Penatalaksanaan pada Pasien Laki-Laki Usia 50 Tahun dengan Tinea Pedis melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga

  • Ismalia Qanit Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Azelia Nusadewiarti Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: gatal, pendekatan kedokteran keluarga, tinea pedis

Abstract

Tinea pedis merupakan infeksi jamur dermatofita yang memiliki sifat mengikis keratin di jaringan, khususnya pada kaki. Tinea pedis didapatkan pada orang dengan higien diri, lingkungan sekitar, dan perawatan kaki yang buruk. Pencegahan tinea pedis dapat dilakukan dengan cara pemakaian APD pada saat melakukan kontak dengan faktor penyebab atau memperbaiki higien diri. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta memberi penatalaksanaan pada pasien dengan penerapan pelayanan dokter keluarga secara holistik berbasis evidence based medicine. Metode studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien di Puskesmas. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah laki-laki usia 50 tahun, datang dengan keluhan gatal dan nyeri pada kaki kanan. Gatal dirasakan sejak 1 minggu lalu. Pasien mengatakan keluhan sering berulang. Diketahui pasien seorang petani dan sering berkontak dengan air karena setiap hari selalu menggunakan sepatu tertutup dalam waktu yang lama. Pasien jarang memperhatikan kebersihan diri setelah beraktifitas.. Diketahui bahwa pasien tinggal bersama dengan 6 anggota keluarga lain dan rumah sedikit lembab. Pasien didiagnosis sebagai tinea pedis. Hasil evaluasi yang didapatkan adalah penurunan gejala klinis dan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarganya.  Kesimpulan yaitu telah dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan dokter keluarga pada Tn.H dengan tinea pedis yang disesuaikan dengan EBM. Intervensi yang dilakukan telah menambah pengetahuan pasien dan mengubah beberapa perilaku pasien dan keluarganya, yang ditunjukkan dengan perbaikan pada diagnostik holistik akhir.

References

Pranata, F. S., Jufriadif Na’am, & Sumijan. 2019. Sistem pakar diagnosis penyakit jamur pada manusia menggunakan input suara berbasis android. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem Dan Teknologi Informasi). vol. 3(3): 435–442. https://doi.org/10.29207/resti.v3i3.1187.

Kumar, V., Tilak, R., Prakash, P., Nigam, C., & Gupta, R. 2011. Tinea pedis: An update. Asian Journal of Medical Sciences. vol. 2(2): 18–22

Triana, D., Nawaliya, A., & Sinuhaji, B. 2020. Kejadian infeksi Trichophyton mentagrophytes terkait personal hygiene antara nelayan dengan pengolah ikan rumahan di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada. vol. 12(1): 74–81. https://doi.org/10.34035/jk.v12i1.582

Menaldi SLSW. 2018. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-7. Jakarta: FK UI.

Wirya Duarsa. Dkk.. 2010. Pedoman Diagnosi dan Terapi Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Denpasar.

Soepardiman L. Kelainan Rambut. In: Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Jakarta: Badan Penerbut Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015

Haerani, Zulkarnain. 2021. Review: Tinea Pedis. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi. UIN Alauddin Makassar. 6(8):59-64

Kementerian Kesehatan RI. Buletin InfoDATIN, Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI; 2014.

Sutanto I, Sumariah IS, Sjarifudin PK, Sungkar S. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Edisi 4. Jakarta: Balai penerbit FKUI. 2008. p 319-326

Bertus NVP., Pandaleke HEJ., Kapantow GM. Profil Dermatofitosis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari-Desember 2012. Jurnal e-Clinic (eCI). 2015;3(2):731-4.

Petrucelli MF, Abreu MH, Cantelli BAM, Segura GG, Nishimura FG, Bitencourt TA, Marins M, Fachin AL. 2020. Epidemiology and Diagnostic Perspectives of Dermatophytoses. Journal of Fungi; 6(310): 1-15.

Djuanda,dkk. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2015

Ward H, Parkes N, Smith C, Kluzek S, Pearson R. 2022. Consensus for the treatment of tinea pedis: A Systematic Review of Randomised Controlled Trials. Journal of Fungi; 8(351):1-11.

Al-Mahmood A, Al-Sharifi E. Epidemiological Characteristics and Risk Factors of Tinea Pedis Disease Among Adults Attending Tikrit Teaching Hospital/ Iraq. Infect Disord Drug Targets. 2021;21(3):384-388. doi: 10.2174/1871526520666200707114509. PMID: 32634085.

Haryani. 2020. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Angka Kejadian Tinea Pedis Pada Buruh Perkebunan Kelapa Sawit Di Desa Sonomartani Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utara Sumatera Utara. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Abdurrahman MF, Mayasari D. 2021. Penatalaksanaan Occupational Disesase e.c Tinea Pedis Pada Supir Truk dengan Pendekatan Holistik. Medula. Vol 11(1):145-150.

Kemenkes RI. 2017. Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jakarta: Kemenkes RI.

Thevany, Natalia D, Zakiah M. 2018. Uji Resistensi Jamur Penyebab Tinea Pedis pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak terhadap Flukonazol. Jurnal Kesehatan Khatulistiwa; 4(1):579-587.

Welly L, Soemarko DS, Rusmawardiana. 2012. Pengaruh Intervensi Edukasi dan Monitoring Personal Foot Hygiene terhadap Insiden Tinea Pedis pada Pekerja Pemakai Sepatu Boot di Pabrik Pengolahan Karet di Palembang. PIT Perdoki Bandung.

Kumar V, Tilak r, Prakash p, Nigam C, Gupta R. Tinea pedis an update. Asian Journal of medicine sciences. 2011:134-138.

Published
2023-09-29
How to Cite
Qanit, I., & Nusadewiarti, A. (2023). Penatalaksanaan pada Pasien Laki-Laki Usia 50 Tahun dengan Tinea Pedis melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(1), 435-448. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i1.2194