Duta Remaja Peduli Kesehatan Mental di Masa Pandemi
Abstract
Upaya peningkatan kemampuan masyarakat terkait Kesehatan jiwa perlu ditingkatkan. khusunya di masa pandemic ini semua kalangan terdampak akan covid lebih lebih remaja. Sebagian besar, remaja mengalami hambatan dalam proses melewati masa krisis dalam dirinya. remaja merupakan entitas yang lebih menyukai berinteraksi dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang tua atau dewasa lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan ketrampilan remaja dalam menghadapi masa krisis selama pandemic covid-19. Program ini terdiri dari dua tahap yaitu ofline untuk pelatihan dan online untuk pemantauan dan konseling. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membentuk duta remaja terdiri dari 13 remaja kemudian diberikan pre test dan post test terkait pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan. Analisis deskriptif digunakan dalam pengabdian ini dengan menilai prosentase perubahan pengetahuan remaja terhadap Kesehatan mental, serta ketrampilan untuk mengatasi kecemasan pada dirinya dan teman sebaya. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan 78% dan 100% remaja mampu mempraktekkan Tarik nafas dalam serta kemampuan menghargai diri sendiri.
References
Albert, C., & Garcı´a-Serrano, C. (2010). Cleaning the slate? School choice and educational outcomes in Spain. High Educ, 559–582. http://doi.org/10.1007/s10734-010-9315-9
Ardi, Z., Ibrahim, & Said .(2012). Capaian Tugas Perkembangan Sosial Siswa dengan Kelompok eman Sebaya dan Implikasinya Terhadap Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Konselor. 1(1) 1-9. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor
Brown, S. D., & Lent, R. W. (2013). Career Development and Counseling: Putting Theory and Research to Work. (2, Ed.)John Wiley & Sons (2nd ed., Vol.
Dewi, G. K., Cahyani , H. B. (2015). Resiliensi pada remaja yatim piatu yang tingal di panti asuhan. Jurnal SPIRITS. 5(2), 29-36.
Frutos, T. H., Vicen, N. D. (2014). Factors of risk and prktection/resilience in adolescent scholar bullying. Jurnal Revista Internacional DE Sociologia (RIS). 73(3), 583-608.
Heppner, P. P., Wampold, B. E., & Kivlighan, D. M. (2008). Research Design in Counseling, Third Edition. Belmont: Thomson Higher Education.
Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2015). Wong’s nursing care of infants and children (10th ed.). Elsevier.
Hurlock, E, B. (2005). Psikologi Perkembangan. Edisi ke 5. Erlangga: Jakarta.
Lee, T. Y., & Lok, D. P. P. (2012). Bonding as a positive youth development construct: a conceptual review. In The Scientific World Journal (Vol. 2012, pp. 1–11). https://doi.org/10.1100/2012/481471
Robbins, S. P. (2003) Perilaku Organisasi: Konsep Kontroversi Aplikasi. Edisi. Kedelapan. Trans..
Romeo RD. (2014). Perspectives on stress resilience and adolescent neurobehavioral function. . Neurobiol Stress Journal. Nov 8;1:128-33. doi: 10.1016/j.ynstr.2014.11.001. PMID: 27589663; PMCID: PMC4721430.
Smores. (2020). Mental Health Awareness of adolescent in covid-19. Counseling Newsletter.
Stuart G.W,.(2013). Principles and Practice of Psychiatric Nursing 9 th. St. Louis: Mosby
Susanti, Apriasih, Danesi. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Kader Posyandu Remaja Uswatun Hasanah Desa Cikunir. abdimas umtas . 3(2). https://journal.umtas.ac.id/index.php/ABDIMAS/article/view/579
Videbeck, S. L. (2011). Psychiatric-Mental health nursing (5th ed.). Lippincot Williams & Wilkins
Wampold, B. E., & Kivlighan, D. M. (2008). Research Design in Counseling, Third Edition. Belmont: Thomson Higher Education.



