Upaya Pencegahan Stunting melalui Metode Kunjungan Rumah
Abstract
Stunting merupakan prediktor terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas yang ditandai dengan retardasi pertumbuhan linier pada awal kehidupan. Perbaikan nutrisi secara berkelanjutan, melalui investasi 1000 hari pertama kehidupan akan menghasilkan manfaat sepanjang siklus hidupnya dan lintas generasi. Srategi nasional dalam hal percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kegiatan pendampingan keluarga, bertujuan untuk mencapai target prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Kegiatan pendampingan keluarga dilaksanakan pada ibu hamil, ibu pascasalin/ balita dibawah usia dua tahun (baduta) dan calaon pengantin (catin) melalui metode kunjungan rumah dalam rangka pencegahan stunting. Hasil kegiatan bahwa keluarga yang dikunjungi merasa senang dan menerima kehadiran tim pendamping keluarga dengan baik. Diperoleh informasi terkait faktor risiko stunting pada keluarga kemudian dilanjutkan sosialisasi melalui penyuluhan tentang konsep teori stunting dan pencegahannya. Keluarga merasa termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan stunting seperti pentingnya rutin minum TTD, asam folat dan vitamin, rutin periksa kehamilan, memenuhi gizi seimbang bagi ibu hamil dan catin, dan ASI eksklusif bagi ibu pascasalin/baduta. Simpulan bahwa keluarga dapat menerima informasi dengan baik, dengan harapan melalui kegiatan pendampingan ini sebagai upaya pemberdayaan keluarga agar menumbuhkan sikap dan menerapkan tindakan stunting menjadi sesuatu yang penting.
References
Astuti, A., Muyassaroh, Y., & Ani, M. (2020). The Relationship Between Mother’s Pregnancy History and Baby’s Birth to the incidence of stunting in infants. Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research, 2(1), 22–26. https://doi.org/10.31983/jomisbar.v2i1.5934
Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), 1–10. https://doi.org/10.1111/mcn.12617
BKKBN. (2021). Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa/Kelurahan. Jakarta: BKKBN.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Jateng Tahun 2019. In Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Semarang Indonesia.
Hadi, H., Fatimatasari, F., Irwanti, W., Kusuma, C., Alfiana, R. D., Ischaq Nabil Asshiddiqi, M., … Gittelsohn, J. (2021). Exclusive breastfeeding protects young children from stunting in a low‐income population: A study from eastern indonesia. Nutrients, 13(12), 1–14. https://doi.org/10.3390/nu13124264
Hamzah, S. R., & B, H. (2020). Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Edukasi pada Masyarakat di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 1(4), 229–235. https://doi.org/10.36596/jpkmi.v1i4.95
International Food Policy Research Institute. (2014). Global Nutrition Report 2014 A Peer Reviewed Publication: Actions and Accountability to Accelerate the World’s Progress on Nutrition. In International Food Policy Research Institute. Washington DC: International Food Policy Research Institute. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.2499/9780896295643
International Food Policy Research Institute. (2016). Global Nutrition Report 2016 A Peer Reviewed Publication: From promise to impact: Ending malnutrition by 2030. In International Food Policy Research Institute. Washington DC: International Food Policy Research Institute.
Kemenkes. (2018). Laporan Nasional RISKESDAS 2018. In Laporan Riskesdas Nasional 2018. Indonesia.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2018). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Periode 2018-2024. Jakarta: Sekretariat Wakil Presiden RI.
le Roux, M., Nel, M., & Walsh, C. (2020). Determinants of Stunting at 6 Weeks in the Northern Cape Province, South Africa. Frontiers in Public Health, 8(June), 1–10. https://doi.org/10.3389/fpubh.2020.00166
Lestari, E. D., Hasanah, F., & Nugroho, N. A. (2018). Correlation between non-exclusive breastfeeding and low birth weight to stunting in children. Paediatrica Indonesiana, 58(3), 123–127. https://doi.org/10.14238/pi58.3.2018.123-7
Oumer, A., Girum, T., Fikre, Z., Bedewi, J., Nuriye, K., & Assefa, K. (2022). Stunting and Underweight, but not Wasting are Associated with Delay in Child Development in Southwest Ethiopia. Pediatric Health, Medicine and Therapeutics, Volume 13(December 2021), 1–12. https://doi.org/10.2147/phmt.s344715
Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250–265. https://doi.org/10.1179/2046905514Y.0000000158
Santosa, A., Arif, E. N., & Ghoni, D. A. (2022). Effect of maternal and child factors on stunting: partial least squares structural equation modeling. Clinical and Experimental Pediatrics, 65(2), 90–97. https://doi.org/10.3345/cep.2021.00094
Sartika, A. N., Khoirunnisa, M., Meiyetriani, E., Ermayani, E., Pramesthi, I. L., & Nur Ananda, A. J. (2021). Prenatal and postnatal determinants of stunting at age 0–11 months: A cross-sectional study in Indonesia. PLoS ONE, 16(7 July), 1–14. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0254662
Vir, S. C. (2016). Improving women’s nutrition imperative for rapid reduction of childhood stunting in South Asia: Coupling of nutrition specific interventions with nutrition sensitive measures essential. Maternal and Child Nutrition, 12, 72–90. https://doi.org/10.1111/mcn.12255
Widiyanto, A., Murti, B., & Soemanto, R. B. (2018). Multilevel analysis on the Socio-Cultural, lifestyle factors, and school environment on the risk of overweight in adolescents, Karanganyar district, central Java. Journal of Epidemiology and Public Health, 3(1), 94-104.
Widiyanto, A. (2017). Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru BTA Positif di Puskesmas Delanggu Kabupaten Klaten. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1), 7-12.
Widiyanto, A., Atmojo, J. T., & Darmayanti, A. T. (2019). Pengaruh faktor kerawanan pangan dan lingkungan terhadap stunting. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 61-66.



