Penyuluhan Kesehatan tentang Perawatan Pasien Halusinasi di Rumah

  • Cucu Rokayah STIKes Dharma Husada Bandung
Keywords: gangguan jiwa, halusinasi, peran keluarga

Abstract

Pasien Halusinasi setelah di rawat dan kembali ke keluarga banyak sekali keluarga yang tidak mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan pasien di rumah sehingga pasien kembali di bawa ke rumah sakit dengan gejala sering bicara sendiri dan kadang marah – marah tanpa sebab. Hal ini lah yang harus diantisipasi oleh perawat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam melakukan perawatan di rumah.  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pasien dan keluarga tentang perawatan halusinasi di rumah. Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, metode diskusi, dan demonstrasi cara merawat pasien dengan halusinasi. Peserta  dalam kegiatan ini adalah pasien dengan halusinasi di ruang rawat jalan dewasa RSJP Jawa Barat dihadiri oleh keluarga dan klien yang sedang menunggu melakukan pengobatan di Rawat Jalan berjumlah 21 orang. Evaluasi hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman klien dan keluarga tentang perawatan pada pasien halusinasi pada anggota keluarga yang merawat pasien halusinasi dan dapat mengenali tanda dan gejala anggota keluarga, terbentuknya keterampilan anggota keluarga dalam melaksanakan perawatan pasien dengan halusinasi.

References

Fontaine, K.L. (2009). Mental Health Nursing. New Jersey : Pearson Education.inc

Friedman, Marilyn M., Baowden, V.R., &Jones, E.G (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga

Hawari, D (2010). Peran Keluarga dalam Gangguan Jiwa. Edisi 21. EGC

Hayes R.E dan Joyce L. Kee. 2009. Farmakologi, Pendekatan Proses Keperawatan. EGC. Jakarta

Joys. (2011). Deskripsi Perubahan Kemampuan Mengontrol Halusinasi pada Klien dengan Terapi Individu di Ruang MPKP RSJ Magelang. (diakses 12 Juli 2017)

Keliat, Budi Anna (2013). Manajemen kasus gangguan jiwa. Jakarta:EGC

Keliat Budi Ana. (2014). Proses Keperawatyan Kesehatan Jiwa. Edisi 1. EGC. Jakarta.

Marfuah, D., Noviyanti, R (2017) Kemampuan Keluarga merawat pasien Skizofrenia dengan Gejala Halusinasi; Universitas Muhamadiyah Magelang.

Musradinur. (2016). Stres Dan Cara Mengatasinya Dalam Perspektif Psikologi, Jurnal edukasi vol 2 No 2 Juli 2016, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Ranir

Nuraenah. (2014). Hubungan Dukungan Keluarga dan Beban Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Riwayat Perilaku kekerasan di RS. Jiwa Klender Jakarta Timur 2012. Jurnal Keperawatan Jiwa ISSN 41-50, Vol. 2 No.1. http://ppnijateng. Org/wp-content/uploads/2014/06. Pdf. Di akses tanggal 9 Juli 2017

Prabowo (2010) Pengaruh Family Psychoeducation terhadap beban dan kemampuan keluargga dalam merawat klien dengan halusinasi di kabupaten Bantul Yogyakarta. Jakarta : Tesis. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Sari Novia, D.P. Hidayanti, E. Hidayati, T.N (2018). Tingkat Pengetahuan, persepsi dan sikap Masyarakat terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Universitas Muhamadiyah Semarang

Stuart, W, Gail, (2016), Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart Buku 1, Edisi Indonesia, Singapore : Elsevier.

Stuart, G.W & Laraia, M.T. (2009). Principles Revisi. Bandung: Refika Aditama

Yosep, Iyus. (2009). Keperawatan Jiwa Edisi Jiwa Stuart. Elsevier.

Published
2021-03-31
How to Cite
Rokayah, C. (2021). Penyuluhan Kesehatan tentang Perawatan Pasien Halusinasi di Rumah. Jurnal Peduli Masyarakat, 3(1), 27-32. https://doi.org/10.37287/jpm.v3i1.369