Mewujudkan Generasi Berencana melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja
Abstract
Kesehatan reproduksi merupakan keadaan fisik, mental, dan sosial yang sejahtera serta terhindar dari penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi, proses serta fungsinya. Periode remaja dimana terjadi pubertas yang disebabkan fungsi hormonal. Selain menyebabkan perkembangan fungsi reproduksi, hormon juga mempengaruhi dorongan seks remaja, misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain. Remaja perlu paham terkait kesehatan reproduksi agar memiliki pengetahuan yang tepat terkait reproduksinya. Remaja diharapkan bertanggung jawab dengan reproduksinya setelah memiliki pengetahuan yang tepat. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pengabdian kepada masayarakat dengan tema upaya mewujudkan generasi berencana melalui Pendidikan Kesehatan roproduksi remaja di SMAN 1 Taman Sidoarjo. Kegiatan meliputi pretest, pemberian Pendidikan Kesehatan, diskusi dan tanya jawab, serta posttest untuk mengevalusai tingkat pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan 72,4% siswa dengan pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan kurang dari 20,0% menurun menjadi 10,1%. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja efektif meningkatkan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksinya.
References
Afsari, N. H., Saepulloh, C., & Marlina, E. (2016). Hubungan antara konseling teman sebaya dengan keterampilan pengambilan keputusan remaja dalam menghindari perilaku seks bebas. Lentera, XVIII(1), 65–86.
Badaki, O. L., & Adeola, M. F. (2017). Influence of peer pressure as a determinant of premarital sexual behaviour among senior secondary school students in Kaduna State, Nigeria. Journal of Multidisciplinary Research in Healthcare, 3(2), 151–159.
Bingenheimer B, Asante, A. (2017). Peer Influences on Sexual Activity among Adolescents in Ghana. Physiology & Behavior, 176(3), 139–148.
BPS, Indonesia, S. (2018). Badan pusat statistik. BPS-Statistics Indonesia.
Ganela, T. C., Marhaeni, S. K. M., Rahyani, S. S. T., & Yuni, N. K. (2020). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seks Pranikah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Penebel Tahun 2020. Jurusan Kebidanan.
Harsono, D. K. K. (2012). Profil Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Surabaya. Dinas Kesehatan Kota Surabaya Surabaya.
Imron, A. (2012). Pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Ar-Ruzz Media, Jakarta.
Kusmiran, E. (2012). Kesehatan Repsroduksi Remaja Dan WanitaJakarta. Selatan: Salemba Medika.
Laddunuri, M. M. (2013). The Sexual Behaviour of Secondary School Adolescent Students in Tanzania: Patterns and Trends. International Journal of Caring Sciences, 6(3), 472–482.
Mahmudah, M., Yaunin, Y., & Lestari, Y. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 5(2).
Muflih, M., & Syafitri, E. N. (2018). Perilaku Seksual Remaja Dan Pengukurannya Dengan Kuesioner. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 5(3), 438–443.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 45–62.
Pratiwi, A. A. (2012). Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Dampak Seks Bebas Dengan Perilaku Seksual Remaja di Desa Kweni Sewon Bantul Yogyakarta. Karya Tulis Ilmiah.
Sanjaya, F. E. (2019). Hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan kejadian infeksi menular seksual pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. SKRIPSI-2018.
Sarwono. (2013). Psikologi Remaja. PT Raja Grafindo Persada.
Sarwono, S. W. (2011). Psikologi Remaja edisi revisi. Jakarta: Rajawali Pers.
Sebayang, W., Gultom, D. Y., & Sidabutar, E. R. (2018). Perilaku seksual remaja. Deepublish.



