Penatalaksanaan Asma Persisten Ringan pada Pasien Lansia Usia 61 Tahun melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga
Abstract
Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Lanjut usia dapat memiliki multi penyakit dan/atau gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan. Asma adalah kelainan berupa inflamasi kronik saluran napas, ditandai dengan gejala episodik berulang berupa mengi, batuk, dan sesak napas. Gejala asma berulang sering menyebabkan insomnia, kelelahan, penurunan aktivitas dan produktivitas. Sehingga dokter harus menatalaksana pasien secara holistik dari berbagai aspek. Menerapkan pelayanan kedokteran keluarga secara holistik dan komprehensif dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, dan mengelola pasien dengan penatalaksanaan berbasis Evidence Based Medicine dengan pendekatan patient centered, family approach, dan community oriented. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang saat kunjungan ke rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif. Pasien Tn. S (61 tahun), terdiagnosis Asma Persisten Ringan, memiliki kekhawatiran keluhan semakin sering timbul dan memberat. Pasien berharap keluhan berkurang dan dapat beraktivitas dengan baik. Keterbatasan pengetahuan pasien terhadap penyakit yang diderita dan pentingnya menghindari faktor pencetus merupakan faktor penyebab masalah yang terjadi pada pasien. Diagnosis pasien pada kasus ini sudah sesuai dengan beberapa teori dan telaah kritis dari penelitian terkini. Penatalaksanaan diberikan sesuai dengan panduan penatalaksanaan. Terlihat perkembangan yang baik pada pasien mulai dari gejala klinis yang menurun hingga perubahan perilaku setelah dilakukan intervensi berbasis evidence based medicine yang bersifat family approach dan patient centered.
References
Afgani, A., & Hendriani, R. (2020). Diagnosis dan Manajemen Terapi Asma. . Jurnal Farmaka, 18(2), 26–36.
Agustina, AT., Prastyo, A., Azwani, R., & Muhid, A. (2023). Efektivitas Program Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) Untuk Membangun Health Consciousness pada Lansia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(1), 235-246
Anwar, A., Agustina, R., & Fadraersada, J. (2017). Kajian Terapi Asma dan Tingkat Kontrol Asma Berdasarkan Asthma Control Test (ACT). Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 1–6
Ariffudin, A., Rau, MJ., & Hardiyanti, N. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Asma di Wilayah Kerja Puskesmas Singgani Kota Palu. Jurnal Kesehatan Tadulako, 5(1), 1-62
Broide, D. (2018). New perspectives on mechanisms underlying chronic allergic inflammation and asthma in 2007. JACI, 122(3), 475–480.
Dandan, J., Parhusip, M., & Frethernety, A. (2022). Gambaran Faktor-faktor Pencetus Asma Pada Pasien Asma. Jurnal Kedokteran Universitas Palangkaraya, 10(2), 1–5.
Dedi, Yuniati, & Afifah. (2022). Faktor Predisposisi dan Pencetus Dengan Serangan Asma Bronkhial. Journal Healthy Purpose, 1(2), 41–50.
Ghimire, K., & Dahal, R. (2023). Geriatric Care Special Needs Assessment. StatPearls Publishing.
GINA. (2019). At-A-Glance Asthma Management Reference.
GINA. (2021). Global Strategy fo Asthma Management and Prevention.
Kasrin, D., Pratiwi, L., & Rizkifani, S. (2022). Penggolongan Obat Berdasarkan Peresepan obat Asma Di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr Agoesdjam Ketapang. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(1), 179–189.
Kementerian Kesehatan RI. (2016). InfoDATIN: Situasi Lanjut Usia (LANSIA) di Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Nasional RISKESDAS 2018.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Provinsi Lampung RISKESDAS 2018.
Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2021). Rumah Sehat.
Morris, M. (2020). Asthma. Medscape.
Nunes, C., Almeida, M., & Pereira, A. (2017). Asthma Costs and Social Impact. Pubmed Central.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2019). Asma Pedoman diagnosis & Penatalaksanaan di Indonesia.
Putri, D. (2021). Hubungan Fungsi Koginitif dengan kualitas hidup lansia. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(4), 1147–1152.
Putri, N., Mayangsari, A., SIdiartha, G., & Adnyana, I. (2022). Prevalens dan Faktor yang berhubungan dengan asma pada anak usia 13-14 tahun di daerah rural. Jurnal Medika Udayana, 11(3), 46–53.
Rengganis, I. (2020). Diagnosis dan tatalaksana asma bronkial. Majalah Kedokteran Indonesia, 441–451.
Rosfadilla, P., & Tarigan, A. (2022). Asma Bronkial Eksaserbasi Ringan-Sedang pada Pasien perempuan usia 46 tahun. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Malikussaleh, 8(1), 17–22.
Shyamali, C., Perret, J., & Custovic, A. (2019). Epidemiology of Asthma in Children and Adults. Front Pediatr, 7(246).
Sinyor, B., & Perez, L. (2020). Pathophysiology Of Asthma. StatPearls.
WHO. (2020). Asthma. WHO



