Pelatihan Cultural Awareness untuk Pembimbing Sebaya Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani
Abstract
Kesadaran budaya merupakan permasalahan yang rentan dan masih menjadi masalah pada setiap wilayah. Perlunya pengetahuan budaya terhadap semua inidvidu merupakan latar belakang peneliti. Santri di Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani mempunyai maslaah terhadap rendahnya komunikasi, masalah ini timbul karena banyaknya teman bermacam-macam budaya di lingkunan pesantren. Rendahnya komunikasi ini juga menyebabkan tindakan bullying pada teman sebaya. Dalam meningkatkan kesadaran budaya peneliti mengembangkan sikap kesadarn berbudaya yang mencakup beberapa materi yang disatukan menjadi modul pembelajaran. Pelatihan dilakukan oleh 20 orang santri Mu’alimat Qur’ani, dengan hasil 96,69 % berdampak pada peserta dalam peningkatan kesadaran budaya.
References
Aulia, M. F. (2015). Pengelolaan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Muhammadiyah" Miftakhul’Ulum" Pekajangan Pekalongan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Bali, M. M. E. I., & Fadli, M. F. S. (2019). Implementasi Nilai-nilai Pendidikan Pesantren dalam Meningkatkan Ketahanan Mental Santri. PALAPA, 7(1), 1–14.
Batubara, J. R. L. (2016). Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21–29.
Compton, W. C., & Hoffman, E. (2019). Positive psychology: The science of happiness and flourishing. Sage Publications.
Fuadi, A., & Suyatno, S. (2020). Integration of nationalistic and religious values in islamic education: study in integrated islamic school. Randwick International of Social Science Journal, 1(3), 555–570.
Gebauer, J. E., Sedikides, C., Schönbrodt, F. D., Bleidorn, W., Rentfrow, P. J., Potter, J., & Gosling, S. D. (2017). The religiosity as social value hypothesis: A multi-method replication and extension across 65 countries and three levels of spatial aggregation. Journal of Personality and Social Psychology, 113(3), e18.
Jannah, M. (2017). Remaja dan tugas-tugas perkembangannya dalam islam. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 1(1).
KEBUDAYAAN, K. P. D. A. N. (n.d.). Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling.
Kurniyatillah, N., Rachmawati, S. E., Amirah, A., & Sulaiman, N. S. (2020). Kepemimpinan Otoriter dalam Manajemen Pendidikan Islam. Al-Muaddib: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Keislaman, 5(1), 160–174.
Ma’rufah, S., Matulessy, A., & Noviekayati, I. (2014). Persepsi terhadap kepemimpinan kiai, konformitas dan kepatuhan santri terhadap peraturan pesantren. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(02).
Mander, D. J., & Lester, L. (2017). A longitudinal study into indicators of mental health, strengths and difficulties reported by boarding students as they transition from primary school to secondary boarding schools in Perth, Western Australia. Journal of Psychologists and Counsellors in Schools, 27(2), 139–152.
Muhith, A. (2018). Quality culture of islamic boarding school. International Journal of Research-Granthaalayah, 6(10), 25–37.
NafI’dkk, M. D. (2007). Praksis Pembelajaran Pesantren Yogyakarta. Yavasan Selasih.
Pendidikan, P. M., & Nomor, K. R. I. (2014). 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Depdikbud.
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719.
Tafsir, A., Supardi, A., Basri, H., Mahmud, M., Kurahman, O. T., Fathurrahman, P., Priatna, T., Supriatna, S., Ruswandi, U., & Suryana, Y. (2004). Cakrawala pemikiran pendidikan Islam (Vol. 1). Mimbar Pustaka: Media Tranformasi Pengetahuan.
Umami, S. R., & Amrulloh, A. (2017). Internalisasi Nilai-Nilai Pedidikan Akhlak Santri Putri Asrama X Hurun Inn Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 112–129.



