Perbedaan Pengetahuan Infeksi Menular Seksual Sebelum dan Setelah Penyuluhan Infeksi Menular Seksual pada Gelandangan dan Pengemis
Abstract
Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan pada tanggal 12 November 2017 di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Yogyakarta, peneliti mendapatkan bahwa 2 warga binaan sosial mengatakan bahwa penyuluhan kesehatan diadakan satu bulan satu kali, namun 2 bulan ini belum ada penyuluhan dari Puskesmas, sedangkan 2 lainnya mengaku belum pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan, selain itu warga binaan sosial saat ditanya mengenai IMS mereka juga tidak memahami, satu diantaranya hanya mengetahui bahwa IMS bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui perbedaan pengetahuan infeksi menular seksualĀ sebelum dan setelah penyuluhan infeksi menular seksualĀ pada gelandangan dan pengemis di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Yogyakarta. Penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian eksperimental dengan Satu Kelompok desain penelitian Pretest-Posttest Design. Teknik Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah tunawisma dan pengemis yang menjadi warga binaan sosial yang berjumlah 49 orang dan sampel sebanyak 36 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner pengetahuan infeksi menular seksual. Metode analisis data yang digunakan adalah Uji Pired t. Hasil penelitian ini adalah nilai p = 0,024 yang nilainya (p < 0,05). Jika p < 0,05 maka Ho menolak dan menerima Ha. Kesimpulan penelitian menyajikan perbedaan yang signifikan tentang penyuluhan penyakit menular seksual terhadap Pengetahuan tentang Penyakit Menular Seksual Pada Tunawisma dan Pengemis di Balai Rehabilitasi Sosial kantor Bina Karya dan Laras Yogyakarta.
References
Darmawan, D. (2013). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pekerja Seks Komersial Tentang Penyakit Menular Seksual di Desa Cikamuning Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Skripsi Akademi Keperawatan RS Dustita.
Dewi, Y. (2016). Kejadian infeksi menular seksual (IMS) berdasarkan karakteristik sosial demografi di Puskesmas II Denpasar Utara Tahun 2014-2016. Skripsi Universitas Udayana.
Dinkes DIY. (2018). Laporan Bulanan Pelayanan IMS. Yogyakarta: Dinas Kesehatan DIY.
Dinsos. (2017). Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta: Dinas Sosial DIY.
Hermanto, et al. (2020). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Ims (Infeksi Menular Seksual) Terhadap Pengetahuan Wps (Wanita Pekerja Seks) Di Klinik Ims Bukit Sungkai Km. 12 Kota Palangka Raya. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Volume 11 No 1, 89-97.
Kemenkes RI. (2012). Survei terpadu biologis dan perilaku 2011. Jakarta: Kemenkes RI.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.
Perda DIY. (2014). Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Yogyakarta: Pemda DIY.
Setyawulan. (2017). Hubungan praktek pencegahan penyakit menular seksual dengan kejadian penyakit menular seksual . [skripsi] Universitas Muhammadiyah Semarang.
Wawan & Dewi. (2010). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Yogyakarta: Nuha Medika.
Widyanthini, et al. (2019). Kejadian Infeksi Menular Seksual di Kota Denpasar Tahun 2016 . Buletin Penelitian Kesehatan, Vol. 47, No. 4, Desember 2019, 237 - 244.



