Pendidikan Kesehatan dan Implikasi Senam Kaki Diabetes di Dusun Kebak Desa Kebak Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar

  • Hanung Hanung Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Joko Tri Atmojo Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
  • Ahmad Syauqi Mubarok Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
  • Selvia Anggitasari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
  • Livana PH Kendal College of Health Sciences https://orcid.org/0000-0002-4905-7214
  • Aris Widiyanto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Keywords: diabetes melitus, lansia, senam kaki diabetes melitus

Abstract

Menurut International Diabetes Federation (IDF), prevalensi DM diperkirakan mencapai 424,9 juta di seluruh dunia pada tahun 2017  dan  628,6 juta  pada tahun 2045. Jumlah penderita DM akan mencapai 10,3 juta. Diperkirakan pada tahun 2045 jumlah ini akan terus bertambah menjadi 16,7 juta. Angka kejadian  diabetes  pada tahun 2015 mencapai 415 juta di seluruh dunia  dan diperkirakan mencapai 642 juta pada tahun 2040. Metode yang digunakan adalah menggunakan pendidikan umum dan  senam kaki diabetes, Dengan peserta (lansia) dengan pendampingan  tim pengabdian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara terus menerus. Pelatihan diberikan melalui media video, ceramah dan praktik (praktik  langsung senam kaki diabetik). Adapun kegiatan pengabmas untuk senam kaki diabetik adalah:   Pemeriksaan kesehatan, pendidikan (makna, penyebab, tanda, gejala, komplikasi, upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah hiperglikemia). Media yang digunakan adalah lembaran bolak balik dan LCD untuk menampilkan power point serta disampaikan dengan ceramah, kemudian dilanjutkan senam kaki diabetes. Pendidikan kesehatan yang diberikan  dipahami dengan baik oleh peserta kegiatan yang dibuktikan dengan  interaksi aktif selama pelaksanaan, memberikan umpan balik, peserta mampu mengartikulasikan makna, penyebab,  tanda, gejala, dan komplikasi diabetes. Latihan kaki diabetes: peserta bisa lakukan senam kaki diabetes dengan gerakan kaki  dengan bantuan tim pengabdian masyarakat. Peserta (lebih tua) antusias mengikuti kegiatan, bisa meningkatkan pengetahuan tentang diabetes, peserta (lansia) dapat melakukan senam kaki diabetik secara mandiri, kegiatan senam kaki diabetik dapat diadakan 2 kali seminggu dengan durasi 15-25 menit.

References

Megawati, S. W., Utami, R., & Jundiah, R. S. (2020). Senam Kaki Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 untuk Meningkatkan Nilai Ankle Brachial Indexs. Journal of Nursing Care, 3(2).
Novita, A. R., Kartini, A., & Pradigdo, S. F. (2018). Pengaruh frekuensi senam diabetes melitus terhadap kadar gula darah (studi pada kelompok umur≥ 45 tahun di kota semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 6(4), 168-175
Nuraeni, N., & Arjita, I. P. D. (2019). Pengaruh Senam Kaki Diabet Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Type II. Jurnal Kedokteran, 3(2), 618-627.
Ratnasari, N. Y. (2019). Upaya pemberian penyuluhan kesehatan tentang diabetes mellitus dan senam kaki diabetik terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Kedungringin, Wonogiri. Indonesian Journal of Community Services, 1(1), 105-115.
Simamora, F. A., Siregar, H. R., & Hidayah, A. (2020). Pengaruh Senam Kaki Diabetik terhadap penurunan neuropati pada penderita diabetes melitus tipe 2. JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, 8(4), 431-431
Widiawati, S., Maulani, M., & Kalpataria, W. (2020). Implementasi Senam Kaki Diabetes Pada Penderita Diabetes Melitus di RSUD Raden Mattaher Jambi. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI), 2(1), 6-14.
Widiyanto, A., Wahyu, A. S., Mubarok, A. S., Anshori, M. L., Mukhofi, L., Pradana, K. A., & Atmojo, J. T. (2022). Pengabdian Masyarakat Pendidikan Kesehatan Tentang Manfaat Senam Diabetes Pada Lansia Di Desa Garangan, Wonosamodro, Boyolali. Buletin Abdi Masyarakat, 2(2).
Widiyanto, A., Murti, B., & Soemanto, R. B. (2018). Multilevel analysis on the Socio-Cultural, lifestyle factors, and school environment on the risk of overweight in adolescents, Karanganyar district, central Java. Journal of Epidemiology and Public Health, 3(1), 94-104.
Widiyanto, A. (2017). Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru BTA Positif di Puskesmas Delanggu Kabupaten Klaten. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1), 7-12.
Published
2022-06-28
How to Cite
Hanung, H., Atmojo, J., Mubarok, A., Anggitasari, S., PH, L., & Widiyanto, A. (2022). Pendidikan Kesehatan dan Implikasi Senam Kaki Diabetes di Dusun Kebak Desa Kebak Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar. Jurnal Peduli Masyarakat, 4(2), 305-310. https://doi.org/10.37287/jpm.v4i2.1164

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>