Peningkatan Konsep Diri dan Perawatan Luka pada Penderita Kusta di Panti Rehabilitasi Kusta Gema Kasih Galang, Sumatera Utara
Abstract
Penderita kusta mengalami luka di bagian perifer seperti tangan dan kaki, yang penyembuhannya membutuhkan waktu yang lama serta perawatan luka yang intensif. Stigma masyarakat di lingkungan sekitar sering menjauh akibat ada luka di daerah kaki dan tangan, warna kulit yang tidak sama( perubahan fisik). Hal ini mempengaruhi konsep diri penderita kusta yang merasa dikucilkan,penderita merasa tidak berarti lagi karena dalam kehidupan bersosialisasi banyak masyarakat yang tidak dapat menerima keberadaan mereka. kecacatan yang dialami penderita mengakibatkan konsep diri terganggu. Salah satu factor mempertahankan konsep diri dalam konsep citra tubuh adalah merawat luka yang rutin diberikan, penderita kusta diberikan penyuluhan dalam merawat luka karena sebagian besar penderita kusta mengalami gangguan citra tubuh yang diakibatkan ada luka yang dapat mengakibatkan kecacatan. Dukungan dari masyarakat sangat membantu mengubah konsep diri penderita kusta. Konsep diri yang bersifat positif dapat membangkitkan semangat pendertita kusta untuk meningkatkan kualitas hidupnya, sudah merasa berarti dan dapat menghargai diri sendiri dan orang lain. Jumlah peserta pada pengabdian msyarakat ini berjumlah 28 orang yang merupakan penderita kusta dan keluarga. Tujuan dari Pengabdian kepada masyarakat ini Adalah Peningkatan Konsep Diri Dan Perawatan Luka Pada Penderita Kusta dilakukan di Panti rehabilitasi kusta Gema Kasih Galang, Sumatera Utara Peningkatan konsep diri ini dilaksanakan dalam bentuk perawatan luka penderita kusta serta penyuluhan konsep diri, sehingga diharapkan mereka memahami dan memiliki konsep diri yang positif.
References
Amiruddin, M. D. (2012). Penyakit Kusta; Sebuah Pendekatan Klinis. Brilian Internasional, Jakarta.
Ariyanta, F. (2017). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Konsep Diri Penderita Kusta Di Desa Bangklean Kabupaten Blora’, Berita Ilmu Keperawatan, 10(1), pp. 20–27.
Ariyanta, F., Abi Muhlisin, H., SKM, M. K., & Listyorini, D. (2013). Hubungan antara dukungan keluarga dengan konsep diri penderita kusta di Desa Bangklean Kabupaten Blora. (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Dewi, E. I., Kep, M., Susanto, T., Kep, N. M., Kom, S. K., Rahmawati, I., & Kp, S. (2014). IbM Kelompok Perawatan Diri (Kpd) Kusta.
Hartanti, R. D., Listyorini, L., & Karima, M. (2015). Perawatan Diri Pasien Kusta. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 7(1).
Janraid, M. (2015). Gambaran Konsep Diri pada Wanita Penderita Kusta dengan Kecacatan di Rumah Sakit Kusta Dr. Sitanala Tangerang 2014. (Doctoral dissertation, STIK Sint carolus).
Natalya, W., Riyanti, D. dan Pratekto, H., (2013). Gambaran Konsep Diri Pada Klien Kusta.Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol V (2).
Najmuddin, M., & Bahfiarti, T. (2013). Konsep Diri Mantan Penderita Kusta melalui Komunikasi Antarpribadi. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 153-164.
Pamuchtia, Y., dkk. (2010). Konsep Diri Anak Jalanan; Kasus Anak Jalanan Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia. IPB, Bogor.
Pebrianti, K.D. (2021). Penyuluhan Kesehatan tentang Faktor Penyebab Kekambuhan Pasien Skizofrenia, Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), Vol 3 (3), pp.235-239
Sari, D. A. K. W., Soewondo, S., & Supriati, L. (2018). Stigma sosial sebagai indikator penilaian harga diri pada pasien kusta di rs. Kusta kediri. Jurnal Penelitian Keperawatan, 4(1).
Siallagan, A. (2021). Konsep Diri Mahasiswa Program Profesi ners di STIKes Santa Elisabeth Medan Tahun 2021. JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan, 1(2), 119-126.
Susanto, T. (2010). Pengalaman Klien Dewasa Menjalani Perawatan Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Jenggawah Kabupaten Jember Jawa Timur: Studi Fenomenologi. Depok: Program Pasca Sarjana Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
Sutrisno, F. I. (2014). Hubungan Antara Dimensi Konsep Diri Dengan Interaksi Sosial Pada Penderita Kusta Di Rsud Kusta Donorojo Jepara’, JurnalKeperawatan, 7(1), pp. 77–99.
Yulihane, R. (2012). Kecenderungan Angka Penemuan Kasus Baru Kusta Dan Faktor- Faktor Yang Berhubungan di 38 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Tahun 2006-2010. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.



