Pengembangan Desa Wisata Kesehatan Berbasis Masjid sebagai Pusat Literasi Kesehatan

  • Titik Kusumawinakhyu Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Darodjat Darodjat Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Neni Damajanti Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Muhammad Faqih Al Farisi Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Keywords: desa wisata, kesehatan, literasi kesehatan

Abstract

Desa merupakan komponen negara yang mempunyai potensi sangat tinggi, dengan sumber daya alam yang masih dapat digali potensinya sebagai desa wisata. Desa wisata sedang ramai di bentuk dengan sentuhan pemberdayagunaan perilaku hidup bersih dan sehat. Sehat dalam arti ini juga sehat jiwa dan raga. Tujuan dalam kegiatan ini adalah fokus pengembangan wisata berbasis masjid adalah Masjid Abu Bakar Sidik Dusun Kesemek Desa Pekuncen, di mana sudah terbentuk TPA, Majels Taklim Ibu-Ibu, dan adanya ruangan yang dipergunakan untuk unit kesehatan masjid berupa posyandu lansia dan posyandu remaja. Metode yang digunakan berupa sosialisasi ke Permerintah Desa Cibangkong beserta seluruh Ta’mir Masjid di Desa Cibangkong, Pelatihan Ketrampilan dan sekolah kader. Lama pengabdian yang dilaksanakan adalah 8 bulan. Hasil kegiatan yang dilakukan adalah terwujudnya pengembangan desa wisata kesehatan,berbasis masjid, melatih kader posyandu agar dapat mandiri melakukan kegiatan pendataan kesehatan terutaman Penyakit Tidak Menular (PTM), Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), pencegahan penyakit tropis, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di rumah dan di jalan raya, pengembangan potensi alam berupa jalur susur alam jalan kaki dan sepeda, pemanfaatan tanaman herbal sebagai etalase tanaman obat keluarga (TOGA), pengembangan usaha masjid sesuai dengan kaidah Maqosyidah Syariah. Luaran berupa Unit Kesehatan Masjid (UKMD) berupa posyandu lansia dan remaja, telah mendapat ijin dari Pusat Kesehatan Masyarakat Pekuncen I, dan terbentuk struktur organisasi kader sebagai penggerak dan keberlangsungan UKMD. Melihat hasil yang ada maka dapat disimpulkan kegiatan berjalan dengan sesuai tujuan dan memberikan manfaat untuk masayarakat.

References

Bupati Banyumas. Peraturan Bupati Banyumas Tentang Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2024-2026 Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Bupati Banyumas , Menimbang : a . bahwa sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undan, Pub. L. No. 17 (2023). Indonesia. Retrieved from https://static.banyumaskab.go.id/jdih/file/jdih_28072308560264c320321789e.pdf

BUPATI PURWOREJO. Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Desa Wisata (2019). Indonesia. Retrieved from https://jdihn.go.id/files/631/Nomor 15 Tahun 2019 (Desa Wisata).pdf

DISPERMADESDUKCAPIL PROV. JATENG. (2022). Layanan Sistem Informasi Desa Provinsi Jawa Tengah. Bergotong royong membangun Desa Jawa Tengah menjadi Desa Tangguh dan Berdikari. Retrieved from https://sidesa.jatengprov.go.id/

Komisi nasioal Lanjut Usia. (2010). Pedoman Pelaksanaan Posyandu Lanjut Usia. Komisi nasioal Lanjut Usia.

Kwartiningsih, E., Andani, A., Budiastuti, S., Nugroho, A., & Rahmawati, F. (2010). Pemanfaatan getah berbagai jenis dan bagian dari pohon pisang sebagai zat pewarna alami tekstil. E K U I L I B R I U M, 9(1), 5–10. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/ekuilibrium.v9i1.49522

Larissa, U., Wulan, A. J., & Prabowo, A. Y. (2017). Pengaruh Binahong terhadap Luka Bakar Derajat II The Effects of Binahong in Second-Degree Burn Wound. Majority, 7(1), 130–134.

Lestari, N. M. N., Bagiastra, I. K., & Suputra, I. G. W. (2023). Teknik Pengelolaan Sanitasi Lingkungan Terhadap Daya Tarik Wisata Alam Di Aik Nyet Desa Buwun Sejati. Journal Of Responsible Tourism, 2(3), 453-462., 2(3). https://doi.org/https://doi.org/10.47492/jrt.v2i3.2536

Muhsin, A., Nafisah, L., & Siswanti, Y. (2018). Participatory Rural Appraisal (Pra) For Corporate Social Responsibility (CSR). (N. F. Subekti, Ed.) (I). Yogyakarta: Deepublish Publisher.

P2k.stekom.ac.id. (2022). Cibangkong, Pekuncen, Banyumas. Retrieved from https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Cibangkong,_Pekuncen,_Banyumas

Pariata, I. K., Mediastari, A. A. P. A., & Suta, I. B. P. (2022). Manfaat Dadap Serep ( Erythrina Sumbubrans ) Untuk Mengatasi Demam Pada Anak. E-Jurnal Widya Kesehatan, 4(1), 24–37.

Rahmania, N. A., Sutarto, & Indriyan, R. (2018). Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) dan 3M-Plus sebagai Upaya Pengendalian Vektor dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue. J Agromedicine, 5(1), 524–528.

Restina, D., & Warganegara, E. (2016). Getah Jarak ( Jatropha curcas L . ) sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans pada Karies Gigi Jarak ’ s Sap ( Jatropha curcas L . ) as the Growth of Streptococcus mutans Inhibitor in Dental Caries. Majority, 5(3), 1–6. Retrieved from http://repository.lppm.unila.ac.id/2109/1/Devi-Restina.pdf

Soeswoyo, D. M. (2021). Potensi Pariwisata Dan Strategi Pengembangan Desa Wisata Sukajadi di Kabupaten Bogor. Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism, 2(1), 13–26. https://doi.org/10.34013/mp.v2i1.371

Sukandar, D., Hermanto, S., Amelia, E. R., & Zaenudin, M. (2015). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kapulaga (Amomum compactum Sol. Ex Maton). Jurnal Komputer Dan Teknologi Informasi, 17(2), 119–129. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/106085-ID-antibacterial-activity-of-amomum-compact.pdf

Susilawati, S., Kusumah, R. M., & ... (2023). Pendampingan Menuju Desa Zero Stanting dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kampung Budaya:(Studi Kasus di Desa Babakan Karet, Kabupaten Cianjur). … Masyarakat, 3(1), 55–60.

Published
2023-06-28
How to Cite
Kusumawinakhyu, T., Darodjat, D., Damajanti, N., & Farisi, M. (2023). Pengembangan Desa Wisata Kesehatan Berbasis Masjid sebagai Pusat Literasi Kesehatan. Jurnal Peduli Masyarakat, 5(2), 527-540. https://doi.org/10.37287/jpm.v5i2.1941