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa: Rujukan Ringkas Dari PPDGJ-III Dan DSM-5. Jakarta: Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya;

Refnandes R, Almaya Z. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia. NERS J Keperawatan. Vol.17(1):54. doi:10.25077/njk.17.1.54-62.2021

Muliyani M, Isnani N, Putra Solihin RAAHS. (2010). Hubungan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Tingkat Kekambuhan Pasien Skizofrenia Di Poli Jiwa Rsud. Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. J Kaji Ilm Kesehat dan Teknol. Vol.2(1):35-39. doi:10.52674/jkikt.v2i1.32

Sari AF, Giena VP, Effendi S. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga Dan Jarak Tempat Tinggal Dengan Kepatuhan Jadwal Kontrol Pasca Keluar Rumah Sakit Pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu Tahun 2018. Chmk Nurs Sci J. 2018;3(2):69-79.

Sari DD, Mayasari D, Graharti R. (2019). Skizofrenia Paranoid pada Laki-laki Usia 45 Tahun dengan Penatalaksanaan Holistik Kedokteran Keluarga. Majority. Vol.8(2):7-13.

Elvira SD, Hadisukanto G.( 2012). Buku Ajar Psikiatri. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2

Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PP PDSKJI). (2012). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Jiwa/Psikiatri. PP PDSKJI..

Hendarsyah F. (2016). Diagnosis dan Tatalaksana Skizofrenia Paranoid dengan Gejala-Gejala Positif dan Negatif. J Medula Unila. Vol.4(3):57;60. https://juke.kedoktera

n.unila.ac.id/index.php/medula/article/view/1587

Utomo TL. (2013). Hubungan Antara Faktor Somatik, Psikososial, Dan Sosiokultur Dengan Kejadian Skizofrenia Di Instalasi Rawat Jalan RSJD Surakarta. Vol.01(02):2-17.

Zahnia S, Wardani DWS. (2016) Kajian Epidemiologis Skizofrenia. Majority.Vol.5(5):160-166. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/904/812

Ikatan Dokter Indonesia (IDI).( 2017). Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Menteri Kesehat Republik Indones. Published online 2017:162, 364.

Saputri RP, Sulistyawati EE, Untari MK. (2019). Analisis Rasionalitas Penggunaan Antipsikotik pada Pasien Skizofrenia di Instalasi Rawat Inap RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda Tahun 2016. Pharmacon J Farm Indones. Vol.15(1):19-28. doi:10.23917/pharmacon.v15i1.6180

Ren Y, Wang H, Xiao L. (2013). Improving myelin/oligodendrocyte-related dysfunction: A new mechanism of antipsychotics in the treatment of schizophrenia? Int J Neuropsychopharmacol. Vol.16(3):691-700. doi:10.1017/S1461145712001095

Published
2023-12-14
How to Cite
Suratinojo, M. P. M., & Wijaya, I. (2023). Penatalaksanaan secara Holistik pada Ny. R 39 Tahun dengan Skizofrenia melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga. Jurnal Peduli Masyarakat, 6(1), 23-34. https://doi.org/10.37287/jpm.v6i1.2519