Edukasi Pemberdayaan Masyarakat Sadar Stunting

stunting

  • Saimi Saimi Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu
  • Riwayati Malika Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu
  • Lia Ilhami Aysa Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu
  • Fahriana Fahriana Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu
  • Albaeni Filahili Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu
Keywords: balita, ibu hamil, pengabdian masyarakat, remaja, stunting

Abstract

Permasalahan Stunting di desa sokong merupakan permasalahan yang telah menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam waktu 1 tahun terakhir, banyak terjadi kehamilan dan melahirkan. Begitupula jumlah balita dan stunting semakin banyak, di perkirakan jumlah balita stunting sebanyak 91 orang di desa sokong. Banyak upaya yang sudah dilakukan pejabat desa setempat. Akan tetapi, kejadian balita stunting tetap saja belum turun di desa tersebut. Oleh karena itu kami tertarik memberika edukasi pemberdayaan masyarakat terkait dengan sadar stunting di Desa sokong Kecamatan Tanjung dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat setempat terutama  pada ibu hamil, orang tua beserta kader dengan tujuan dapat menurunkan angka kejadian stunting serta meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan, dan kesadaran masyarakat tentang stunting di desa sokong. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. Tim pengabdian masyarakat Melakukan identifikasi masalah pada tanggal 04 februari 2025 di desa dengan melibatkan bidan dan perwakilan kader posyandu dan merumuskan masalah utama berdasarkan tingkat kegawatan, keseriusan dan besarnya masalah sehingga di putuskan masalah yaitu masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap stunting. Solusi terhadap masalah sesuai dengan kearifan budaya dan kemampuan desa setempat berupa edukasi tentang pemberdayaan masyarakat sadar stunting melalui penyuluhan. Melakukan identifikasi atau mendaftar ibu hamil, balita yang ada di desa sokong. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarkat di laksanakan 1 hari secara langsung pada tanggal 08 februari 2025 di desa sokong oleh dosen dan mahasiswa dalam memberikan penyuluhan edukasi tentang sadar stunting yaitu mempersiapkan ruangan atau tempat penyuluhan yang berkoordinasi dengan pihak puskesmas. Peserta yang hadir diberikan penyuluhan oleh tim pelaksana menggunakan Bahasa dan komunikasi yang komunikatif secra dua arah serta di bantu menggunakan lembar balik. Berdasarkan hasil yang di dapatkan dari diberikannya  penyuluhan tentang edukasi sadar stunting menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Stanting lebih baik serta kader dapat menerapkan pemberian PMT sesuai scaling up nutrition (SUN) pada Posyandu  khususnya pada balita yang ada di Desa Sokong.

References

Achadi. (2021). Pencegahan Stunting Pentingnya Peran 1000 Hari Pertama Kehidupan. PT. Rajagrafindo Persada.

Demi Kita. (2021). Buku milik : Book.

Dikes NTB.2022.Status Gizi Berdasarkan Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB menurut Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat Semester I Tahun 2022. Mataram:Dinas Kesehatan NTB

Dikes NTB.2023.Status Gizi Berdasarkan Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB menurut Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat Semester I Tahun 2022. Mataram:Dinas Kesehatan NTB

https://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-diabetes-melitus-dan-gangguan-metabolik/stunting-ancaman-generasi-masa-depan-indonesia#:~:text=Stunting%20berpotensi%20memperlambat%20perkembangan%20otak,diabetes%2C%20hipertensi%2C%20hingga%20obesitas

Husnul, 2020. Hubungan Pola Asuh Gizi Ibu Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lamper Tengah Kota Semarang. Jurnal of Health Education, 2 (3) : 1 – 12

Indonesiabaik.id. (2019). Bersama perangi stunting. In Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika. http://indonesiabaik.id/public/uploads/post/3444/Booklet-Stunting-09092019.pdf

Komalasari, Supriati & Sanjaya (2020) Faktor penyebab kejadian stunting pada balita. EJurnal Majalah Kesehatan indonesia, 1(2)

Utomo, S. B. (2018). Warta-Kesmas-Edisi-02-2018_1136. Cegah Stunting Itu Penting, ed 2nd,6–7.https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Warta-Kesmas-Edisi-02-2018_1136.pdf

Waroh, Y. K. (2019). Pemberian makanan tambahan sebagai upaya penanganan stunting pada balita di Indonesia. Embrio: Jurnal Kebidanan, 11(1), 47- 54.

Yuwanti, Muhanani, F,M & Mulya, M (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhui stunting pada balita di Kabupaten Grobogan. E-Jurnal Cendikia Utama, 10 (1), 74-84.

Published
2025-03-20
How to Cite
Saimi, S., Malika, R., Aysa, L. I., Fahriana, F., & Filahili, A. (2025). Edukasi Pemberdayaan Masyarakat Sadar Stunting. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(2), 73-78. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i2.5830