Implementasi Gerakan Remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini Penyebab Stunting
Abstract
Pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi juga masih rendah dan kejadian kehamilan pada usia remaja masih tinggi yakni 16,7%. Padahal pelaksanaan kursus calon pengantin sudah dilaksanakan oleh Kementrian Agama bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Kehamilan yang terjadi pada perempuan dengan usia kurang dari 20 tahun akan menimbulkan banyak permasalahan, terutama kehamilan resiko tinggi yang akan berakibat pada kematian Ibu dan Bayi yang semakin meningkat. Untuk itu pencegahan terjadinya kehamilan di usia dini (kurang dari 20 tahun) perlu dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pembentukan kelompok remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini. Remaja dianggap kelompok social yang memungkinkan untuk mengajak sesama remaja untuk mencegah pernikahan dini yang akan berdampak pada kehamilan resiko tinggi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah menurunkan Angka Stunting melalui Gerakan remaja Siaga mencegah pernikahan dini penyebab stunting dan meningkatkan pengetahuan remaja untuk mampu mengajak sesama remaja mencegah pernikahan dini. Sasaran Pengabdian ini adalah remaja yang berusia kurang dari 20 tahun yang dipilih oleh Kader per RW di Kelurahan Bandarhajo yang berjumlah 40 remaja dari 12 RW. 40 remaja ini nantinya diberi pelatihan secara teori, praktik dan praktik lapangan yang dibagi menjadi 3 (tiga) kali pertemuan. Pada saat praktik lapangan, masing – masing remaja perwakilan RW membawa 4 teman sebaya untuk diberi sosialisasi mencegah pernikahan dini. Dari hasil diskusi, remaja di Kelurahan Bandarharjo dapat mengadakan edukasi, motivasi atau refleksi pada saat pertemuan remaja atau Posyandu Remaja tentang stunting hubungannya dengan pernikahan dini dan bagaimana agar remaja memfokuskan pada perbaikan kualitas diri untuk meraih cita – cita. Diharapkan hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi wadah bagi remaja untuk pruduktif, aktif dan kreatif dalam menikmati masa remaja dan meraih cita – cita tanpa memikirkan pernikahan dini agar bisa berkontribusi mengurangi dan mencegah stunting di Kelurahan Bandarharjo.
References
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. (2011). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2010. Jakarta : Depatrtemen Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2010). Profil Indonesia Sehat 2009. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. Dapat diakses di http://www.depkes.go.id/downloads/PROFIL_KESEHATAN_INDONESI A_2010.pdf . diakses pada tanggal 31 Agustus 2024.
Rachmawati, Imami Nur. (2014). Kehamilan dan Melahirkan pada Remaja. Depok : Diktat UI.
Khafidhoh Nur dan Bagus Widjanarko. (2018). Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil usia dini di wilayah Pantura Kabupaten Kendal. Jurnal Kebidanan. Vol 7 No 15. April 2018. Dapat diakses di https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jurkeb/article/download/3250/841
Wahyuni Elly, Lusi Andriani, Mariati dan Rina. (2023). Stunting dan Pencegahan Pernikahan Dini. Pekalongan : Penerbit NEM.
Sihadi & Djaiman, S., P., H. (2011). Peran Kontekstual Terhadap Kejadian Balita Pendek di Indonesia. Peneliti Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan 1. Masyarakat, Badan Litbang Kesehatan. Kemenkes RI.
Cruz LMG, Azpeitia GG, Súarez DR, Rodríguez AS, Ferrer JFL, Serra-Majem L. (2017). Factors Associated with Stunting among Children Aged 0 to 59 Months from the Central Region of Mozambique. Nutrients. 2017 May 12;9(5):491. doi: 10.3390/nu9050491. PMID: 28498315; PMCID: PMC5452221.
Suryani, Pudji, Fiashriel Lundy, dan Wandi. (2022). Pengembangan Metode Edukasi Teman Sebaya Terhadap Peningkatan Pengetahuan Gizi Remaja Sma Di Wilayah Kota Malang. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia Vol 9. No 1 2022. Pahe 21-22. DOI: https://doi.org/10.31290/jiki.v8i1.2699.
