Peran Orangtua dalam Memberikan Makanan Bergizi Seimbang pada Anak dengan Stunting
Abstract
Pemberian makanan dengan gizi seimbang pada balita diperlukan karena tubuh membutuhkan makanan yang mengandung nutrient seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Anak yang tidak mendapatkan asupan gizi seimbang karena pola makan yang buruk akan mengalami malnutrisi. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya stunting yaitu penyakit infeksi dan kurangnya asupan gizi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan stunting yaitu memperbaiki pola asuh, pola makan, sanitasi dan akses air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orangtua dalam memberi makanan dengan gizi seimbang pada anak dengan stunting di Wilayah Dusun Nilo dan Dusun Kojatada, Desa Wuli Wutik, Kecamatan Nita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat orangtua yang memiliki anak stunting, menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi keseimbangan dalam kareteristik umur yaitu dewasa muda dan dewasa tua yang masing-masing berjumlah 2 orang (50%), distribusi tingkat pendidikan terbanyak yaitu SMA berjumlah 2 orang (50%) dan distribusi jenis pekerjaan terbanyak yaitu ibu rumah tangga berjumlah 3 orang (75%). Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa 4 informan menjalankan perannya sebagai fasilitator dengan baik. Peran orangtua dalam pemberian makanan dengan gizi seimbang pada anak dengan stunting sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat pendidikan, usia dan pekerjaan serta beberapa faktor lain seperti tidak memiliki media elektronik untuk mengakses informasi.
References
Adhani, D. N. (2019). Peran Orang Tua terhadap anak usia dini (usia 2 tahun) yang mengalami Picky Eater. Aulad : Journal on Early Childhood, 2(1), 38–43. https://doi.org/10.31004/aulad.v2i1.18
Arini Hayati, Fujiana, F., & Murtilita. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan (Factors That Influence The Event Of Stunting In 24-59 Month Ages). Portal Jurnal Ilmiah Universitas Tanjungpura, Volume 2(June).
Atikah Rahayu, S.KM., M. P., Fahrini Yulidasari, S.KM., M. P., Andini Octaviana Putri, S.KM., M. K., & Lia Anggraini, S. K. (2018). Study Guide – Stunting Dan Upaya Pencegahannya Bagi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (S. K. Hadianor (ed.); Cetakan ke). CV Mine Perum SBI F153 Rt 11 Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta- 55182.
Almatsier Sunita, Susira Soetardjo, Moesijanti Soekarti. (2011). Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. (Sunita Almatsier (ed)). Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Aulia, Puspitasari, D. I., Huzaimah, N., Wardita, Y., & Sandi, A. P. (2017). Stunting dan Faktor Ibu (pendidikan, pengetahuan gizi, pola asuh, dan self efikasi). Journal of Health Science Research, 2(1), 1–9. https://www.ejournalwiraraja.com/index.php/JIK/article/view/1498
Baroroh Ida, S.SiT.,M.Kes & Maslikhah, S.SiT.,M.Kes (2021).Buku Ajar Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Vol.1. Penerbit : PT.Nasyah Expanding Management
Candra, dr. A. (2020). Epidemiologi Stunting ( cetakan 1 : 2020 (ed.)). Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.
Collaizi, P. (1978). Psichological research as the phenomenologist views it. New York:Oxford University Press
https://djpbn.kemenkeu.go.id/kppn/lubuksikaping/id/data-publikasi/artikel/3038-
Copyright (c) 2025 Mediatrix Santi Gaharpung, Maria Sofia Anita Aga, Helena Kidi Labot, Mayatrisna Dua Dina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



