Pendampingan Kaderisasi Siswa Konsumen Cerdas di Sekolah Dasar Negeri 10 Denpasar
Abstract
Kota Denpasar terbagi menjadi beberapa desa atau kelurahan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada pemegang program kesling di wilayah kota Denpasar, terdapat beberapa kantin dengan higienitas dan sanitasi yang masih kurang di beberapa sekolah di daerah kelurahan Pemecutan. Sekolah Dasar No 10 Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat memiliki kantin yang menjadi tempat membeli makanan jajanan di sekolah dan menjadi salah satu tempat untuk melakukan pendampingan. Permasalahan yang didapatkan kurangnya pengetahuan mengenai makanan dan jajanan yang sehat, aman dan bergizi, belum memiliki kader siswa konsumen cerdas di sekolah tersebut, belum dilakukan pendampingan terhadap kader siswa mengenai pemilihan jajanan dan makanan anak sekolah yang sehat. Pendampingan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai makanan jajanan sehat dan siswa dapat memilih makanan jajanan sehat yang dikonsumsi sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh makanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, pengabdian dilakukan dengan pembentukan kader siswa konsumen cerdas, penyuluhan dan pendampingan kader siswa konsumen cerdas yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 10 Pemecutan, Denpasar. Pembentukan kader dilakukan pada siswa kelas 5 berjumlah 38 siswa yang dipilih oleh guru sekolah sejumlah 6 siswa sehingga dapat memberikan pengetahuan mengenai konsumen cerdas kepada adik kelasnya. Pembentukan kader ini bertujuan agar siswa yang menjadi kader dapat mensosialisasikan dan memberikan informasi makanan jajanan sehat ke siswa di lingkungan sekolah. Penyuluhan dilakukan dengan melibatkan puskesmas sebagai narasumber cara menjadi konsumen cerdas. Pendampingan kader dilakukan dengan fasilitator oleh anggota peneliti kepada kader siswa konsumen cerdas yang telah terbentuk dengan menunjukkan cara memberikan pemahaman dalam pemilihan makanan jajanan yang sehat kepada teman-temannya. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar setelah mendapatkan materi pemilihan makanan jajanan yang sehat dan terbentuknya kader konsumen cerdas bagi teman sebaya di sekolah.
References
Alif, S. (2020). Analisis Dampak Konsumsi Jajanan, Aktifitas Fisik, Dan Status Gizi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di Smk Swasta Pharmaca Medan. Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat, 1(2), 31-39.
Badan pengawas obat dan makanan Republik indonesia. (2013). Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah. BPOM RI.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2010). Jajanan Anak sekolah. http://www.pom.go.id/
Getruida Simanjuntak, A. S. H. (2010). Konsumsi Makanan Jajanan, Konsumsi Makanan Di Rumah Dan Status Gizi Anak Di Sdn 04 Petang Jakarta Timur. Nutrire Diaita, 2(1).
Hardinsyah., Aries, M. (2012). Jenis Pangan Sarapan Dan Perannya Dalam Asupan Gizi Harian Anak Usia 6—12 Tahun Di Indonesia. Jurnal Gizi Dan Pangan, 7, 89–96.
Hartono dan Nur Pratiwi. (2015). Pendidikan Gizi tentang Pengetahuan Pemilihan Jajanan Sehat antara Metode Ceramah dan Metode Komik. Indonesian Journal of Human Nutrition, 2(2), 76 – 84. www.ijhn.ub.ac.id
Herman, H. (2018). Hubungan Faktor Pemilihan Makanan Jajanan Siswa di Sekolah Dasar Inpres Maccini Sombala Kota Makassar. Jurnal Kesehatan, 1. http://jurnal.fkmumi.ac.id/index.php/woh/article/view/woh1406
Laenggeng AH, L. Y. (2015). Hubungan Pengetahuan Gizi dan Sikap Memilih Makanan Jajanan dengan Status Gizi Siswa SMP Negeri 1 Palu. Heal Tadulako.
Made Pathya Danti Purnawijaya1, K, I Putu Suiraoka2, H. N. (2020). Pola Konsumsi Makanan Jajanan Dan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Di Sd N 17 Dangin Puri Dan Sd N 3 Penatih Kota Denpasar. http://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JIG/article/view/jig07301
Nurruzqi A. (2016). Hubungan Pola Makan, Kebiasaan Jajan Dengan Status Gizi Pada Anak Sekolah Menengah Pertama Usia 13-15 Tahun di SMPN 1 Pasarkemis.
Nurul, I. (2017). Gambaran Pemilihan Makanan Jajanan Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Keperawatan BSI, 5.
Oktaviani WD, Saraswati LD, R. M. (2012). Hubungan kebiasaan konsumsi fast food, aktivitas fisik, pola konsumsi, karakteristik remaja dan orang tua dengan indeks massa tubuh (IMT)(studi kasus pada siswa SMA Negeri 9 Semarang tahun 2012). J Kesehat Masy Univ Diponegoro.
Rampersaud GC, Pereira MA, Girard BL, Adams J, & M. J. (2005). Breakfast habits, nutritional status, body weight, and academic performance in children and adolescents. J Am Diet Assoc.
Sheila Monica Kelly Amalia, M. A. (2019). Hubungan antara Kebiasaan sarapan dengan Status Gizi pada siswa SMP Negeri 5 Banyuwangi. SA Liscense.
Vera T Harikedua, Nonce N. Legi, dan M. R. S. (2015). Kontribusi Makanan Jajanan Terhadap Total Energi Dan Status Gizi Pada Anak Sekolah Di Sd Inpres Buku Kecamatan Belang. GIZIDO, 7.
Yunita Syafitri, Hidayat Syarief, Y. F. B. (2009). Kebiasaan jajan siswa sekolah dasar. Jurnal Gizi Dan Pangan, 4, 167 – 175.