Hastuti, Rahmah. (2021). PSikologi Remaja. Yogyakarta : CV Andi Offset.
Firdaus, Doni. 2021. Al-Fath Motivation: Remaja, Harus Baca! #seri pertama . Bogor : Guepedia.
Mulusa. 2019. Remaja Berperan Buka Baperan. Bogor : Guepedia.
Surbakti, E.B. 2009. Kenalilah Anak Remaja Anda. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
KementerianKesehatanRI.(2016).Infodatin; Situasi Balita Pendek.Jakarta: Pusat Data dan InformasiKementerian Kesehatan RI
Cetin, Berti C, Calabrase, S., 2009,Role Of Micronutrients In ThePericonceptional Period, Hum ReprodUpdate,16(1):80-95.doi:10.1093/humupd/dmp025
Condran, B., Gahagan, J., & Isfeldkiely,H. (2017). A scoping review of socialmedia as a platform for multi-levelsexual health promotion interventions.26(1),26–37,https://doi.org/10.3138/cjhs.261- A1.
Indari, dkk. (2022). Pembentukan Kader Remaja dan Pelatihan Posyandu Remaja di Desa Sidorahayu Wagir MalangPembentukan Kader Remaja dan Pelatihan Posyandu Remaja di Desa Sidorahayu Wagir Malang. Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 5, No 11 Tahun 2022. 3737 – 3748. DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i11.7337
Camara, M., Bacigalupe, G., & Padilla, P. (2017). The role of social support in adolescents: are youhelping meorstressing me out? International Journal of Adolescence and Youth, 22(2), 123-136. https://doi.org/10.1080/02673843.2013.875480
Susanti, S., Apriasih, H., & Danefi, T. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Kader Posyandu Remaja Uswatun Hasanah Desa Cikunir. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 279-284. https://doi.org/10.35568/abdimas.v3i2.579
Uswatun, A. H., Lilik; Sulistyanti, ani. (2020). Pelatihan Pembentukan Posyandu Remaja dan Kader Kesehatan Di Dukuh Mardirejo Desa Kalikebo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan, 2 N 2, 2020,6-12. https://doi.org/10.26714/jpmk.v2i2.5944
Harahap, L., & Lubis, J. . (2022). DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 5 KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2022. Jurnal Pengabdian Masyarakat Darmais (JPMD), 1(2), 1–4. Retrieved from https://ejournal.stikesdarmaispadangsidimpuan.ac.id/index.php/jpmd/article/view/31
Maroon, (2011). Dampak Pernikahan Dini Pada Remaja. Cetakan Pertama. Jakarta : University Press.
Puspasari, H. W., & Pawitaningtyas, I. (2020). Masalah Kesehatan Ibu Dan Anak PadaPernikahan Usia Dini Di Beberapa Etnis Indonesia; Dampak Dan Pencegahannya. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(4), 275–283. https://doi.org/10.22435/hsr.v23i4.3672
Alza, Nurfaizah. et al. (2023). Literature Review: Dampak Pernikahan Usia Dini terhadap Stunting. Journal of Noncommunicable Disease (JOND), 3 (2), 2023, 120-133. DOI : https://dx.doi.org/10.5236/jond.v3i2.930
Abri, Nur, Nur Zakiah, and Alya Fajrani Risal. (2023). “The Relationship Between Early Pregnancy, Birth Distance, and Resident Status with Stunting Incidence in Elementary School Children in Enrekang Rural” Journal Health and Nutrition Research 2 (2): 70–78.
Irwansyah, Irwansyah, Djauhar Ismail, and Mohammad Hakimi. (2016). “Kehamilan Remaja dan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-23 Bulan di Lombok Barat.” Berita Kedokteran Masyarakat 32 (6): 209. https://doi.org/10.22146/bkm.8628.



