Pembuatan Makanan Galactogogue untuk Meningkatkan Produksi ASI dengan Bahan Baku Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Abstract
Terdapat 4 masalah utama kurang gizi di Indonesia yaitu KEP (Kekurangan Energi Protein), Anemia Gizi Besi, Kurang Vitamin A dan Gangguan akibat kurang yodium. Dampak paling fatal dari Kurang protein berkorelasi positif dengan angka kematian bayi. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita banyak sekali, diantaranya adalah Pendapatan, pengetahuan gizi ibu, akses pelayanan kesehatan, pemberian ASI ekslusif, sumber air bersih, pola asuh orang tua. Tujuan dari pengabdian ini adalah setelah mendapatkan pelatihan diharapkan ibu Kader Kesehatan anggota kader kesehatan dan ibu posyandu desa Kajoran Klaten Selatan dapat membuat makanan dari kelor untuk memperlancar produksi Asi sebagai upaya untuk keberhasilan ASI eksklusif. Target kegiatan pelatihan pembuatan makanan pelancar ASI adalah semua ibu Kader Kesehatan anggota kader kesehatan dan ibu posyandu desa Kajoran Klaten Selatan yang berjumlah 29 orang. Persiapan diawali dengan koordinasi, dilanjutkan pelaksanaan kegiatan melalui demonstrasi memasak makanan galactogogues serta di evaluasi melalui kuesioner pengetahuan dan pemanfaatan daun kelor untuk peningkatan produksi asi melalui makanan. Luaran yang diharapkan dari kegiatan pelatihan pembuatan makanan untuk memperlancar Asi dari daun kelor pada kader dan anggota Posyandu dan kader di PKD Kajoran Klaten selatan adalah peningkatan ketrampilam pembuatan makanan galaktogogus untuk meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui dan bagi Kader Kesehatan untuk menunjang keberhasilan ASI Eksklusif. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam pembuatan makanan galactogogum dari bahan kelor dari 72,75 menjadi 93,75.
References
Assriyah, H., Indriasari, R., Hidayanti, H., Thaha, A. R., & Jafar, N. (2020). Hubungan Pengetahuan, Sikap, Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Psikologis, Dan Inisiasi Menyusui Dini Dengan Pemberian Asi Eksklusif di Puskesmas Sudiang. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia: The Journal of Indonesian Community Nutrition, 9(1), 30–38.
Johan, H., Anggraini, R. D., & Noorbaya, S. (2019). Potensi Minuman Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi Air Susu Ibu (Asi) Pada Ibu Postpartum. Sebatik, 23(1), 192–194.
Kemenkes. (2018). Pedoman Strategi Komunikasi. 5–80.
Novarina, V., & Edwina R, M. (2016). Health Education Perawatan Payudara dalam Meningkatkan Produksi ASI papa Ibu Hamil dan Menyusui. 1–23.
Ratna Budiani, D., Mutmainah, Subandono, J., Sarsono, & Martini. (2020). Pendamping Asi Padat Nilai Gizi. Buku SAKU MP ASI, 1–15.
Sari, T. M., & Dira. (2019). Penentuan Kadar Fe (II) Dalam Kapsul Daun Katuk (Saoropusandrogynus) Menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis. 9(1), 44–52.
Tan, M. L., Foong, S. C., Foong, W. C., & Ho, J. J. (2022). Use of Galactagogues in a Multi-Ethnic Community in Southeast Asia: A Descriptive Study. International Journal of Women’s Health, 14(September), 1395–1404.
Wahyuni, E., Sumiati, S., & Nurliani, N. (2013). Pengaruh konsumsi jantung pisang batu terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah puskesmas Srikuncoro, kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15(4), 418–424.
Wahyuningsih, Rismawati, & Harwati, R. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan ASI Eksklusif pada Ibu Hamil di Puskesmas Wonogiri II. Jurnal Kebidanan, XII(02), 186–193.
Wilda, I.,& Sarlis, N. (2021). Efektivitas Pepaya (Carica Papaya L) terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Menyusui. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 5(2), 158–166.
Zakaria, Hadju, V., As’ad, S., & Bahar, B. (2016). Effect of Extract Moringa Oleifera on Quantity and Quality of Breastmilk In Lactating Mothers, Infants 0-6 Month. Jurnal MKMI, 12(3), 161–169.



