Berjibakuh: Belimbing Juice Kurangi Hipertensi pada Lansia
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling berbahaya di Indonesia di seluruh dunia, karena tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama Penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, gagal jantung kongestif, stroke dan penyakit ginjal. Buah belimbing salah satu pengobatan non farmakologis yang sangat bermanfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu untuk membantu lansia dalam mengontrol peningkatan tekanan darah tinggi dengan pemberian jus belimbing manis dan senam lansia pada lansia yang berada di wilayah tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok. Kegiatan dimulai dengan melakukan perijinan, pengumpulan data, Analisa data, dan dilanjutkan dengan FGD dengan beberapa stake holder untuk menentukan prioritas masalah yang akan dilakukan intervensi. Peserta penyuluhan diikuti oleh 15 perserta lansia yang memiliki riwayat hipertensi. Pemberian jus belimbing manis dilakukan sebanyak 2x/hari selama 3 hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan dengan pemeriksaan kembali tekanan darah serta dilakukan diskusi dan tanya jawab. Hasil dari penyuluhan di dapatkan ada perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Sebelum diberikan penyuluhan skor terendah adalah 3 dan skor tertinggi 6. Sedangkan setelah diberikan penyuluhan skor terendah 4 dan skor tertinggi 9. Kesimpulannya bahwa penyuluhan dan pemberian jus belimbing kepada lansia ini sangat efektif karena sesuai dengan kondisi kesehatan yaitu hipertensi yang banyak dialami lansia di wilayah tersebut.
References
Andika Herlina MP, Siti Aisyah Nur, F.W. (2020). Pengaruh pemberian jus belimbing terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Syedza Saintika, 459–474
Dasuki, Maulani, & Zulni, M. (2018). Pengaruh Pemberian Jus Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) terhadap penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Rawasari Kota Jambi. Wacana Kesehatan, 3(1), 260–269.
Falck, J. ., & Adeloka, B. (2020). Blood Pressure and the new ACC/AHA Hypertension Guidelines. Trends in Cardiovascular Medicine, 30(3), 160–164. https://doi.org/10.1016/j.tem.2019.05.003
Katarina. (2014). Sehat Dengan Herbal Warisan Nenek Moyang. Jakarta : Melia Ilmu Abadi.
Kemenkes RI. (2014). Riset kesehatan dasar tahun 2013. Laporan nasional. Jakarta: departemen kesehatan RI
Kemenkes RI. 2020. InfoDatin “Lansia Berdaya, Bangsa Sejahtera”. Jakarta: Kemenkes RI
Notoatmodjo, S., (2017), Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.
Rahayu SA, Yenny A, Retno W. (2022). Pengaruh Kombinasi Jus Belimbing Wuluh dan Mentimun terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Wanita Dewasa Penderita Hipertensi Rawat Jalan di Kabupaten Bekasi. Jurnal Akademika Baiturahim Jambi. Vol 11 No 1 , Maret 2022
Rudianto, B. F. (2013). Menaklukan Hipertensi dan Diabetes. Sakkhasukma.
Setyanda, Y. O. G., Sulastri, D., & Lestari, Y. (2015). Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas., 4(2), 434–440.
Suwarto, Agus. (2019)Buah & Sayur Tangkal Penyakit. Jakarta : Liberplus
Virgona, A.B., & Nur, L.A. (2011). Pengaruh Terapi Jus Belimbing Manis (Averhoa Carambola Linn) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi. Jurnal Keperawatan. Vol. 01, No. 01 Desember 2011.
Wirakusumah, E.S. (2017). 202 Jus Buah dan Sayuran. Penebar Swadaya
World Health Organization (WHO). (2013). A global brief on hypertension: silentkiller, global public health crisis. World Health Organization
Yanti, M., Alkafi, A., & Yulita, D. (2021). Senam Lansia Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi. Jik (Jurnal Ilmu Kesehatan),5(1),44-52.



