Penggunaan Rebusan Air Kunyit dalam Mengelola Nyeri Lambung pada Pasien Maag dalam Lingkungan Keluarga: Kajian Literatur
Abstract
Nyeri lambung merupakan keluhan umum bagi penderita gastritis atau maag, yang sering disertai gejala mual dan muntah. Salah satu metode pengobatan alternatif yang banyak diminati adalah konsumsi kunyit (Curcuma longa) rebus, yang diketahui memiliki efek anti-inflamasi dan gastroprotektif. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas kunyit rebus dalam mengurangi nyeri lambung pada penderita maag. Langkah awal literature review ini adalah memilih topik dan menentukan kata kunci “Air Kunyit” AND Gastritis untuk pencarian artikel di Google Scholar. Artikel yang dipilih berasal dari 5 tahun terakhir (2019–2024) dan memenuhi kriteria inklusi, yaitu membahas penggunaan air rebusan kunyit untuk nyeri gastritis. Hanya lima jurnal yang direview. Hasil tinjauan ini mendukung penggunaan kunyit rebus sebagai terapi tambahan yang aman dan mudah diakses untuk masyarakat dalam mengelola nyeri lambung tanpa efek samping dari obat kimia. Kunyit (Curcuma longa) dengan senyawa kurkumin memiliki efek antiinflamasi, gastroprotektif, dan mampu mengatur mikrobiota lambung, sehingga efektif mengurangi nyeri gastritis. Penelitian menunjukkan konsumsi air rebusan kunyit secara signifikan menurunkan nyeri lambung, menjadikannya terapi non-farmakologis yang aman, terjangkau, dan mudah diterapkan. Telemedicine memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam sistem kesehatan secara berkelanjutan, sehingga dapat mendukung perawatan konvensional dan memperluas jangkauan layanan kesehatan.
References
Akeredolu, M. I., Rotimi, F. O., Afolabi, O. B., & Adeniji, T. P. (2022). Protective effect of curcumin on aspirin-induced gastric ulcer in rats. African Journal of Biomedical Research, 25(3), 200–210.
Atefi, N., Shakerian, A., Heidari, Z., & Mirakhorlo, S. (2021). Curcumin in the treatment of irritable bowel syndrome and ulcerative colitis: A meta-analysis. Gastroenterology Research and Practice, 2021, Article ID 6649317. https://doi.org/10.1155/2021/6649317
Bolanle, A., Rotimi, F., & Afolabi, O. (2023). Protective Effect of Curcumin on Aspirin-Induced Gastric Ulcer in Rats. African Journal of Biomedical Research, 25(3), 200–210.
Diana, R., & Nurman, S. (2020). Pendekatan Non-Farmakologis dalam Penanganan Gastritis. Jurnal Kesehatan Alternatif, 8(3), 210–218.
Haile, G. (2023a). Hidroterapi Kunyit sebagai Terapi Alternatif untuk Gastritis. Jurnal Terapi Komplementer, 5(1), 50–58
Haniadka, R., Rajeev, A. G., Palatty, P. L., Arora, R., Baliga, M. S., & Popuri, S. (2013). A Review of the Gastroprotective Effects of Ginger (Zingiber officinale Roscoe). Food & Function, 4(6), 845–855. https://doi.org/10.1039/c3fo30337c
Hegde, S. V., Adhikari, M. R., Rao, S., Rao, S., & Chandrashekara, A. (2013). Efficacy of curcumin in the treatment of chronic gingivitis: A pilot study. Oral Health & Preventive Dentistry, 11(1), 81–86.
Insyra, A., Hadi, S., & Wulandari, L. (2024). Effects of turmeric and honey on pain reduction in gastritis patients. Journal of Alternative and Complementary Medicine, 30(2), 85–92.
Ismansyah, I., Andrianur, F., & Ernawati, R. (2023). Efficacy of turmeric (Curcuma longa Linn) decoction to reduce pain in patients with gastritis. Healthcare in Low-resource Settings, 11, 11729. https://doi.org/10.4081/hls.2023.11729
Mutmainah, M., Sukorini, E., & Permatasari, S. (2014). Effect of turmeric-ginger decoction on gastric ulcers induced by aspirin in rats. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 4(4), 345–350. https://doi.org/10.12980/APJTB.4.2014C1030
Oluwafemi, O., Rotimi, F., & Afolabi, O. (2021). Antioxidant Properties of Curcumin in Gastric Mucosal Protection. Journal of Gastroenterology and Hepatology Research, 10(4), 3412–3418.
Rahmawati, R. (2020). Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Stunting Remaja Akhir. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 90–96.
Razavi, B. M., & Zare, M. (2021). Curcumin as an Anti-inflammatory and Neuroprotective Agent in the Treatment of Neurodegenerative Diseases. Journal of Medicinal Food, 24(12), 1231–1242. https://doi.org/10.1089/jmf.2020.0182
Sari, D. P., & Nurman, S. (2024). Epidemiologi Gastritis di Asia Tenggara. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 10(1), 45–52.
Siagian, I., Ariawan, N., & Santoso, R. (2021). Combination therapy of turmeric and honey in reducing gastric pain in gastritis patients. Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy, 20(1), 10–18.
Thavorn, K., Mamdani, M. M., & Straus, S. E. (2014). Efficacy of turmeric in the treatment of digestive disorders: A systematic review and meta-analysis protocol. Systematic Reviews, 3, 71. https://doi.org/10.1186/2046-4053-3-71
Widiyanto, A., Sartika, S. A., Utami, A. K. N., Dina, K. M., Anasulfalah, H., & Delimasari, T. S. H. (2024). Edukasi GERD untuk Generasi Z: Strategi Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Perilaku Kesehatan. Jurnal Peduli Masyarakat, 6(4), 1737-1742. https://doi.org/10.37287/jpm.v6i4.4701
Yashavanth, P. S., Kulkarni, M., & Srinivasan, N. (2018). Anti-Helicobacter pylori activity of curcumin: A comparative study with antibiotics. Journal of Ethnopharmacology, 221, 21–27. https://doi.org/10.1016/j.jep.2018.04.032
Yunanda, A. (2023). Prevalensi Gastritis di Indonesia: Tinjauan Literatur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.
Copyright (c) 2024 Sri Iswahyuni, Anggi Pradana Putri, Ratna Wardani, Aris Widiyanto, Joko Tri Atmojo, Hakim Anasulfalah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



