Strategi Optimalisasi Sistem Pelaporan E-Kohort
Abstract
Penerapan teknologi informasi dalam sistem kesehatan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan, salah satunya melalui e-Kohort, sebuah sistem surveilans berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk pencatatan, pemantauan, dan pelaporan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem pelaporan e-Kohort di Puskesmas Mendawai, Kabupaten Kotawaringin Barat, yang masih mengalami berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, jaringan internet yang tidak stabil, serta kurangnya pemahaman tenaga kesehatan terhadap sistem ini. Metode Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis menggunakan pendekatan Fishbone, USG, dan SWOT pada lingkungan Puskesmas Mendawai . Hasil Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa permasalahan utama berasal dari faktor sumber daya manusia, metode, sarana dan prasarana, serta teknologi dan kebiasaan kerja. Untuk mengatasi hambatan tersebut, intervensi dilakukan dengan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pelatihan tenaga kesehatan, penunjukan penanggung jawab sistem, serta peningkatan infrastruktur dan jaringan internet. Implementasi strategi ini menunjukkan peningkatan pemahaman tenaga kesehatan, efisiensi pelaporan, dan peningkatan jumlah data yang berhasil diinput. Dengan demikian, optimalisasi sistem e-Kohort dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Mendawai dan berkontribusi terhadap perbaikan sistem kesehatan masyarakat.
References
Azwar, Azrul. (2010). Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara.
Cahyanti, N., & Purnama, S. (2013). Pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan dalam Peningkatan Kinerja Puskesmas. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 16(2), 45-52.
Damanik, R., & Putra, A. (2023). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Aplikasi e-Kohort dengan Metode PIECES. Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45-55
Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat. (2024). Laporan Evaluasi Capaian Indikator e-Kohort Puskesmas Mendawai. Pangkalan Bun: Dinkes Kotawaringin Barat.
Direktorat Gizi KIA Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman Penggunaan Aplikasi e-Kohort KIA. Jakarta: Kemenkes RI.
Farida, N., et al. (2022). Evaluasi Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Kasembon, Kabupaten Malang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 75-85.
Kalista, A. (2022). Analisis Implementasi Aplikasi e-Kohort dalam Pencatatan Kohort Ibu dan Balita di Puskesmas. Jurnal Husada Mahakam Research, 8(2), 98-110
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2016). Pedoman Manajemen Puskesmas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS). Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual. Jakarta: Kemenkes RI.
Ludwick, D. A., & Doucette, J. (2009). Adoption of Electronic Medical Records in Primary Care: Barriers and Solutions. Canadian Family Physician, 55(1), 116-121.



