Pendidikan Kesehatan Resusitasi Jantung Paru Bagi Penyandang Tuna Rungu
Abstract
Penguasaan dan pemahaman tindakan resusitasi jantung paru dalam memberikan pertolongan pertama pada korban henti jantung seharusnya tidak hanya dimiliki oleh tenaga kesehatan tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik. Tujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan masyarakat awam khususnya kelompok tunarungu terhadap bantuan hidup dasar dengan menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan, pelatihan singkat dan pembelajaran aktif bantuan hidup dasar. Media yang digunakan proyektor dan didampingi oleh penerjemah yang menggunakan Bisindo sebagai pengantar. Peserta abdimas adalah anggota Gerkatin sejumlah 20 orang. Materi yang disampaikan dapat menambah pengetahuan dibuktikan dengan peserta mampu menjawab pertanyaan setelah kegiatan penyuluhan dilakukan. Mereka mampu mengidentifikasi dengan benar bagaimana mengidentifikasi orang dengan serangan jantung, langkah apa yang harus diambil ketika bertemu penderita, dan bagaimana meminta bantuan. Selanjutnya, secara umum, Anda dapat berlatih secara pantum tahapan melakukan bantuan hidup dasar. Kelompok disabilitas sensorik memahami dan mau menerapkan bantuan hidup dasar saat bertemu pasien henti jantung
References
Eric J, et all (2020). Highlights of the 2020 American Hearth Association Guidelines for CPR and ECC. USA : American Hearth Association
Hazinsky Mary et all. (2015). Highlight of the American Hearth Association Guidelines Update for CPR and ECC. USA : American Hearth Association
Irfani Qonita Imma. (2019). Bantuan Hidup Dasar. Cdk-277/Vol. 46 no. 6 th. 2019
Krisanty Paula dkk. (2009). Asuhan Keperawatan Gawat Darurat. Jakarta : Trans Info Media
Maftuhin Arif. (2016). Mengikat Makna Diskriminasi Penyandang Cacat, Difabel, dan Penyandang Disabilitas. INKLUSI : Journal of Disability Study. Vol 3, No 2, Juli – Desember 2016, h 139-162.
M. Syafi’ie. (2014). Pemenuhan Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas. INKLUSI Journal of Disability Study. Vol I, No 2 Juli – Desember 2014
Musliha. 2010. Keperawatan Gawat Darurat. Yogyakarta : Nuha Medika
RI, K. K. (2018a). PEMENUHAN AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS. Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, 1, No.2(ISSN 2442-7659), 269–308.
RI, K. K. (2018b). Penyandang Disabilitas di Indonesia : Fakta Empiris dan Implikasi untuk Kebijakan Perlindungan Sosial Pengantar. Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, (ISSN 2442-7659).
RI, K. K. (2018c). Situasi Disabilitas. Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, (ISSN 2442-7659).
RISKESDAS. (2013). Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
Sawiji. 2018. Sosialisasi Dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bagi Muballigh Di Kabupaten Kebumen. The 7th University Research Colloqium 2018. STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Pratiwi Indah Dwi dkk. (2016). Basic Life Support: Pengetahuan Dasar Siswa Sekolah Menengah Atas. Ejournal.umm. vol 7 nomor 7 Juli 2016.
Trinurhilawati. (2019). Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar Dan Keterampilan Tindakan Recovery Position Pada Kader Siaga Bencana. Jurnal Keperawatan Terpadu
Widinarsih Dini. (2019). Penyandang Disabilitas di Indonesia: Perkembangan Istilah dan Definisi. Jurnal ilmu Kesejahteraan Sosial Jilid 20, Nomor 2, Oktober 2019, 127-142



