Pelatihan Komunikasi Efektif Model SBAR dalam Kegiatan Timbang Terima bagi Mahasiswa Keperawatan
Abstract
Budaya keselamatan pasien merupakan hal yang penting dan menjadi pondasi dalam penerapan keselamatan pasien. Keselamatan pasien merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman, berkualitas dan bebas dari resiko cedera. Untuk mencapai keselamatan pasien diperlukan keterampikan komunikasi yang efektif dengan menggunakan kerangka komunikasi efektif model SBAR (Situation Background Assessment Recommendation). Tujuan Pengabdian kepada masyarakat Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi efektif model SBAR dalam kegiatan timbang terimabagi mahassiswa keperawatan.mengoptimalkan pelaksanaan timbang terima komunikasi efektif metode SBAR dalam meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan. Metode kegiatan menggunakan FGD dan role play. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 15 orang, kegiatan berlangsung selama 12 hari. Hasil PKM menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test responden adalah 53,67 (SD 12.083), sedangkan rata-rata nilai post-test responden setelah mendapatkan pelatihan komunikasi efektif model SBAR dalam kegiatan timbang terima adalah 87,23 (SD 13.407). Berdasarkan uji paired t test menunjukan bahwa p-value adalah 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan komunikasi efektif model SBAR dalam kegiatan timbang terimabagi mahassiswa keperawatan. Pelatihan komunikasi efektif menggunakan model SBAR dapat meningkatkan aspek kognitif dan keterampilan mahasiswa keperawatan dalam kegiatan timbang terima sebagai upaya mewujudkan keselamatan pasien dalam praktik keperawatan.
References
Anggraini, D., Novieastari, E., & Nuraini, T. (2020). Peningkatan Kemampuan Timbang Terima Pasien Melalui Budaya Komunikasi SITUATION, BACKGROUND, ASSESSMENT, RECOMMENDATION (SBAR) di RS di BEKASI. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 4(2), 91-97.
Arlina, J. (2013). Perbedaan Perilaku Perawat Dalam Pelaksanaan Timbang Terima Pasien Sebelum Dan Sesudah Pelatihan Timbang Terima Pasien Metode Komunikasi Sbar Di Ruang Penyakit Dalam Rsud Solok Tahun 2013 (Doctoral Dissertation, Universitas Andalas).
de Jesus Araujo, O., Triharini, M., & Krisnana, I. (2022). Efektivitas Komunikasi Perawat terhadap Serah Terima Pasien. Journal of Telenursing (JOTING), 4(2), 582-593.
Diniyah, K. (2017). Pengaruh Pelatihan SBAR Role-Play terhadap Skill Komunikasi Handover Mahasiswa Kebidanan. Jurnal Medicoeticolegal Dan Manajemen Rumah Sakit, 10, 35-46
Faisal, F., Syahrul, S., & Jafar, N. (2019). Pendampingan hand over pasien dengan metode komunikasi situation, background, assesment, recommendation (SBAR) pada perawat di RSUD Barru Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Jurnal Terapan Abdimas, 4(1), 43-51.
Hadi,I (2018) Manajemen Keselamatan Pasien (Teori Dan Aplikasi). Mataram: Deepublish
Hadi, M., & Sulaeman, S. (2021). Penerapan Komunikasi Efektif Isobar Dengan SBAR Pada Pengetahuan Dan Kualitas Operan Perawat Di Rumah Sakit. Dunia keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 9(2), 224-234.
Handayani, F., & Lubis, V. H. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Terhadap Komunikasi Efektif (SBAR) Dalam Serah Terima Pasien di Rumah Sakit X dan Y. Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro Vol. II No. 1, 22, 37.
Hariyanto, R. (2019). Analisis Penerapan Komunikasi Efektif dengan Tehnik SBAR (Situation Background Assessment Recommendation) terhadap Risiko Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak. ProNers, 4(1).
Joint Commission International (JCI) 2011, Standar Akreditasi Rumah Sakit : Enam
Sasaran Keselamatan Pasien, Edisi ke-4, Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Kemenkes RI, 2011, Permenkes RI No.1691/Menkes/VII/2011 tentang Keselamatan
Pasien Rumah Sakit, Jakarta
Nursalam (2016). Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam praktik Keperawatan profesional. Jakarta: Salemba Medika
Oxyandi, M., & Endayni, N. (2020). Pengaruh Metode Komunikasi Efektif Sbar Terhadap Pelaksanaan Timbang Terima. Jurnal'Aisyiyah Medika, 5(1).
Purwanza, S. W., Fitryasari, R., & Rahayu, P. (2020). Nurses Shift Handover Instrument Development Evaluation Using SBAR Effective Communication Method. International Journal of Psychosocial Rehabilitation, 24(09).
Rahmatulloh, G., Yetti, K., Wulandari, D. F., & Ahsan, A. (2022). Manajemen Handover Metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) dalam Meningkatkan Komunikasi Efektif. Journal of Telenursing (JOTING), 4(1), 153-159.
Suardana, K. (2018). Pengaruh metode komunikasi efektif SBAR terhadap efektifitas pelaksanaan timbang terima pasien di ruang griyatama RSUD Tabanan. Jurnal Skala Husada: The Journal of Health, 15(1).
Tatiwakeng, R. V., Mayulu, N., & Larira, D. M. (2021). Hubungan Penggunaan Metode Komunikasi Efektif Sbar Dengan Pelaksanaan Timbang Terima (Handover) Systematic Review. Jurnal Keperawatan, 9(2), 77-88.
Word Health Organization. 2015. Comuniaction During Patient SAFETY Solution
(online) http://www.Who.int / Patient SAFETY/PS-Solution



